Jangan Percaya Logika Sebab Akibat [hikayat]

Di sebuah seminar yang diadakan di FKUI, seorang wanita muda maju ke meja pembicara, dan memperkenalkan diri. Saya lupa namanya. Yang saya ingat, ia memperkenalkan diri dengan wajah lugu sebagai pengidap HIV. Dari wajah dan tutur katanya, saya yakin dia wanita baik(-baik) dan bukan pemakai narkoba. Ia yakin tertular HIV dari suaminya. Saya tak punya alasan untuk tidak percaya. Lalu, katanya, ia menularkan virus itu kepada anaknya.

Ceritanya biasa saja. Tapi saya merinding mendengarnya. Seorang istri yang tak punya salah apa-apa, harus ikut menanggung dosa suaminya. Bahkan seorang anak yang tak tahu-menahu, harus ikut menanggungnya pula.

“Jangan percaya hukum logika sebab akibat,” kata Nasruddin Hoja dalam sebuah anekdot. “Buktinya, tetangga saya yang jatuh dari tangga. Tapi saya yang menderita benjol di kepala.” Ada-ada saja Nasruddin.

Mungkin itu sebabnya Tuhan menyuruh kita saling menasehati. Karena kesalahan satu orang bisa membuat benjol kepala banyak orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s