Antinyamuk yang Cantik Lagi Wangi [intisari]

Tanam-tanaman hias ini bisa membuat rumah jadi sejuk. Baunya harum tapi tak menusuk. Nyamuk-nyamuk yang mengisap aromanya jadi mabuk. Serangga dan kutu busuk pun sungkan untuk masuk. Yang paling penting, tetanaman ini lebih bersahabat daripada semua jenis obat antinyamuk.

====

Di negara tropis seperti Indonesia, nyamuk tidak cuma menyebabkan kita menggerutu karena tidur tak pulas. Jika sedang apes, korban gigitan harus pindah tidur ke rumah sakit karena ketularan malaria atau demam berdarah. Tak heran, produk-produk obat antinyamuk selalu dicari orang. Mulai dari obat nyamuk bakar, oles, semprot, hingga elektrik.

Jika digunakan secara benar, obat-obat ini relatif aman buat kesehatan. Meski demikian, “Obat nyamuk tetap saja insektisida kimia sintetis,” kata Ir. Agus Kardinan, MSc., APU, “pakar serangga” dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor.

Sebagian kalangan malah lebih suka menyebut racun nyamuk daripada obat nyamuk. Alasannya, paru-paru tak didesain untuk menghirup propoxur, transflutrin, cyflutrin, atau diklorvos (DDVP), seperti yang terdapat di dalam obat nyamuk semprot. Begitu pula kulit sensitif tidak untuk dipapar dietiltoluamida (DEET), kandungan utama obat nyamuk oles.

Akan tetapi, menghindari sama sekali penggunaan obat-obat ini jelas merupakan “hil yang mustahal”. Karena itu, cara paling tepat adalah dengan membatasi pemakaiannya. Metodenya bisa bermacam-macam. Salah satunya, memanfaatkan tanaman antinyamuk.

Menurut Agus Kardinan, ada dua golongan tanaman pengusir nyamuk. Golongan pertama, tanaman hidup pengusir nyamuk. Dalam bentuk utuh dan masih hidup, tanaman golongan ini bisa membuat nyamuk-nyamuk nakal tidak betah berada di sekitarnya. Efek ini disebabkan oleh minyak asiri yang keluar dari daun atau bunga tanaman tersebut.

Contoh golongan ini adalah zodia (Evodia suaveolens, Scheff), geranium (Geranium homeanum, Turez), rosemary (Rosmarinus officinalis), lavender (Lavendula angustifolia), dan selasih (Ocimum spp).

Golongan kedua, tanaman penghasil bahan antinyamuk. Seperti kelompok pertama, tanaman golongan ini pun menghasilkan minyak asiri yang tidak disukai nyamuk. Bedanya, dalam keadaan hidup, minyak aromatisnya relatif sukar keluar. Untuk mengeluarkannya, tanaman tersebut harus dicacah-cacah lalu didestilasi. Destilat yang berupa minyak terbang inilah yang bisa membuat nyamuk terbang menghindar.

Contoh golongan ini adalah serai wangi (Cymbopogon nardus), sebagian besar lavender, akar wangi (Andropogon zizanioides [L] Urb.), kayuputih (Melaleuca leucadendron, Linn), cengkeh (Eugenia aromatica), dan mimba (Azadirachta indica A. Juss.). Saat masih hidup, tanam-tanaman ini tidak begitu disegani oleh nyamuk.

Satu nama banyak rupa

Dari beberapa nama di atas, kadang satu tanaman punya banyak jenis. Sebagai contoh, lavender memiliki beberapa varietas. Sebagian besar lavender yang dijual tukang tanaman hias masuk golongan kedua. Hanya lavender tertentu yang dalam keadaan hidup bisa mengusir nyamuk. Helai daunnya berwarna hijau tua, bentuknya memanjang dan permukaannya berbulu halus.

Jika Anda membeli dari tukang tanaman hias, periksa dengan cara sederhana. Remas-remas bunganya yang berwarna ungu kebiruan. Jika mengeluarkan aroma kuat seperti minyak kayuputih atau gandapura, berarti Anda menemukan tanaman yang tepat. Jika tidak, berarti dia tidak cukup sakti mengusir nyamuk dari pot.

