Sembahyang Dua Bahasa [grundelan]

Bang Roy,
Sama sekali tak kuragukan niat baikmu
Tapi kulihat kau terlalu jumawa
Itu yang tak kusuka
Maafkan aku, Bang

Sejujurnya, Bang Roy
Ketika orang-orang mengutukmu
Aku melihat wajah mereka seperti wajahmu
Aku terpekur
Dan di atas sajadah aku tersadar
Lidahku memang merapal doa-doa
Tapi pikiranku entah di mana
Engkau benar, Bang

Maka kuikuti ajaranmu
Ternyata kurasa nikmat sekali
Terima kasih, Bang

Tapi maafkan aku, Bang
Karena ajaranmu kutafsir ulang:
Bahasa kedua hanya kueja di dalam hati

NB: Mungkin Abang perlu mencoba caraku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s