Saya Rasa Anda Juga Benar [gedabrusan]

Ini salah satu humor favorit saya:

Di sebuah persidangan, Nasruddin didakwa Penuntut bahwa ia telah melanggar pasal ini, pasal itu. Sebagai orang jujur, ia menanggapi tuduhan itu dengan berkata enteng, “Saya rasa Anda benar.” Mendengar komentar ini, Pembela Nasruddin bersungut-sungut. Ia lalu mengajukan pembelaannya bahwa Nasruddin tidak melanggar hukum, sambil mengutip pasal ini, pasal itu.

Menanggapi pembelaan yang meyakinkan itu, Nasruddin pun berubah pikiran. Lalu ia berkomentar ringan, “Saya rasa Anda juga benar.” Mendengar pendapat Nasruddin yang plin-plan itu, giliran Hakim yang bersungut-sungut, “Tidak mungkin Penuntut benar, Pembela juga benar.” Menanggapi komentar Hakim, Nasruddin lagi-lagi berubah pikiran, lalu bilang sekali lagi, “Saya rasa Anda juga benar!”

*****

Saya menyukai humor ini karena, menurut saya, menyampaikan pesan kearifan yang cerdas. Saya yakin humor ini diciptakan dengan kreativitas yang layak dihargai. Saya lebih menyukainya lagi karena humor ini seperti sedang menyindir diri saya yang sangat peragu-ragu. Sedemikian peragu-ragu, saya sering memutuskan urusan-urusan penting dengan lemparan koin. Saya suka menikmati hal-hal yang terjadi secara kebetulan.

Saya selalu ragu-ragu dengan pilihan saya sendiri. Dalam banyak hal, saya lebih suka bilangan acak yang memutuskan. Dengan begitu, saya tak akan menyalahkan diri sendiri jika belakangan saya tahu pilihan itu keliru, sebab saya tak mungkin menyalahkan bilangan acak. Tuhan tak mungkin keliru.

Kata guru ngaji saya di kampung, ragu-ragu berasal dari setan. Tapi saya ragu-ragu bahwa sifat peragu saya ini termasuk keraguan yang berasal dari setan. Nabi Ibrahim pun, menurut saya, adalah seorang peragu, pada mulanya. Ketika mengamati bintang gemintang, ia menduga benda itulah Tuhan yang sedang ia cari. Tapi ketika mengamati rembulan, ia berubah pikiran. Dan, ketika mengamati matahari, ia pun berseru lagi, “Haadza robbyy.”

Menurut saya, setiap orang butuh sifat ragu dalam dirinya. Dengan kadar keraguan seperti yang dimiliki Ibrahim atau Nasruddin. Buat saya sendiri, sifat peragu-ragu ini menolong saya sehingga tidak mudah percaya begitu saja kepada segala bentuk ajaran dan pola pikir yang saya temui dalam hidup. Dalam banyak hal, sifat ini, menurut saya, positif dan menguntungkan. Meski dalam beberapa hal, sifat ini negatif dan merugikan.

Dalam hal ini, saya rasa saya benar.

Advertisements

3 thoughts on “Saya Rasa Anda Juga Benar [gedabrusan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s