Kiat Tepat Pilih Cat [intisari]

Penulis: M. Sholekhudin & M. Indra Sukma (wartawan majalah <i>Idea</i>)

Urusan cat dinding bukan hanya masalah ulas-mengulas warna di tembok. Jika pengecatan dilakukan dengan asal-asalan, hasil akhir tidak akan tahan lama. Kalau mau awet, pemilihan jenis cat harus tepat, proses pengecatan juga harus benar. Jika dua unsur ini dipenuhi, hasilnya dijamin memuaskan. Jika pemilihan warnanya tepat, ruangan sempit jadi tampak lapang, rumah gerah pun bisa terasa teduh.

—–

Bagi kebanyakan orang, masalah mengecat rumah mungkin tampak sepele. Tinggal <i>les-oles-oles</i> beres. Saat pengecatan, masalah jangka panjang biasanya tidak diperhitungkan. Yang penting dinding punya warna sesuai dengan keinginan si empunya rumah.

Tak jarang, karena ingin hasil yang cepat dan murah, pengecatan dilakukan asal-asalan. Lalu dalam tempo kurang dari dua atau tiga tahun, cat sudah pudar, mengelupas, berbintik-bintik, atau berjamur. Akibatnya, rumah harus dicat ulang, sama seperti saat awal ketika dinding belum bercat. Walhasil, si empunya rumah harus mengeluarkan ongkos dua kali. Maunya irit, jadinya malah defisit.

Ini masalah yang lazim terjadi. Padahal mestinya problem macam ini tak perlu terjadi jika pertimbangan jangka panjang diperhitungkan sejak awal.

Pertama, soal pemilihan warna cat. Tahap ini biasanya lebih ditentukan oleh selera pemilik rumah. Bahkan jauh sebelum punya rumah sendiri, tiap orang biasanya sudah punya bayangan tentang warna cat rumah. Alasannya mungkin sekadar warna favorit, zodiak, atau mungkin fengshui.

Dengan majunya perkembangan teknologi cat, kini konsumen punya banyak pilihan. Pilihan pertama, kita bisa membeli cat kemasan siap pakai (<i>ready mix</i>) yang tersedia di toko-toko bahan bangunan. Mereknya bermacam-macam. Pilihan harga bisa disesuaikan dengan tebal tipisnya dompet.

Hanya saja, kalau kita membeli cat kemasan siap pakai, pilihan warnanya terbatas. Hanya warna-warna yang memang diproduksi oleh pabrik cat. Dalam satu merek dagang tertentu, jumlah pilihan mungkin hanya puluhan, atau paling banter beberapa ratus macam warna. Kalau kita ingin warna yang betul-betul sesuai selera, kita bisa membelinya dari toko penyedia cat oplos yang sekarang sedang <i>ngetren</i>. Di kota-kota besar, layanan cat oplos biasanya sudah tersedia.

Di sini, kita bisa memilih warna-warna yang tidak tersedia dalam kemasan siap pakai. Jumlah pilihan warnanya ribuan. Kita bisa memilih warna dengan melihat contoh di toko, bisa juga membawa contoh warnanya dari rumah, misalnya dari guntingan majalah. Pihak toko akan membuat warna itu dengan cara mencampur beberapa warna menggunakan mesin pengoplos (<i>tinting machine</i>) yang dilengkapi dengan komputer. Karena itu, biasanya harga cat oplos lebih mahal dibanding cat siap pakai.

Jumlah cat yang dibeli sebaiknya sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai kurang atau lebih terlalu banyak. Jumlah atau volume cat yang dibutuhkan bisa dihitung dari luas total permukaan dinding yang akan dicat dibagi dengan daya sebar cat.

Daya sebar cat adalah luas permukaan dinding yang bisa ditutup oleh cat tiap satu satuan (liter atau kilogram). Daya sebar cat biasanya tercantum di dalam kemasan. Tukang atau pihak toko biasanya juga hapal dan bisa memperkirakannya. Sebagai contoh, jika cat tersedia dalam kemasan 2,5 liter; total luas dindingnya 36 meter persegi; daya sebar cat 4 meter persegi perliter; maka kebutuhan cat adalah 9 liter. Angka 9 liter ini dibulatkan menjadi 10 liter alias 4 kaleng.

