Pien Tze Huang, Kondang Tapi Remang-remang [intisari]

Penulis: M. Sholekhudin

Di kalangan pemakai obat tradisional Cina, merek ini menjadi maskot. Paling laris di kalangan ibu-ibu yang baru menjalani operasi cesar. Tapi banyak dokter tak merestui pasiennya minum obat ini. Terus, gimana dong?

—–

“Saya sih ikut saran temen aja. Kata dia, lukanya cepet kering setelah minum obat ini,” tutur Ira, ibu yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Seumur-umur dia belum pernah minum obat cina. Tapi begitu mendengar cerita kawannya itu, ditambah kehawatiran lukanya sukar sembuh, Ira pun mencoba. Tentu saja tak bisa dibuktikan, apakah obat ini memang mempercepat kesembuhan lukanya atau tidak. Yang jelas, ia mengaku bisa meninggalkan rumah sakit sehari lebih cepat daripada penghuni kamar sebelah yang menjalani operasi cesar di hari yang sama.

Seperti kebanyakan obat tradisional Cina lainnya, Pien Tze Huang memiliki sejarah panjang. Ramuan ini mulai populer sejak abad ke-16 pada masa Kaisar Shi Zong dari dinasti Ming. Secara harfiah, pien tze huang berarti pil yang bisa menyembuhkan peradangan.

Keampuhan obat ini tersebar dari mulut ke mulut, dari ibu ke anak, dari teman ke kawan. Kemampuannya bertahan dari generasi ke generasi setidaknya menunjukkan bukti empiris keampuhannya.

Saking kondangnya, obat ini menjadi semacam nama generik seperti minyak telon atau galian singset. Tak mengherankan, di toko-toko obat cina, Pien Tze Huang bisa didapati dalam aneka ragam produk. “Kami tidak bisa bilang yang lain palsu, tapi kami hanya menjual Pien Tze Huang buatan Zhang Zhou,” kata Acin, pengelola toko obat cina Ban Seng di kawasan Glodok, Jakarta.

Yang Acin maksud adalah pabrik farmasi Zhang Zhou Pien Tze Huang Pharmaceutical, Cina. Di Indonesia, obat ini didistribusikan oleh agen tunggalnya, PT Saras Subur Ayoe. Pien Tze Huang buatan Zhang Zhou ini merupakan satu-satunya merek Pien Tze Huang yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Itu sebabnya Acin tak menuding yang lain palsu. Promblemnya cuma soal terdaftar atau tidak.

Masalah keragaman Pien Tze Huang tak cuma perkara beda pabrik. Pemalsuan produk milik satu pabrik pun kerap terjadi. “Kami sendiri kadang masih sulit membedakan Pien Tze Huang yang asli dan yang palsu. Jadi, kami mesti buka kemasannya dulu,” ujar Ida Binyanti, Sales & Marketing Managing Director Saras Subur Ayoe.

“Dulu kemasannya masih jelek, jadi gampang ditiru. Tapi sekarang kami sudah pakai stiker hologram laser. Sudah pakai stiker pun masih dipalsu juga!” keluh Ida. Untuk
melawan pembajakan ini, pihak distributor kemudian membuat brosur-brosur yang berisi informasi singkat agar konsumen tak keliru pilih.

Untuk memastikan keaslian, Acin biasanya membuka kemasan primer Pien Tze Huang yang mirip bungkus permen. Dalam bentuk pil tanpa bungkus itulah, Acin mengaku baru bisa memastikan keasliannya.

Satu pil Pien Tze Huang biasanya digerus lalu dimasukkan ke dalam enam kapsul. Aturan pakainya dua kali sehari, masing-masing satu kapsul. Lama minum tergantung kondisi luka. Jika sudah kering, obat bisa dihentikan. Seperti obat cina lainnya, Pien Tze Huang tidak dianjurkan diminum bareng obat dari dokter. Biasanya diberi jarak 1 – 2 jam.

