Berkomentar Supaya Tampak Pintar [gedabrusan]

Hari ini saya menerima lebih dari seribu e-mail!


*****


Di
milis-milis, saya mengamati orang-orang begitu bersemangat berkomentar tentang ini itu. Apalagi jika topiknya menyangkut masalah agama. Komentar mereka sahut-menyahut seperti ocehan burung jambul. Seolah-olah mereka adalah orang paling pintar di seluruh kolong langit dan bumi. Sebagian memang tampaknya didasari semangat untuk berbagi, tapi sebagian yang lain tampaknya hanya berusaha untuk tampak pintar. Mereka tak sadar bahwa gedabrusan mereka hanya memenuhi kotak surat anggota milis. Tampaknya, tampak pintar telah menjadi kebutuhan primer orang-orang sekolahan. Sekolah tampaknya hanya hanya membuat orang-orang pandir merasa pintar. Dan pengetahuan agama sering hanya membuat pemiliknya merasa lebih berhak bicara atas nama kebenaran.


Dalam ihlwal ini, saya percaya pada sebuah hukum probabilitas: Orang yang selalu berkomentar tentang ini-itu, berada di antara dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, ia memang benar-benar pintar. Kemungkinan kedua, ia sok pintar. Secara statistik, kemungkinan kedua seratus kali lebih besar daripada kemungkinan pertama.

Ah, saya jadi malu kepada diri saya sendiri. Saya pun, tampaknya, mengidap penyakit ini. Saya sering mencari kepuasan dengan cara berlagak lebih pintar dari yang sebetulnya. Saya sering mengomentari sesuatu, padahal mestinya saya wirang melakukannya.


Tuyul gundul!

Advertisements

One thought on “Berkomentar Supaya Tampak Pintar [gedabrusan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s