Terima Kasih Telah Kau Curi Sepatuku! [hikayat]

Hari ini sepatu ogut hilang ketika sholat ashar di Masjid Citra Land. Padahal sepatu ogut bukan sepatu mahal. Umurnya pun sudah dua tahun. Seingat ogut, sepatu itu hanya ogut semir satu kali sepanjang hayatnya. Ogut menduga si pencuri mengambil sepatu ogut karena benar-benar terdesak oleh kebutuhan ekonomi akibat kenaikan harga BBM. Soalnya ogut sering sholat di masjid itu dan sepatu ogut aman-aman saja.

Ogut membayangkan si pencuri berkulit gelap seperti ogut. Namanya Herman.

Ketika sadar sepatu ogut dicuri, ogut kesal bukan alang kepalang sebab itu sepatu andalan yang biasa ogut pakai di musim becek. Ogut mengenal diri ogut bukan seorang yang gampang marah, tapi waktu itu ogut bisa geram, mengepalkan tinju. Ogut sempat berdoa kepada Tuhan agar si pencuri kembali lagi ke masjid, sadar dan mengembalikan sepatu lalu meminta maaf.

Dan, apa yang terjadi kemudian adalah sebuah keajaiban yang ogut sendiri pun sulit mempercayainya. Seorang pemuda berkulit gelap datang ke arah ogut sambil menenteng sebuah tas kresek hitam. Ketika ogut masih ternganga dengan pemandangan itu, si pemuda sudah berada persis di depan ogut. Ogut mencubit lengan untuk memastikan bahwa kejadian itu bukan mimpi. Begitu ogut cubit, lengan ogut terasa sakit. Berarti memang ogut tidak sedang bermimpi. Ketika ogut masih ternganga, ia menjabat tangan ogut lalu bilang, “Mas, mbok ya kalau berdoa itu yang realistis. Jangan doa yang konyol dan kekanak-kanakan gitu! Mana mungkin Tuhan mau mengabulkan. Emangnya Tuhan gak punya kerjaan?”

(Jangan pernah berkata sialan!)

Ogut sendiri sulit membedakan mana yang gurauan dan mana yang kejadian nyata. Yang ogut tahu, pemuda itu memang benar. Jika saja Tuhan mengabulkan doa ogut, barangkali ogut akan mengaku menjadi Imam mahdi atau titisan Isa Bin Maryam, seperti yang dilakukan Lia Aminuddin.

Ogut sempat kesal beberapa jam, tapi setelah itu ogut bisa mengikhlaskannya. Si pencuri seolah-olah memberi pelajaran bahwa dalam hidup, ogut harus selalu siap dengan kemungkinan kehilangan. Kehilangan sesuatu ataupun seseorang yang ogut sayangi.

Ogut kemudian meralat doa: semoga dia tidak suka mencuri lagi, dan semoga sepatu ogut berguna bagi dia. Tak peduli apakah sepatu itu ia pakai sendiri, ataukah ia jual lalu uangnya ia pakai untuk membayar utang di warteg. Ogut yakin dia jauh lebih miskin daripada ogut.

Betapa mulia hati ogut.

Advertisements

2 thoughts on “Terima Kasih Telah Kau Curi Sepatuku! [hikayat]

  1. samma!!..kejadian itu 2x gw alamin, dan 2-2nya di Masjid At-Tiin, proses berpikirnya pun kurang lebih sama, juga proses berdo’anya, yang gak sama cuman baris t’akhir he he he….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s