Sulis Sudah Gede [hikayat]

Di pangkalan kwk B-03 Citra Land, ingsun hari ini menjumpai poster konser Cinta Rasul. Gambar di poster itu membuat ingsun teringat saat Sulis mulai terkenal lewat album Cinta Rasul pertama. Saat itu ia masih kanak-kanak. Suaranya melengking tinggi, khas seorang kanak-kanak yang masih belum punya dosa. Anak-anak surga. Yang pena malikat belum berderit mencatat baik buruk perbuatannya.

Igsun begitu menikmati senandung Sulis hingga ketika membeli kaset Cinta Rasul, ingsun hanya berpikir tentang Sulis. Tidak Haddad Alwi. Waktu itu ingsun kurang bisa menikmati suara Haddad Alwi karena ingsun berpikir bahwa dia sudah punya dosa. Sama seperti ingsun. Suaranya adalah suara orang yang berdosa. Bukan suara anak-anak surga seperti Sulis.

Tiap kali membeli kaset Cinta Rasul, ingsun selalu mengamati perubahan nada dasar suara Sulis. Dari album ke album, ingsun selalu memperhatikan perubahan ini. Yang mulanya tinggi melengking, lama-lama merendah. Hingga di album Cinta Rasul yang keenam, Sulis sudah sama sekali bukan seorang kanak-kanak.

Dan hari ini, ingsun melihat poster seorang Sulis yang sudah remaja belasan tahun. Usia di mana seorang gadis mulai diganggu oleh jerawat dan ….. (aha!) (pastinya) pikiran tentang cowok. Usia di mana seseorang secara sadar melakukan sesuatu yang mestinya ia tinggalkan, dan meninggalkan sesuatu yang mestinya ia lakukan.

Usia di mana seseorang sudah punya dosa!

[Betapa lucunya pandangan ingsun.]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s