Lezatnya Rujak Hidung Asmuni [jajan nusantara]

Ingredients:
Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, masakan ini bukan hanya bermakna sebagai pemuas selera. Rujak cingur telah menjadi identitas. Sama seperti ludruk dan jula-juli (seni berbalas pantun ala Surabaya). Ke-suroboyo-an seseorang bisa diukur dari pengetahuannya tentang ludruk dan makanan-makanan suroboyoan macam rawon dan rujak cingur.

Bagi warga Surabaya yang berada di perantauan seperti Jakarta, rujak cingur bisa menjadi obat rindu kampung halaman. Menikmati kelezatannya sama seperti menikmati guyonan Kartolo lewat kaset MP3.

Di kota asalnya sana, warung-warung rujak cingur gampang sekali dijumpai. Mulai dari kelas rumah makan sampai kelas warung tenda dan kaki lima. Tapi di Jakarta, mencari rujak cingur bukan urusan gampang. Jumlah warungnya mungkin bisa dihitung dengan jari. Salah satunya adalah Warung Rujak Cingur Asmuni yang terletak di Jln. Anggrek Cendrawasih Blok K 37, Kemanggisan, Jakarta Barat (di belakang Apartemen Slipi). Warung ini adalah “saudara tua” dari Warung Rujak Cingur Asmuni yang ada di Trowulan, Mojokerto.

Sejarah warung ini tidak bisa dipisahkan dari sejarah Grup Lawak Srimulat. Waktu mulai buka tahun 1984, warung ini sekaligus menjadi markas para personel Srimulat, termasuk Asmuni. Di tempat ini para awak Srimulat begejekan (kongko santai sambil ngobrol ngalor ngidul), meramu lawakan-lawakan mereka, sementara Bu Asmuni meramu bumbu rujak cingur.

Dalam bahasa Jawa kasar, cingur berarti hidung, dalam hal ini hidung (bagian moncong) sapi. Di Jawa Timur sana, warung milik Asmuni ini biasa diplesetkan menjadi Warung Rujak Cingur-e Asmuni yang berarti Warung Rujak Hidung-Asmuni (bukan hidung sapi).

Hampir seperti kikil atau kulit sapi, cingur kenyal sedikit liat saat digigit. Meskipun namanya rujak cingur, komposisi yang paling banyak dari rujak ini bukan cingur. Isinya campuran sayur, buah, dan cingur. Buah dan sayur yang lazim dipakai antara lain bengkoang, kedondong, timun, bendoyo (krai rebus), tahu, tempe, lontong, kangkung, kecambah, dan kacang panjang. Melihat bahan-bahannya, rujak cingur mungkin tampak aneh bagi mereka yang belum pernah makan. Bukan rujak buah, bukan pula gado-gado.

Seperti rujak pada umumnya, unsur utama yang menentukan kelezatan masakan ini adalah sambalnya. Tapi komposisi sambal rujak cingur berbeda dengan kebanyakan rujak jenis lain. Unsur utamanya adalah petis dan terasi yang keduanya terbuat dari ekstrak udang. Petis untuk rujak cingur ada dua macam, petis kelas satu dan petis kelas dua. (Dalam bahasa sehari-hari di Surabaya, kedua jenis petis ini disebut petis enak dan petis tidak enak.)

Agar sambal terasa lezat, kedua jenis petis ini harus dalam komposisi yang pas. “Jika komposisinya tidak pas, sambalnya teras pahit,” kata Pieter, wong asli Suroboyo yang telah menjadi pelanggan rujak cingur Asmuni sejak tahun 1990-an. Di Jakarta, Pieter mengaku sering mencoba rujak cingur di beberapa tempat, tapi yang paling cocok dengan lidahnya adalah rujak cingur Asmuni.

Saking akrabnya dengan rujak cingur, Pieter mengaku bisa membedakan rasa petis yang asli Surabaya dan yang bukan. “Biasanya sambalnya juga terasa pahit,” kata Pieter tentang petis yang bukan petis Surabaya.

