Selawat Angin [igauan]

Serumpun angin tiba-tiba bertiup
Debu yang diterbangkan adalah aroma
Yang kukenali dari bau harumnya
Yang aneh
Dan selalu membuat aku seperti ditikam rindu
Entah kepada siapa
Seperti rindu seruling kepada rumpun bambu*
Seperti gelisah tanpa sebab
Seperti rasa takut pada sepi
Seperti rasa haru dan sungkawa
Entah kepada apa
Entah kepada siapa

(*izinkan aku mengutipmu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s