Cat siap pakai biasanya tersedia dalam kemasan dengan satuan liter atau kilogram. Karena cat berupa cairan emulsi, menurut Naning Adiwoso, ahli desain interior dari Indonesian Interior and Architectural Space (INIAS) Resource Center, Jakarta, satuan volume (liter) lebih bisa menggambarkan akurasi kuantitas daripada satuan berat (kilogram).

Jika kita membeli dalam jumlah beberapa kaleng, semua kaleng harus dipastikan berisi cat dengan warna yang sama. Soalnya, gradasi warna cat bisa saja tidak bisa dibedakan secara sekilas. Untuk memastikannya, kita bisa melihat kode warna yang tertulis di kemasan.

<b>Harus kering dan rata</b>

Saat memilih warna, efek terhadap ruang juga mesti dipertimbangkan. Sekadar contoh, warna-warna gelap menimbulkan efek seolah-olah dinding lebih dekat sehingga ruangan terkesan lebih sempit. Kalau ingin ruangan terkesan lebih luas, kita bisa menggunakan warna-warna medium. Kalau ingin terasa lebih teduh, kita bisa menggunakan warna-warna dingin seperti hijau atau biru.

Setelah menentukan warna, tahap kedua memilih jenis cat. Cat dinding tersedia dalam dua pilihan pengencer: air (<i>water based</i>) atau solven organik (<i>solvent based</i>). Dari segi kesehatan dan keramahan lingkungan, cat jenis emulsi dalam air lebih dianjurkan daripada emulsi dalam solven organik.

Di toko-toko bahan bangunan, cat dinding tersedia dalam berbagai merek dagang. Tidak ada patokan bahwa satu merek lebih baik daripada merek lainnya. Asal jangan gampa
ng tergoda oleh cat murah yang kualitasnya belum terjamin. Sebab, jika nanti ternyata cat itu tidak tahan lama, biaya pengecatan ulang bisa membuat total ongkos malah jadi lebih mahal.

Pemilihan jenis cat juga harus disesuaikan dengan peruntukannya, apakah untuk mengecat dinding interior ataukah eksterior. Cat dinding interior punya spesifikasi berbeda dengan cat dinding eksterior. Karena dinding luar terpapar oleh sinar matahari, hujan, kelembaban, dan jamur, cat eksterior biasanya ditambah dengan bahan pelindung dari faktor cuaca maupun jamur. Produk-produk ini tersedia dalam berbagai nama generik yang berbeda-beda, tergantung pabriknya.

Pemilihan warna cat eksterior juga sebaiknya memperhitungkan iklim. Untuk Indonesia yang beriklim tropis, daya tahan cat sangat dipengaruhi oleh pengaruh radiasi infra merah dari sinar matahari. Karena itu, saran Naning, untuk cat eksterior sebaiknya dipilih warna-warna medium. Bukan warna-warna gelap karena warna macam ini akan menyerap radiasi lebih banyak.

Setelah urusan memilih cat beres, tahap selanjutnya adalah proses pengecatan. Cat yang bagus bisa saja memberikan hasil akhir yang jelek jika proses pengecatan salah. Komposisi air dan cat harus mengikuti aturan yang tertulis di kemasan.

Untuk tembok yang masih baru, sebelum dicat, permukaan tembok harus dalam keadaan kering dan halus. Permukaan dinding yang tidak rata menyebabkan konsumsi cat lebih boros. Juga menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung pada lapisan cat. Sementara dinding yang masih basah menyebabkan daya rekat cat berkurang.

Permukaan tembok yang terbuat dari semen biasa umumnya butuh waktu sekitar 30 hari untuk benar-benar kering dan siap dicat. Agar masa pengeringan lebih cepat, permukaan tembok sebaiknya dilapisi dengan semen instan pada tahap pengacian (penghalusan). Dengan semen instan, dalam tempo sekitar 8 hari tembok sudah kering dan siap dicat.