Contoh lain, selasih. Tanaman ini punya banyak varietas. Ada yang baunya mirip tembakau, cengkih, atau aroma lain yang menyengat (aromanya tak bisa dideskripsikan). Tak semuanya bisa menjadi antinyamuk. Sayangnya, “Orang awam sulit membedakan,” kata ahli bioinsektisida ini.

Yang jelas, bentuk selasih mirip kemangi. Bedanya, daun selasih lebih lonjong. Batangnya berwarna cokelat. Kemangi bisa dipakai sebagai lalap, tapi jangan coba-coba melalap selasih jika tak mau keliyengan.

Zodia pun demikian. Meski relatif mudah dikenali dari baunya, tak jarang yang salah pilih. Seorang pembeli pernah membawa “zodia” pada Agus. Ia mengeluh tanaman yang ia beli di tukang tanaman hias tak bisa mengusir nyamuk sama sekali. Ternyata, meskipun bentuknya sangat mirip, dengan helai daun memanjang, tanaman itu bukan zodia.

Perdu asal Papua yang punya nama daerah membuai ini punya aroma khas. Ada dua jenis zodia: yang berdaun lebar dan berdaun sempit. Keduanya bisa berfungsi sebagai tanaman antinyamuk. Tapi, yang berdaun sempit lebih mudah mengeluarkan minyak asiri, sehingga daya tolak nyamuk pun lebih kuat daripada yang berdaun lebar.

Yang relatif gampang dikenali adalah geranium dan rosemary. Daun geranium hijau, bergerigi, berbulu, dan menebarkan aroma wangi. Perdu ini punya postur yang cantik. Cocok sebagai tanaman hias. Sedangkan daun rosemary kecil-kecil seperti jarum. Posturnya tak kalah cantik, baunya pun tak kalah wangi. Sekilas seperti aroma jahe.

Untuk mengusir nyamuk di rumah, Anda bisa memakai salah satu tanaman saja, atau mengombinasikan beberapa tanaman. Namun berdasarkan hasil penelitian Agus, dari sekian banyak jenis flora antinyamuk ini, zodia punya aktivitas paling kuat. Salah satu kelebihannya adalah sifat minyak asirinya yang mudah keluar dari daun hanya dengan gesekan kecil.

Selain digunakan sebagai pengusir nyamuk, minyak asiri zodia juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas gigitan serangga dengan cara digosokkan di kulit. Baunya yang wangi bisa sekaligus menjadi parfum.

Aman tapi kurang kuat

Aroma wangi memang menjadi ciri utama tanaman antinyamuk. Terang saja. Soalnya, aroma ini berasal dari minyak menguap yang dihasilkan tanam-tanaman tersebut. Di indera penciuman kita, minyak asiri ini terasa nyaman asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Tapi bagi nyamuk, aroma-aroma ini membuat mereka kelenger. Itulah sebabnya, mereka ogah berada di dekat tanam-tanaman ini.

Kandungan minyak asiri masing-masing tanaman berbeda. Persamaannya satu: disukai manusia, dibenci serangga. Minyak asiri zodia mengandung komponen utama linalool. Selasih mengandung eugenol, geraniol, dan linalool. Geranium berisi geraniol. Lavender berisi linalool dan linalil asetat. Rosemary mengandung linalool, borneol, dan kamfor. Minyak-minyak aromatis inilah yang membuat nyamuk-nyamuk dan serangga lainnya jadi mabuk.

Agus menjamin minyak asiri alami ini aman buat manusia. “Bukan hanya aman, tapi malah sering dipakai untuk aromaterapi,” ujarnya.

Meski baunya mirip, minyak asiri alami berbeda dengan aroma yang terdapat di dalam produk obat nyamuk. Sebagai contoh, minyak asiri lavender hasil destilasi punya aktivitas antinyamuk. Tetapi pada obat nyamuk oles, yang bekerja sebagai pengusir nyamuk adalah DEET-nya, bukan aroma lavendernya.

