Sidoarjo, Kota Serbapetis [menu sehat]

Description:
Kota ini terkenal dengan terasi dan petisnya. Tapi di samping kedua bumbu ini, Sidoarjo juga punya banyak makanan khas. Kupang lontong, lontong cecek, lontong kikil, kerupuk udang, bandeng asap, bandeng presto, klepon, dan masih banyak lagi.
=====

Ingredients:
Letaknya hanya sekitar 23 km sebelah selatan Surabaya. Sebagai pintu gerbang ke Surabaya, Sidoarjo nyaris tak terpisah dengan kota pahlawan ini. Di wilayah inilah Bandara Internasional Juanda dan Terminal Bungurasih berada.

Dalam urusan makanan ala resto, Sidoarjo mamang kalah dibandingkan Surabaya. Namun dalam urusan makanan tradisional, Sidoarjo lebih kaya. Anda yang berkunjung ke Surabaya, tak rugi jika mampir ke kota petis ini.

Kupang
Dari arah Surabaya, di sepanjang jalan menuju kota Sidoarjo, kita bisa mencoba cemilan pembuka: kerupuk upil. Makanan ringan ini banyak dijajakan di kiri-kanan jalan menuju Sidoarjo. Tak ada versi sejarah yang paling bisa dipercaya tentang asal-usul nama ini. Yang jelas, kerupuk upil tidak digoreng dengan minyak, tetapi dengan pasir. Renyah dimakan langsung, tapi lebih nikmat jika dicocolkan ke dalam petis lebih dulu.

Setelah mencoba kerupuk upil, Anda bisa mencicipi kupang lontong. Makanan ini juga banyak dijual di sepanjang kiri kanan jalan. Maklum, ini merupakan makanan paling khas di Sidoarjo. Anda belum dianggap ke Sidoarjo jika belum mencicipi kupang lontong.

Namun dalam urusan kupang, tak ada yang lebih populer daripada Bursa Kupang. Tempat ini merupakan sentra warung kupang lontong paling besar di Sidoarjo. Buka tiap hari, mulai pukul delapan pagi hingga sepuluh malam. Letaknya di Jl. Raya Gedangan, sebelah utara pangkalan utama TNI angkatan laut III, persis di depan pabrik Maspion III. Di sini ada 20-an warung kupang berederat-deret.

Anda bisa membayangkan rasanya dari bahan dan bumbunya. Kupang termasuk keluarga kerang-kerangan. Bumbunya kolaborasi antara gula pasir, bawang putih, bawang merah, jeruk pecel, lombok, garam, penyedap rasa, dan petis kupang. Karena unsur bumbu-bumbu ini, rasa kupang lontong didominasi gurih dan manis. Anda yang tidak suka masakan manis, bisa minta porsi gula dikurangi.

Biasanya kupang lontong tidak dihidangkan sendirian, tapi bersama lento dan sate kerang. Lento berbahan gorengan parutan ketela pohon yang dicampur kacang merah (kacang tunggak).

Sebagaimana makanan gurih lainnya, kupang lontong enak dinikmati satu porsi saja. Lebih dari itu, kelezatanya tak lagi dijamin.

Setelah menyantap kupang, kita bisa mengobati rasa-sisa di lidah dengan es degan. Selain menyegarkan, air degan diyakini bisa mengurangi kemungkinan alergi akibat kupang pada mereka yang alergi kerang-kerangan. Itu sebabnya warung-warung kupang selalu menyediakan es degan dalam daftar minuman.

Selain Bursa Kupang, kita juga bisa berwisata boga di alun-alun kota. Tiap malam, alun-alun kota menjadi pasar makanan yang ramai nian, terutama pada hari Sabtu. Di sini kita bisa mendapatkan, bukan hanya kupang lontong, tapi juga lontong kikil (sup kaki sapi) dan lontong cecek. Untuk makanan terakhir ini, Anda jangan sampai keliru eja. Bunyi “e” yang benar, seperti di dalam “remeh”. Jika keliru bunyi “e” seperti dalam “telur”, Anda bisa ditertawakan. Sebab, di sini, kata itu bermakna “cecak”.