Prosedur standar

Khasiat utama obat ini sebetulnya memperbaiki fungsi hati. Ini setidaknya terlihat dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan maupun dari klaim khasiat yang diiklankan. Namun di Indonesia, obat ini lebih dikenal sebagai pengering luka pascaoperasi cesar.

Para dokter di Chinese University of Hong Kong melaporkan di jurnal Pharmacology & Toxicology, Pien Tze Huang terbukti memiliki aktivitas hepatoprotektor. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Himpunan Farmakologi Kesehatan Tradisional Cina.

Atas dasar penelitian ini, Zhang Zhou Pharmaceutical mengklaim obat ini bisa mengatasi problem liver seperti peningkatan kadar SGOT-SGPT, hepatitis, perlemakan hati, juga kerusakan liver akibat obat atau alkohol. Bahkan obat ini juga dipercaya bisa menghambat perkembangan kanker hati dan diyakini bisa memperpanjang harapan hidup penderita.

Khasiat lainnya, mempercepat penyembuhan luka seperti luka sehabis operasi, luka bakar, juga luka akibat benda tajam dan benda tumpul. Khasiat inilah yang paling sering dicari oleh para ibu yang tak ingin berlama-lama di rumah sakit sesudah operasi cesar.

Seperti kebanyakan obat tradisional lainnya, kandungan aktif Pien Tze Huang masih remang-remang. Meski khasiatnya telah diakui, namun bahan aktif yang bertanggung jawab terhadap khasiat farmakologis itu masih teka-teki.

Faktor inilah yang menyebabkan banyak dokter tak merestui pasiennya minum obat ini ketika mereka menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dokter biasanya cukup memberikan antibiotik, antinyeri-antipanas, serta vitamin. Prinsipnya, pemberian obat diupayakan seminimal mungkin. Bahkan di negara-negara maju, antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi terjadi infeksi. Jika tak ada indikasi, pasien tak perlu berurusan dengan obat ini.

Menurut dr. Nurwansyah, Sp.OG dari RSIB Harapan Kita, Jakarta, metode terapi ini adalah standar prosedur terapi pascaoperasi cesar. Begitu ada kecurigaan terjadi infeksi, dokter akan segera meminta pemeriksaan kultur (pembiakan) bakteri. Setelah dipastikan adanya infeksi, dokter baru memberikan antibiotik. Jenis antibiotik pun selektif, tergantung dari hasil kultur di laboratorium, bukan secara pukul rata.

Di Indonesia, prosedur ini sulit dilaksanakan. Sistem dan teknologi laboratorium umumnya belum cukup memadai untuk melakukan fungsi ini secara cepat dan akurat. Selain itu, faktor alam dan kelembapan udara yang tinggi menyebabkan mikroba gampang tumbuh. Itu sebabnya, dokter biasanya langsung memberikan antibiotik buat semua pasien pascaoperasi cesar.

Biasanya antibiotik itu diberikan selama 3 – 5 hari. Asalkan semua berjalan normal, pada hari keempat atau kelima sejak operasi, pasien biasanya sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Jika dengan
terapi standar ini luka operasi belum sembuh, berarti ada sesuatu yang tak beres. Saat itulah, dokter akan memberikan obat tambahan.

Urusan penumpang

Karena para dokter belum mengizinkan, banyak pasien yang minum obat ini secara kucing-kucingan. “Kalau pasein bertanya kepada saya, ‘Boleh enggak, minum obat ini?, saya jawab, ‘Tidak!’” kata Nurwansyah. “Perkara setelah itu ia tetap minum, saya ‘kan enggak tahu. Saya juga enggak bisa ngelarang. Kalau sudah gitu, urusannya ditanggung penumpang,” tambahnya sambil tergelak.

Tentu saja Nurwansyah tak bermaksud menakut-nakuti pasien. Maklum saja, ilmu kedokteran Barat memang ditegakkan di atas data-data ilmiah. Sebagai dokter, Nurwansyah hanya akan merekomendasikan obat-obat yang telah diketahui bahan aktifnya. “Bukan berarti saya antijamu. Bukan!” tandasnya.

