Mengoptimalkan Kerja Obat Pelangsing

Langsing? Semua wanita pasti ingin, meski harus dengan obat-obatan. Tapi tak jarang berakhir tanpa hasil, atau bahkan masuk rumah sakit. Bagaimana menghindarinya?

Kelebihan berat badan diakibatkan oleh penumpukan lemak atau cairan dalam sel. Penimbunan lemak terjadi karena jumlah lemak yang masuk ke dalam tubuh tidak diimbangi dengan pengeluaran lewat pembakaran. Dan itu bukan berarti karbohidrat tidak bisa ditimbun sebagaimana yang disangka banyak orang. Jika jumlah karbohidrat berlebih akibat kurangnya aktivitas, ia bisa diubah menjadi cadangan energi dalam bentuk lemak.

Berdasarkan mekanisme itu, kelebihan bobot dapat dikurangi dengan cara memperkecil pemasukan makanan dan meningkatkan belanja energi lewat aktivitas fisik. Metode pertama bisa ditempuh dengan cara menekan nafsu makan atau menghalangi penyerapan zat makanan di saluran cerna. Sedangkan peningkatan belanja energi bisa ditempuh dengan cara meningkatkan metabolisme pembakaran.

Sebetulnya tanpa bantuan obat pun, masalah berat badan bisa dikendalikan dengan berdiet dan olahraga teratur. Namun karena cara ini memerlukan disiplin ketat, maka agar lebih nyaman, obat-obatan bisa mendampinginya.

Mengurangi nafsu makan

Obat-obat pelangsing golongan ini pada umumnya bekerja dengan cara menekan sensor lapar di sistem saraf pusat. Contoh golongan ini adalah sibutramin, dietil propion, dan mazindol.

Obat-obat ini bekerja di reseptor-reseptor sakral di otak yang harus diperlakukan dengan ekstra hati-hati. Karena itu hanya boleh didapat dengan resep dokter, dan tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang.

Efek samping yang sering terjadi adalah jantung berdebar, sulit tidur, mulut kering, cemas, pusing, dan rasa tidak nyaman di lambung. Penderita hipertensi, gangguan jantung, atau riwayat stroke harus mendapat monitor rutin selama minum obat ini.

Menghalangi penyerapan lemak

Contoh obat yang sering diresepkan dari golongan ini adalah orlistat. Obat ini bekerja di saluran cerna dengan cara menghambat kerja enzim lipase. Karena kerja enzim lipase terganggu, maka penyerapan lemak juga terganggu, dan akhirnya dikeluarkan dari usus besar

Orlistat tidak menghalangi penyerapan seluruh lemak. Dalam dosis normal, ia mengurangi penyerapan lemak sekitar sepertiganya. Karena cara kerjanya menghalangi penyerapan lemak, maka ia harus diminum pada saat makan atau paling lambat satu jam sesudahnya. Efek samping ringan yang pernah dilaporkan, di antaranya rasa tidak nyaman di perut, dan buang air besar yang sulit dikontrol.

Dalam jangka lama, obat ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan vitamin-vitamin larut lemak, yaitu A, D, E, dan K. Sebab itu, pemakai sebaiknya mengonsumsi suplemen vitamin-vitamin tersebut paling tidak dua jam sebelum atau sesudah minum orlistat.

Meningkatkan metabolisme

Obat golongan ini, misalnya kromium pikolinat, bekerja dengan cara meningkatkan pembakaran cadangan energi. Kromium adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membakar gula menjadi energi. Ia juga membantu pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak.

Efek samping yang bisa timbul antara lain sakit kepala, insomnia, dan perubahan mood. Mengingat ia hanya membantu metabolisme, maka manfaatnya tidak akan bisa didapat tanpa disertai dengan latihan fisik. Penderita gangguan ginjal harus mendapat persetujuan dokter sebelum menggunakan kromium.

Jamu Pelangsing

Bahan herbal yang sering dipakai dalam jamu pelangsing antara lain: teh, jati belanda, kayu rapat, adas, dan pulasari. Mekanisme kerja jamu masih belum diketahui secara jelas tapi diduga merupakan kombinasi antara efek diuretik (mengeluarkan cairan tubuh), dan membantu meningkatkan belanja energi.

Secara umum jamu relatif aman bila dikonsumsi sesuai dengan takaran normal. Namun demikian sebaiknya kita berhati-hati karena sebagian jamu dioplos dengan obat-obat sintetis, seperti fenfluramin dan deksfenfluramin. Kedua obat ini sebenarnya telah ditarik dari pasaran, namum masih banyak beredar secara ilegal. Pada sebagian orang, obat-obat ini bisa menyebabkan primary pulmonary hypertension, suatu gangguan fatal di pembuluh darah paru.

Boks

Yang harus dicatat:

· Tidak ada obat ajaib yang bisa menurunkan berat badan secara instan.

· Kedudukan obat bukan sebagai pengganti program diet dan olahraga, namun sebagi pendamping.

· Obat pelangsing bukanlah “kosmetik”, dan tidak dianjurkan bagi mereka yang hanya mengalami sedikit kelebihan berat badan.

· Setelah pemakian obat dihentikan, berat badan bisa saja naik kembali. Karena itu program diet dan olahraga harus tetap dilanjutkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s