Seribu Skala Richter [doa]

Gempa

Tsunami

Lahar

. . . . .

“Manusia butuh agama karena mereka punya rasa takut,” kata seorang pemikir. Saya lupa namanya. Yang jelas, bukan Ucup Kelik.

Kitab suci Alquran menyindir (saya dan kebanyakan orang beragama): Wa idzaa massakumudl dlurru fil bahri dlolla man tad’uuna illaa iyyaah. Falammaa najjaakum ilal barri a’rodltum. Manusia hanya ingat Tuhan ketika ia sedang ditimpa ketakutan. Dan ia akan segera lupa begitu terbebas dari rasa takut.

Lenin pun, dalam sebuah anekdot, secara tidak sadar berseru minta tolong kepada Tuhan, ketika pesawatnya mengalami kecelakaan di angkasa. Anekdot ini, seperti biasa, adalah sebuah sindiran. Atheisme, saya kira, memang bukanlah pengingkaran terhadap kerja Tuhan, tapi pengingkaran terhadap cara pandang orang-orang beragama terhadap Tuhan. Atheisme lahir karena agama gagal menampilkan wajah yang masuk akal. Pertama soal kebenaran absolut. Kedua soal kehendak Tuhan atas manusia.

Dalam melihat bencana alam, pengiman Tuhan menganggap semua bencana adalah akibat langsung dari perbuatan manusia. Bagi mereka yang terbiasa berpikir rasional, pandangan ini tentu sulit diterima akal sehat. Semesta bergerak mengikuti hukum-hukum alam. Bencana alam terjadi mengikuti hukum-hukum ilmu bumi. Sementara perilaku manusia tidak mengubah hukum fisika.

Kalau bencana alam seperti banjir atau longsor, mungkin masih bisa dicari pembenarnya, sebagai akibat dari penggundulan hutan. Tapi bagaimana dengan gempa, tsunami, gunung meletus. Pandangan macam ini, saya kira, hanya akan membuat agama kehilangan daya ikhlasnya. Manusia berbuat baik hanya karena rasa takut terhadap musibah.

Bencana mestinya tidak dipandang secara berbeda dengan kenikmatan. Gempa tidak berbeda dengan panen. Keduanya adalah momentum yang mestinya sama-sama mengingatkan manusia untuk selalu memperbaiki diri.

Sungguh menakjubkan orang-orang yang beriman. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur. Jika mendapat musibah, ia bersabar,” kata Kanjeng Nabi Muhammad (yang kepadanya saya malu).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s