Abdurrahman Untung [kecik]

Dari sebuah tempat yang jauh

Aku mendengar kisah tentang seorang bocah

Yang tiap kata-katanya adalah puisi

Dan tiap celotehnya adalah prosa

Aku mendengar kisah itu dengan penuh takjub

Sambil berharap suatu saat aku bertemu dia saat dia belum mimpi basah

Dan pada suatu hari aku lewat di depan rumah kata-kata milknya

Kulihat orang-orang berkerumun di sana

Sementara ia bicara kepada orang-orang tua seumur ibu bapaknya

Mahasuci Tuhan

Mahasuci Tuhan

Mengapa tidak Kau cipta aku seperti dia, gumam seorang pemuda

Sementara para ibu yang sedang mengandung,

Mengelus-elus perutnya sambil berdoa:

Tuhan, jangan Kau siksa kami dengan rasa iri

Berilah kami anak seperti dia

(Jika kau mendengar seseorang memujimu, ambillah segenggam pasir, lalu siratkan ke wajahnya.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s