Hal ini dibenarkan oleh Basuki, pemilik warung yang masih kerabat Asmuni (bukan Basuki Srimulat). Karena itu, untuk menjaga rasa khasnya, Basuki mengaku mendatangkan petis dan terasi dari negeri asalnya, Surabaya atau Sidoarjo.

Sekali waktu pernah ia kehabisan persediaan terasi dan menggunakan terasi yang dibeli dari supermarket. Ternyata sambalnya terasa lain dan para pelanggannya pun bisa merasakan perubahan itu.

Rupanya tidak menarik
Selain petis dan terasi, bumbu lainnya adalah kacang tanah, gula merah, garam, cabe, dan serutan pisang batu (pisang kluthuk). Setelah semua bumbu ini diulek di cobek, hasil akhirnya berupa sambal yang berwarna hitam.

Dalam satu porsi biasanya sambalnya berisi tiga buah cabe merah. Rasa pedasnya pas di kebanyakan lidah. Tapi banyak pula penggemar berat rujak cingur yang memesan sambal super pedas. Cabenya bukan lagi tiga atau lima biji, tapi belasan sampai di atas dua puluh buah. Entah bagaimana pedasnya. Yang jelas, kalau pembeli minta cabe sampai belasan buah, ia harus membayar Rp 1.000 – 2.000 lebih mahal dari harga biasa yang Rp 10.000 per porsi.

Saat penyajian, semua bahan (sayur, buah, dan cingur) dicampur dengan sambal. Bentuknya mirip gado-gado yang berwarna hitam. Sekilas tampak sama sekali tidak menarik.

Biasanya rujak cingur dihidangkan bersama kerupuk, bakwan jagung, dan mendol. Mendol adalah sejenis bakwan tapi terbuat dari tempe yang diulek. Bumbu utamanya garam, cabe, dan kencur. Itu sebabnya mendol bercita rasa kencur.

Kebanyakan penggemar masakan ini memang warga Surabaya dan sekitarnya. Meski begitu, tak sedikit penggemar yang bukan warga Surabaya. Sebut saja Sukasno, seorang bapak yang berasal dari Yogyakarta. Ia mengaku menyukai rujak cingur sejak mengenal warung Asmuni di awal 1990-an. Dalam seminggu ia biasa makan rujak cingur dua kali di warung yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 21.00 WIB ini.

Bagi sebagian besar orang yang tidak berasal dari Surabaya atau Jawa Timur, masakan ini terbilang kurang populer. Sebagian orang malah mungkin tidak doyan. Basuki bercerita, sekali waktu pernah datang orang Padang memesan rujak cingur. Hanya karena penasaran, ingin tahu rasanya. Ia menyangka rujak ini sama seperti rujak buah. Begitu pesanan dihidangkan, Si Padang hanya cengar-cengir melihat rujak hitam di mejanya. Akhirnya ia tidak jadi makan rujak hidung itu. Sebagai gantinya ia memesan gado-gado.

Pernah pula Basuki melayani pembeli yang menyukai rasa sambal rujak cingur tapi tidak menyukai cingurnya. Karena, katanya, dagingnya terasa kenyal-kenyal geli saat digigit. Akhirnya ia malah minta agar daging cingurnya diganti dengan daging rawon, yang juga menu andalan di warung ini. Walhasil, ia makan rujak cingur tapi minus cingur.

Boks:
Lokasi lain:
 Depot Malang, Jln. Cikajang No.32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rasa rujak cingurnya tidak kalah lezat dibandingkan rujak cingur Asmuni.
 Lokasi lain menyusul, kalau ketemu lagi saat liputan.

Directions:
Warung Rujak Cingur Asmuni, Slipi

Advertisements

2 thoughts on “Lezatnya Rujak Hidung Asmuni [jajan nusantara]

  1. Silakan datang ke rumah makan milik Pakde saya (:p): RM Pak Sadi (jual soto ayam ambengan dan masakan jawa timuran). Alamatnya di Jln. Pejuang Pelajar No 60 (daerah lingkar selatan). Telp. 022-730 29 72. Harga seporsi agak mahal, 15 ribu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s