Jika ia melarang pasiennya minum Pien Tze Huang, tak berati ia mengganggap obat tersebut berbahaya. “Saya ‘kan enggak tahu isinya. Mungkin mengandung sejenis antibiotik,” duganya. Ia tidak mengizinkan pasein minum, semata-mata karena ia dituntut untuk hanya berurusan dengan obat yang zat aktifnya telah jelas.

Ia menganalogikan kasus Pien Tze Huang dengan rumput fatimah. Meski kasusnya bukan operasi cesar, keduanya punya konteks yang sama.

Akar rumput fatimah mengandung bahan fitokimia yang merangsang kontraksi rahim. Tumbuhan ini sering dipakai sebagai jamu untuk memperlancar persalinan.

Yang jadi masalah, dosis kandungan fitokimianya tidak bisa diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Rendaman inilah yang diminum. Semakin lama perendaman, kadar zat fitokimia yang terlarut pun semakin pekat. Dosis hari Rabu bisa saja dua kali lipat dosis hari Senin. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur.

Minum jamu ala rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah jika pada proses persalinan itu, dokter juga memberikan obat modern yang merangsang kontraksi usus. Efeknya bisa dobel. Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya bisa berupa rahim robek, perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin. “Makanya, kalau ada pasien tanya, saya bilang enggak boleh,” sambung Nurwansyah.

Nurwansyah mengaku sejauh ini tidak pernah menjumpai kasus timbulnya masalah berat akibat Pien Tze Huang. Yang paling lazim timbul paling-paling reaksi alergi. Meski begitu, ia menyarankan agar pasien tetap berkomunikasi jika minum obat ini. Bagaimanapun, berkomunikasi tentu lebih baik daripada main kucing-kucingan.

Jika setelah ditimbang-timbang, pasien tetap memutuskan untuk minum Pien Tze Huang, urusan selanjutnya ditanggung penumpang. Gampang ‘kan?

Boks

Tips Bila Minum

Minum obat tradisional adalah hak setiap orang. Tapi menghindari risiko adalah keharusan. Jika Anda memutuskan untuk minum obat ini, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut agar terhindar dari risiko buruk.

· Pastikan obat yang Anda minum terdaftar di Badan POM RI. Perkara obat tersebut punya nomor registrasi dari Cina atau Singapura, itu bukan urusan kita.

· Belilah dari toko yang tepercaya. Sekadar informasi, selain tersedia di toko-toko obat tradisional Cina, Pien Tze Huang juga tersedia di ritel-ritel farmasi macam Century Healthcare dan Boston Drugs Pharmacy.

· Saat membeli, datangi beberapa toko untuk perbandingan. Umumnya harga obat palsu jauh lebih murah. Jangan membeli obat yang sama, dengan harga yang jauh lebih murah. Pien Tze Huang buatan Zhang Zhou harganya di atas Rp 200 ribu. Edisi bajakan bisa cuma Rp 50 ribuan.

· Barengi terapi medis dengan banyak makan protein dan tetap menjaga kebersihan.

· Jangan minum obat ini sebelum menjalani operasi. Pien Tze Huang tidak boleh dikonsumsi wanita hamil. Juga tidak dianjurkan buat wanita yang sedang menyusui. Karena itu, jika Anda memutuskan untuk memberikan ASI eksklusif, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya.

Advertisements

One thought on “Pien Tze Huang, Kondang Tapi Remang-remang [intisari]

  1. Thanks atas sharingnya.Saat ini sy disuruh minum Pien Tze Huang sm keluarga.Om sy dulu operasi&meminumx dan skrg alhmdllh sdh baikan.Sy cek keasliannya&ktm blog ini.Pa2 sy beli di toko china di kampung,harganya 400rb.Ternyata di jkt ada jg ya..bhkan di century.Tadinya sy disuruh minum pra-operasi,tp trnyata g boleh ya?boleh tau g knp?sy baca di keteranganx trxta pemakaianx seperti minum obat penyembuhan ya?trims sblmnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s