Upil [guyonan]

Jika ngupil adalah sesuatu yang jorok, berarti ogut termasuk orang yang lumayan jorok. Hingga sekarang, ogut masih belum bisa menghilangkan kebiasaan ini. Ogut memang tak sering ngupil. Tapi untuk ukuran seorang yang sering buang air kecil di hotel berbintang, ogut tergolong pengupil tingkat lanjut. Seringkali ogut mengupil secara tidak sadar. Waktu kuliah, sepuluh tahun lalu, dosen biokimia pernah memergoki ogut ngupil saat kuliah berlangsung. Dan ogut membuat tulisan ini, tepat setelah ogut melemparkan upil terakhir.

Upil, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah ingus kering di hidung. Seandainya ogut ikut menyusun kamus, ogut akan mendefinisikan upil sebagai: sesuatu yang ukurannya kecil, hanya bisa diambil dengan cara dicungkil menggunakan jari yang paling centil, sering dipakai untuk jail oleh mereka yang usil. Apakah itu? (Seperti main tebak-tebakan).

Buat ogut pibadi, ngupil seperti mengisap rokok buat para perokok. Ngupil biasanya paralel dengan kreativitas. Ogut kadang-kadang (= tak sering) menulis sambil ngupil. Sembari ngupil, ogut berpikir untuk mencari ide. Begitu ide telah ketemu, biasanya ogut berhenti ngupil, kemudian melemparnya dengan sekali selentik, lalu menulis lagi. Seperti yang ogut lakukan saat membuat guyonan ini.

Karena ukurannya yang pasti kecil, kata upil sering dipakai sebagai kata sifat pengganti kata kecil. Jambu yang kecil disebut jambu seupil. Masalah kecil disebut masalah seupil. Dengan aturan ini, kalimat “Anak kecil ngupil. Upilnya kecil-kecil” bisa diganti menjadi “Anak seupil ngupil. Upilnya seupil-upil.” Bingung kan? Makanya jangan suka ngupil.

Omong-omong soal upil, di Surabaya dan sekitarnya, ada satu jenis krupuk, namanya krupuk upil. Ogut tak punya pengetahuan tentang sejarah nama ini. Yang jelas, krupuk upil biasanya bulat kecil-kecil (seupil-upil), dimakan bersama petis yang warnanya sama dengan warna upil, teksturnya sama dengan tekstur ingus, dan rasanya sedikit asin (upil juga punya citarasa ini).

Jorok!

Ogut tahu, Anda mengucapkan kata ini di dalam hati. Mohon maaf! Ini memang salah satu tabiat ogut: kadang jorok, kadang religius; kadang nglawak, kadang serius; kadang ngomong jelek, kadang bagus; kadang goblok, kadang jenius; kadang cuek, kadang misterius; kadang otaknya bengkok, kadang lurus; kadang khusyuk, kadang nggedabrus, kadang naik ojek, kadang naik bus; …..

Attachment: Tikus Ngupil.zip

 

Advertisements

6 thoughts on “Upil [guyonan]

  1. aku gak melok-melok Din ;), tapi be-e ngupil paling asyik, anakku yang masih 2 tahun (masih ingusan) paling seneng ngupil, sampai pernah upilnya diambil dan dibuang ibunya, dia nangis suruh ngembalikan, karena bukan dia yang ngupil ha ha ha ha, akhirnya aku “tipu” dia dengan secuil potongan rempeyek he he he he, aku tempelin ke hidungnya dan dia berhenti nangis lalu ngupil cuilan rempeyek itu dengan asyiknya ….. ha ha ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s