Cecek merupakan bagian kulit sapi. Rasanya kenyal, mirip kikil. Sebelum dimasak, cecek digoreng dengan pasir lebih dulu. Mirip dengan kupang lontong, bumbu lontong cecek juga didominasi oleh gula dan petis. Lagi-lagi memang petis.

Klepon
Di samping terkenal dengan kupangnya, Sidoarjo juga identik dengan klepon. Penganan ini berbentuk bola-bola, terbuat dari tepung ketan, kanji, gula pasir, gula batok, dan parutan kelapa.

Di Sidoarjo, kita bisa mendapati banyak pusat penjualan klepon. Namun dari sekian banyak penjual klepon, yang paling masyhur adalah Klepon Asli Bulang. Sebagai gambaran, usaha yang dirintis Nunuk Nugraeni bersaudara ini mendapat anugerah Citra Kartini pada 2003 dari pemerintah setempat. Lokasinya di Jl. Raya Bulang No. 5, Kecamatan Prambon, sebelah barat pusat kerajinan kulit Tanggulangin.

Selain klepon, Nunuk juga menyediakan makanan-makanan tradisional lainnya,
lupis, klanting, jongkong, dan gempo. Nunuk menjamin semua produknya bebas dari pengawet maupun pewarna makanan yang berbahaya. Warna hijau klepon berasal dari daun pandan, warna merah klanting dari pewarna bawaan di tepung kanji Rose.

Dengan uang Rp 5 ribu, kita sudah bisa mendapatkan klepon satu kotak karton. Menurut Nunuk, pemilik Klepon Asli Bulang, makanan ini hanya tahan sehari semalam. “Lebih dari sehari, tidak basi, cuma menjadi liat,” katanya.

Oleh-oleh
Selain kupang, kikil, cecek, dan klepon, Sidoarjo juga punya banyak jenis makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Untuk urusan yang satu ini, Anda bisa mendapatkannya di pusat oleh-oleh di Jl. Mojopahit. Lokasinya di jalur Sidoarjo-Malang, di sebelah utara Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.

Di sini, Anda bisa menjumpai banyak toko oleh-oleh di sepanjang kiri kanan jalan. Dari sekian banyak toko, yang paling ramai dikunjungi pembeli adalah Toko Tanjung di Jl. Mojopahit No. 106. Di samping lebih bebas memilih karena swalayan, toko ini juga menyediakan paling banyak pilihan. Bukan hanya oleh-oleh khas Sidoarjo, tapi juga cemilan khas Jawa Timur, bahkan penganan Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Saking kondangnya, toko ini tidak hanya dikunjungi oleh pembeli dari Sidoarjo, tapi juga dari Mojokerto, Pasuruan, hingga Surabaya. Saat libur panjang, toko ini selalu penuh oleh pemudik yang hendak balik ke kota.

Di sini Anda bisa mendapatkan bermacama-macam bandeng olahan (bandeng asap, presto, otak-otak); macam-macam ikan asin garing (teri mawur, ikan jambrong, ikan pedo, ikan layur); berbagai jenis kripik (apel, nangka, pisang, gadung, jamur, udang, sukun, mangga); serta berbagai ragam kerupuk (udang, bawang, terung, teripang, puli); serta berbagai rupa terasi dan petis. Salah satunya, terasi kering “ready-to-use”, yang untuk menggunakannya tinggal dituang dari botolnya.

Salah satu oleh-oleh favorit di sini adalah bandeng asap yang dijual dalam keadaan matang dan tanpa duri. Harga rata-rata satu bandeng besar, sekitar Rp 20-an ribu, termasuk sambal (lagi-lagi) petis. Menurut Yunita, pemilik toko Tanjung, bandeng asap hanya tahan sehari semalam. Jika disimpan di kulkas, ia bisa bertahan sampai tiga hari. Karena sudah matang, sewaktu hendak dihidangkan hanya perlu dikukus atau digoreng sebentar. Selanjutnya, terserah Anda…

Directions:
sidoarjo

Advertisements

4 thoughts on “Sidoarjo, Kota Serbapetis [menu sehat]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s