Kiat Tepat Memilih Obat Batuk

Kita mengenal batuk kering, batuk berdahak, dan batuk karena alergi. Berikut panduan ringkas cara tepat memilih obatnya.

Saat ini terdapat lebih dari seratus merek obat batuk yang dijual bebas. Sebagai obat bebas, mestinya semua kandungan obat batuk sudah dipahami oleh setiap orang. Sayangnya, kebanyakan konsumen masih belum bisa membedakan fungsi berbagai jenis obat batuk.

Hal pertama yang perlu dipahami, batuk merupakan refleks normal sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan “benda asing” dari saluran napas. Refleks ini dikendalikan oleh sistem saraf pusat di otak.

Berdasarkan cara kerjanya, ada empat golongan utama obat batuk. Semua merek yang dijual bebas, mengandung paling tidak salah satu dari kelima golongan di bawah ini.

Antitusif

Antitusif bekerja menghentikan batuk secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Dengan demikian tidak sesuai digunakan pada kasus batuk yang disertai dengan dahak kental, sebab justru akan menyebabkan dahak sulit dikeluarkan.

Ekspektoran

Golongan ini tidak menekan refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah mudah dikeluarkan. Dengan demikian tidak rasional jika digunakan pada kasus batuk kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek samping. Obat golongan ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita tukak lambung.

Antihistamin

Golongan kedua ini merupakan kelompok CTM (chlor-trimeton) dan kawan-kawan. Di kemasan obat, ia lebih sering tampil bergaya dengan nama panjangnya, klorfeniramin maleat. Ketiganya setali tiga uang.

Histamin sendiri merupakan substansi yang diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa gatal, yang biasanya dikuti oleh bersin-bersin.

Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan ini bisa menyebabkan Anda mengantuk pada saat rapat.

Dekongestan

Di antara beberapa jenis dekongestan, PPA (phenyl propanolamine) merupakan obat yang paling banyak diributkan setelah Ditjen POM (Sekarang Badan POM) menarik obat-obat flu yang mengandung PPA lebih dari 15 mg. Di Amerika Serikat, obat ini selain dipakai di dalam obat flu dan batuk, juga digunakan sebagai obat penekan nafsu makan yang dijual bebas.

Dalam dosis tinggi, PPA bisa meningkatkan tekanan darah. Jika digunakan terus-menerus, dapat memicu serangan stroke. Untuk mencegah efek buruk inilah, Dirjen POM membuat kebijakan membatasi PPA di dalam obat flu dan obat batuk, maksimal 15 mg per takaran.

Tabel-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk.

Jika batuk Anda

Pilihlah yang mengandung

Contoh obat

Kering (tanpa disertai dahak)

Antitusif

Dekstrometorfan, atau noskapin

Disertai dahak

Ekspektoran

Bromheksin, gliseril guajakolat (GG, atau guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida

Akibat alergi dan disertai dengan hidung mel
er

Antihistamin

Difenhidramin, klorfeniramin (CTM), doksilamin, feniramin, atau tripolidin

Disertai dengan napas yang tidak lega

Dekongestan

Fenil propanol amin, efedrin, pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin

Agar tabel-1 bisa diaplikasikan ketika Anda berada di apotek atau toko obat, tabel-2 bisa Anda gunakan sebagai simulasi mengenali komposisi dan cara kerja berbagai obat batuk. Penyebutan nama merek dagang sama sekali bukan dimaksudkan sebagai iklan atau antiiklan. Tujuannya semata-mata agar kita lebih mudah mengaitkannya dengan nama-nama yang sering Anda dengar sehari-hari.

Tabel komposisi beberapa obat batuk

Merek obat

Komposisi (golongan)

Actifed DM

Tripolidin (antihistamin)

Pseudoefedrin (dekongestan)

Dekstrometorfan (antitusif)

Benadryl DMP

Difenhidramin (antihistamin, antitusif)

Dektrometorfan (antitusif)

Fenilefrin (dekongestan)

Ammonium klorida (ekspektoran)

Natrium sitrat (ekspektoran)

Bisolvon

Bromheksin (ekspektoran)

Komix

Dekstrometorfan (antitusif)

CTM (antihistamin)

PPA (dekongestan)

Ammonium klorida (ekpektoran)

Kalibex

Dekstrometorfan (antitusif)

Difenhidramin (antihistamin, antitusif)

PPA (dekongestan)

Vicks

formula 44

Dekstrometorfan (antitusif)

Doksilamin (antihistamin, antitusif)

Woods

Antitussive

Dekstrometorfan (antitusif)

Difenhidramin (antihistamin, antitusif)

Woods

Expectorant

Bromhexin (ekspektoran)

Guaifenesin (ekspektoran)

Sediaan Cair vs Padat

Secara umum, obat batuk cair (sirup) lebih mudah diserap daripada bentuk padat (tablet atau kapsul). Ini karena dalam sediaan cair, senyawa obat sudah berada dalam bentuk molekul terkecilnya. Sementara yang bentuknya padat memerlukan waktu untuk dipecah menjadi satuan-satuan molekulnya.

Namun kelemahannya, obat cair lebih mudah terurai dibandingkan obat padat selama masa penyimpanan. Karena itu saat membeli, pastikan batas kedaluwarsanya masih lama. Soal khasiat, keduanya tidak berbeda sepanjang memenuhi persyaratan minimal standar obat yang baik.

Obat Sapu Jagat

Pada umumnya kita fanatik pada satu merek obat untuk semua jenis batuk. Ini bukanlah kebiasaan yang keliru. Namun akan lebih baik jika memilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat “sapu jagat” yang berisi semua golongan di atas.

Semakin banyak obat yang masuk ke dalam tubuh, semakin banyak efek samping yang terjadi. Sebagai contoh, jika batuk tidak disertai dengan penyempitan saluran napas, pemakaian PPA hanya akan menambah efek samping jantung berdebar, dan bahkan peningkatan tekanan darah yang bisa membahayakan penderita hipertensi.

Kebiasaan minum obat sapu jagat sebaiknya dihindari, terutama untuk anak-anak. Yang tak kalah penting untuk diingat, batuk bisa menyertai berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, TBC, pneumonia (radang paru), atau infeksi lain. Karena itu jika batuk berlangsung lebih dari seminggu dan obat Anda tidak berdaya melawan, memeriksakan diri ke dokter adalah tindakan paling bijaksana. (sol)

Advertisements

4 thoughts on “Kiat Tepat Memilih Obat Batuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s