Tapi sebelum dicat, permukaan tembok sebaiknya dilapisi dengan <i>paint coat</i>. Fungsinya untuk membuat permukaan lebih rata dan cat merekat lebih kuat. Lapisan semen instan dan <i>paint coat</i> ini juga akan menutupi efek alkalinitas (kebasaan) dinding yang biasanya berasal dari material dinding seperti air, pasir, atau semen. Jika tidak dihilangkan, alkalinitas yang tinggi akan menyebabkan daya rekat cat berkurang.

Di toko-toko bahan bangunan, <i>paint coat</i> ini tersedia dalam berbagai nama, tergantung pabrik yang memproduksi. Menurut Naning, cara <i>coating</i> ini bisa memberikan hasil yang lebih bagus daripada teknik plamir yang menjadi kebiasaan di masyarakat kita selama ini.

<b>Pengecatan ulang ruwet</b>

Pada saat pengecatan, lapisan cat harus dibuat serata mungkin. Untuk permukaan dinding yang lebar, kita bisa menggunakan rol. Untuk bagian-bagian pinggir atau sudut, kita bisa menggunakan kuas. Tidak ada batasan khusus tentang cara mengulaskan cat di dinding. Tapi biasanya lapisan akan rata jika rol bergerak zigzag seolah-olah membentuk huruf-huruf “W” yang tumpang tindih.

Pada tahap ini, kita bisa memeriksa kualitas cat dengan cara meraba permukaan dinding yang baru dicat itu. Cat yang bagus tidak akan meninggalkan bekas di tangan ketika diraba.

Saat mengulaskan cat, sebaiknya dihindari pengecatan yang terlalu tebal dalam sekali proses. Tiga kali lapisan tipis-tipis akan memberikan hasil yang lebih bagus daripada satu lapisan tebal. Agar daya rekatnya kuat, tiap lapisan sebaiknya dibiarkan mengering lebih dulu, baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Waktu jeda untuk pengeringan tergantung dari petunjuk yang ada di kemasan cat. Mungkin seperempat jam, mungkin setengah jam.

Untuk tembok lama yang sudah bercat, aturan pengecatan ulang sama seperti tembok baru. Permukaan dinding harus bersih, kering, dan rata. Prosesnya tergantung dari kualitas lapisan cat yang pertama.

Jika lapisan cat lawas tidak bermasalah, kata Naning, pengecatan kedua bisa dilakukan langsung di atas permukaan cat pertama. Tentu saja setelah dindingnya dipastikan bersih dan kering.

Tapi jika lapisan pertama sudah rusak, misalnya sudah mengelupas, bergelembung, berbintik-bintik, atau berjamur, proses pengecatan ulang bakal lebih ruwet. Pertama-tama, lapisan cat lawas harus dikerok, lalu dindingnya dihaluskan, dibersihkan, dibilas air, dan dikeringkan. Proses inilah yang menyebabkan biaya pengecatan kedua menjadi lebih mahal jika pengecatan pertama dilakukan asal-asalan. Itu sebabnya, masalah jangka panjang harus sudah diperhitungkan sejak pengecatan pertama.

Setelah lapisan cat pertama dibuang, dinding diperlakukan seperti dinding baru. Sebelum dilapisi cat, dinding perlu dilapisi dengan <i>paint coat</i>. <i>Paint coat</i> untuk dinding yang sudah pernah dicat biasanya berbeda dengan <i>paint coat</i> untuk dinding baru. Untuk dinding baru, <i>paint coat</i> biasanya berwarna putih. Tapi untuk dinding yang sudah pernah dicat biasanya bening, tidak berwarna.

Setelah dilapisi <i>paint coat</i>, barulah dinding tersebut siap dicat sesuai dengan warna yang diinginkan. Jika kualitas cat bisa diandalkan, proses pengecatan juga dilakukan dengan benar, hasil akhir pengecatan kedua dijamin akan memuaskan dan tahan lama.

Tak akan terulang lagi masalah lama: maunya biaya dihemat, tapi jatuhnya malah berlipat-lipat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s