Jangan Buru-buru Cium Gue [intisari]

Mohan maaf, ini bukan judul sekuel kedua film Buruan Cium Gue yang ditarik dari peredaran. Ini sari berita baik dan berita buruk tentang cium-mencium.

Berita baiknya, ciuman bisa membuat Anda lebih sehat secara fisik maupun psikis. Sedangkan berita buruknya, ciuman ternyata juga bisa menjadi vektor penularan penyakit-penyakit tertentu.

Supaya lebih jelas, mari kita bahas berita buruknya lebih dulu. Berita baik lebih enak didengar belakangan bukan?

Ciumlah Daku, Kau Tertular

Ciuman, apa pun gayanya, tentu melibatkan kontak bibir. Kecuali tentu saja ciuman jarak jauh, atau cium kangen yang dititipkan pada angin. Saat kontak bibir inilah, proses penularan bisa terjadi. Tidak semua penyakit, memang. Tapi jumlahnya layak membuat siapa pun perlu berhati-hati mencium orang yang kesehatannya belum diketahui betul.

Mohon maaf (lagi), kita tidak sedang bicara tentang tata krama atau ajaran agama. Kita sedang membahas ilmu kesehatan mulut dengan drg. Sunarso B. MSc, ahli mikrobilogi oral dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta.

Penularan lewat cara ini memang masih sering ditanyakan oleh kalangan awam medis. Sekadar contoh, apakah HIV/AIDS bisa menular lewat ciuman? Menurut Sunarso, hingga saat ini, kalangan dokter beru meyakini empat media penularan. Hubungan seksual (baik heteroseksual maupun homoseksual), tranfusi darah, pemakain bersama jarum suntik, dan lewat plasenta (dari ibu ke bayi yang dikandung).

Transmisi HIV lewat ciuman sampai saat ini belum bisa dibuktikan. Faktor utamanya, jumlah virus HIV di dalam air ludah relatif lebih kecil dibandingkan di dalam darah, air mani, atau cairan vagina. Sebab, air ludah mengandung bahan-bahan penghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti enzim lisosim dan laktoperosidase, serta sekretori imunoglobulin-A. Selain itu, virus HIV hanya bermarkas di dalam sel limfosit-T, yang daerah kekuasaanya ada di dalam darah.

Menurut Sunarso, jika ciuman hanya berupa cipok, ciuman ringan, kecupan sayang, cium kening, pipi, atau bibir luar saja, HIV diyakini tidak menular. Tetapi jika ciuman berupa french kissing yang (sekali lagi, maaf) penuh birahi dan menyertakan lidah dalam aksi, hingga terjadi pertukaran cairan mulut, maka bisa saja HIV bermigrasi. Lebih-lebih jika terdapat luka di mulut, baik berupa lecet ringan, seriawan, maupun radang. Ini merupakan faktor utama.

Celakanya, keberadaan luka kadang tidak disadari. Misalnya karena saking kecilnya hingga tidak dirasa sama sekali. Tapi karena ukuran virus atau bakteri jauh lebih renik, maka luka sekecil apa pun tetap bisa menjadi jalan masuk bagi mahluk-mahluk tak kasat mata telanjang ini.

Di luar HIV, masih ada sederet lagi penyakit infeksi yang bisa menular lewat french kissing. Dari deretan virus terdapat hepatits (A, B, maupun C), dan herpes labialis. Bahkan menurut Sunarso, keduanya memiliki risiko penularan lebih tinggi daripada HIV. Dari kelompok bakteri ada sifilis, gonore (GO), dan tuberkulosis. Sedangkan dari kelas jamur ada candida albicans.

The Deadly Kiss

Umumnya, penyakit yang menular lewat ciuman adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan infeksi. Ini wajar karena memang mahluk-mahluk halus ini suka keluyuran dari satu korban ke korban lain dengan cara menumpang cairan tubuh.

Namun meski tak ada riwayat infeksi, setiap orang tetap harus berhati-hati, utamanya mereka yang yang alergi terhadap makanan tertentu. David Steensma, seorang dokter ahli hematologi di Rumah Sakit Mayo Clinic, Amerika Serikat pernah melaporkan kasus yang menarik. Dia menangani wanita (20 th) yang masuk instalasi rawat darurat akibat sebuah ciuman.

Bagaimana ciuman bisa sedemikian mematikan?

Satu jam sebelum masuk rumah sakit, si cewek mengaku dapat kado dari kekasihnya. Kadonya tidak main-main, ciuman selamat malam yang sangat menggairahkan. Namun hanya selang satu menit setelah itu, muncul reaksi alergi di bibirnya yang makin lama makin parah. Disusul dengan kulit memerah, perut kram, tenggorok bengkak, dan saluran napas menyempit hingga menyebabkan ia susah bernapas.

Kepada Steensma, dia mengaku punya riwayat alergi udang dan kerang-kerangan. Usut punya usut, Steensma meyakini ciuman itulah biang keladinya, setelah diketahui bahwa kado mematikan tersebut dihadiahkan kurang dari satu jam setelah si cowok makan udang. Lewat kontak mulut itu, bahan alergen dari udang diyakini ngelencer dari mulut cowok ke mulut pacarnya.

Ini membuktikan bahwa pengidap alergi makanan diharuskan untuk, tidak hanya waspada terhapa apa yang dimakan, tetapi juga berhati-hati terhadap siapa yang dicium. Sebab, ciuman yang romantis pun bisa membuat seseorang harus berurusan dengan selang infus.

Itu tentang berita buruk. Bagaimana dengan berita baiknya?

Meditasi Sensual

Bryant Stamford PhD, profesor dan direktur Health Promotion Center di University of Louisville mengatakan, pada saat melakukan ciuman, kecepatan metabolisme meningkat dua kali lipat. Artinya, pembakaran kalori juga meningkat. Meski demikian, Stamford mengingatkan, ciuman belum cukup dijadikan sebagai pengganti joging atau olahraga kardiovaskular lainnya. “Semua hal bisa mempercepat detak jantung. Itu hanya masalah adrenalin,” tandasnya.

Ada yang lebih menarik?

Joy Davidson, PhD, psikolog dan seksolog klinik d
i Seattle mengatakan, “Ciuman adalah meditasi sensual yang bisa meredakan ketegangan pikiran.” Ketika seseorang melakukannya dengan orang yang ia cintai, tubuhnya akan mengalami perubahan fisiologis yang mirip ketika melakukan meditasi. Dan jika dilakukan secara rutin, tradisi “sun sing swe” yang dilandasi kasih sayang bisa membuat pelakunya lebih berdaya tahan, awet muda dan panjang umur.

Mau membuktikan?

Tapi omong-omong soal ciuman, semua manfaat ini bisa saja berubah menjadi bencana jika Anda melakukannya pada orang yang tidak tepat. Karena itu sebelum melakukannya, pastikan orang yang Anda cium bukan istri atau suami orang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s