Meski begitu, Agus mengakui secara objektif, kemampuan tanaman ini mengusir nyamuk kalah kuat dibandingkan obat nyamuk kimia sintetis. Tanam-tanaman ini tidak bisa membasmi nyamuk, hanya membuat mereka menyingkir. “Nyamuk tetap ada tapi jumlahnya berkurang,” paparnya.

Agar bisa menghalau nyamuk, minyak asirinya harus keluar dari daun atau bunganya lebih dulu. Cara paling efektif adalah dengan mengusik daunnya. Tapi cara ini tentu saja kurang praktis. Biar gampang, tanaman ini bisa ditaruh di dekat jendela, lubang angin, atau tempat yang terjangkau kipas angin. Dengan begitu, minyak asirinya bisa keluar sekaligus menyebar di ruangan.

Daya jangkaunya pun terbatas, hanya dalam radius sekitar satu meter. “Paling jauh tiga meterlah,” kata Agus. Karena itu, sangat berlebihan jika kita berharap rumah bebas nyamuk hanya dengan beberpa batang zodia. Agus memberi contoh sederhana, “Jika kita duduk di depan meja, dan kaki kita banyak digigit nyamuk, zodia bisa ditempatkan di bawah meja.”

Khusus untuk zodia, bisa ditempuh cara lain. Supaya minyak asirinya keluar, ujung-ujung daunnya bisa dilukai. Agar tidak mengganggu pertumbuhannya, daun yang dilukai tak perlu banyak-banyak. Sehari cukup 5 – 10 helai daun saja tiap tanaman. Hari berikutnya pindah ke daun lain untuk memberi kesempatan daun yang luka mengobati diri.

Jika ingin memperoleh daya tolak nyamuk yang lebih kuat, Anda bisa menggunakan zodia sebagai obat oles. Caranya, tumbuk daunnya kemudian lumat atau blender dengan air. Peras lalu gunakan perasannya sebagai obat oles. Dalam bentuk destilat, minyak asirinya bisa disemprotkan ke kulit atau pakaian dengan menggunakan sprayer seperti minyak wangi buatan pabrik.

Tak seperti mengusir setan

Umumnya nyamuk lebih suka bikin masalah saat kita tidur. Meski begitu, Agus menyarankan tanaman antinyamuk tidak diletakkan di kamar tidur saat malam hari. Boleh saja siang hari tanam-tanaman ini ditaruh di kamar tidur. Tapi di malam hari, mereka harus dikeluarkan.

Pasalnya, tumbuhan tidak melakukan proses fotosintesis di malam hari. Siang hari, mereka memang mengisap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi di malam hari, mereka pun sama seperti manusia, mengisap oksigen dan melepas karbon dioksida. Walhasil, mereka akan berebut oksigen dengan manusia saat tidur malam.

Agar tetap segar, tanam-tanaman ini sebaiknya tidak terus-menerus disimpan di dalam rumah. Seminggu sekali mereka bisa dikeluarkan dan dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Sebagaimana tanaman hias lainnya, tanam-tanaman antinyamuk ini pun relatif gampang dipelihara. Tidak memerlukan penangan khusus. Perbanyakannya pun gampang. Zodia, lavender, dan selasih bisa dibiakkan lewat bijinya. Geranium dan rosemary bisa diperbanyak dengan stek batang. Dengan memperbanyak sendiri, Anda tak perlu bolak-balik pergi ke tukang tanaman hias.

Sejak dua tahun belakangan, dedauan antinyamuk ini naik daun, terutama saat wabah demam berdarah. Saking kesohornya sampai harga tanam-tanaman ini melambung tinggi. Harga zodia anakan yang baru berumur tiga bulan sekitar Rp 20 ribu. Sedangkan yang telah berumur di atas satu tahun dan telah berupa perdu, harganya bisa melonjak Rp 200 – 300 ribu.

Begitu ngetopnya zodia, hingga banyak yang mengira secara berlebihan. Mereka menganggap masalah nyamuk bisa selesai hanya dengan menaruh beberapa batang tanaman antinyamuk di dalam rumah. “Zodia bukan pengusir setan,” katanya.

Advertisements

One thought on “Antinyamuk yang Cantik Lagi Wangi [intisari]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s