Rasa Madiun Selera Nusantara [jajan nusantara]

Ingredients:
Naskah : M. Sholekhudin
Foto-foto : Ibas

Di Jawa Timur, pecel tergolong makanan yang sangat merakyat. Bisa dijumpai hampir di seluruh daerah. Tak mengherankan jika kemudian Jawa Timur punya pecel madiun, pecel kediri, pecel ponorogo, pecel tulungagung, pecel blitar, dan masih banyak lagi. Tapi dari sekian banyak jenis pecel daerah itu, yang paling kondang adalah pecel madiun.

Di Jabodetabek, ada banyak pecel madiun yang bisa direkomendasikan. Salah satunya Pecel Madiun Mbak Ira, di Jln. Margonda Raya, depan Mal Depok. Dari luar, rumah makan ini tampak sempit meski sebetulnya di dalam cukup lega karena ruangannya memanjang.

Dari tampilan fisiknya, Pecel Madiun Mbak Ira tidak berbeda dengan pecel madiun atau bahkan pecel daerah lain. Di sini pecel dihidangkan di atas piring yang dilapisi daun pisang. Meskipun kita belum mencicipi rasanya, adanya tambahan daun pisang ini bisa menambah selera makan.

Porsi nasinya pas untuk kebanyakan orang kantoran. Cukup mengenyangkan, tidak membuat kekenyangan.

Sama seperti pecel lain, pecel Mbak Ira berisi daun singkong, bayam, taoge, kacang panjang, tempe orek, serundeng. Sambalnya tidak terlalu cair, sehingga tidak belepotan saat dilumurkan ke bagian sayurnya. Peyek kacang ditaruh paling akhir, setelah itu nasi pecel siap dihidangkan. (Secara selang-seling berdasarkan hari, peyek kacang diganti dengan peyek teri.)

Setelah membaca doa sebelum makan, kita bisa memulai santap pecel dari peyeknya dulu sebagai pembuka. Peyek Mbak Ira khas. Renyah tapi empuk. Tidak terlalu kering, tapi saat digigit tetap berbunyi kriuk.

Selesai peyek, kita bisa langsung menikmati pecel Mbak Ira yang pedasnya, lagi-lagi, pas. Tidak terlalu manis, cukup hangat di perut, tidak terlalu panas di lidah. Bisa dijadikan menu sarapan, cocok dimakan siang, tetap enak disantap malam. “Kami memakai cabe merah. Cabe kempling hanya sebagai campuran,” kata Khiki Purnomo, pengelola warung, putra Mbak Ira. Cabe kempling yang Khiki maksud adalah cabe rawit yang pedas itu.

Tingkat kepedasan Pecel Mbak Ira yang sekarang ini adalah hasil dari proses panjang sejak warung ini buka tahun 1993. Ira sempat mencoba-coba berbagai tingkat kepedasan. Pernah juga membuat pilihan sambal pedas biasa dan pedas sekali. Tapi cara ini malah membuat pengunjung bingung.

Akhirnya, tingkat kepedasan dibuat sesuai dengan pilihan mayoritas. “Kalau ada yang merasa masih kurang pedas, ya kita tambah aja sambelnya,” ujar pemilik warung yang buka tiap hari pukul 08.00 – 21.00 WIB ini. Tingkat kepedasan memang menjadi masalah utama yang menentukan enak tidaknya sambal pecel. “Saya suka makan di sini karena sambelnya enak dan tidak terlalu basah,” kata Koko, pelanggan warung yang berasal dari nJombang.

Seperti pecel pada umumnya, pecel Mbak Ira terbuat dari kacang tanah yang disangrai, gula merah, cabe merah, asam kawak, dan daun jeruk purut. Tak ada bahan khusus. Semua komponen bisa didapat di Depok dan Jakarta. Yang asli Madiun hanya peracik dan seni meraciknya. “Bumbu pecel di mana-mana ‘kan sama saja, yang beda itu komposisinya,” kata Khiki, yang diiyakan ibunya dengan anggukan kepala.

Permainan komposisi inilah yang membedakan Pecel Madiun Mbak Ira dengan pecel-pecel lain. Komponen boleh sama, tapi komposisi beda.

Selera Indonesia
Di kampung halamannya sana, pecel madiun biasanya menyertakan biji lamotoro (petai cina). Kadang ditambah kemangi atau kembang turi. Saat awal-awal buka, Pecel Madiun Mbak Ira pernah menyertakan biji lamtoro dan kembang turi. Tapi karena susah dicari di Depok dan sekitarnya, akhirnya kedua komponen ini ditinggalkan. “Enggak enak sama pelanggan, soalnya kadang ada, kadang enggak ada,” kata Khiki. Sekali waktu pernah Ira memesan kedua bahan ini dari kampung halamannya, tapi begitu sampai di Depok, kondisinya sudah tidak layak pakai. Sejak itu, Pecel Madiun Mbak Ira tidak lagi menyertakan lamtoro dan kembang turi.

Tanpa tambahan lauk pun, Pecel Madiun Mbak Ira sebetulnya sudah cukup mantap disantap. Tapi akan lebih terasa mantap lagi kalau ditambah dengan empal sapi. Empalnya empuk, gurihnya terasa sampai di gigitan terakhir. Yang tak suka empal, boleh memilih ayam, telur, paru, atau tempe bacem.

Saat ini nama Pecel Madiun Mbak Ira sudah dipatenkan. Selain melayani katering, kini rumah makan ini juga mempunyai tiga cabang, di food court Depok Town Square, di Jln. Alternatif Cibubur (300 m sebelum perempatan Cikeas), dan di food court plasa Bumi Serpong Damai, Tangerang. Khiki menjamin rasa pecel di semua cabangnya sama seperti yang di Depok karena semua sambalnya diracik di satu tempat.

Menurut Khiki, sebagian besar penggemar masakannya memang orang Jawa Timuran. Tapi bukan berarti masakan ini tidak cocok buat lidah selain orang Jawa Timur. Khiki mengaku punya banyak pelanggan yang bukan berasal dari Jawa Timur, bahkan luar Jawa. Tak berlebihan jika kemudian ia memasang slogan di bawah nama Pecel Madiun Mbak Ira: Masakan Kampoeng, Selera Indonesia.

Boks
Penjual Pecel Madiun lain di Jabodetabek
1. Nasi Pecel Madiun Bu Suyati, warung kakilima di Jln. Balai Pustaka Timur, samping Tip Top. Harga satu porsi cukup Rp 6.000,-. Bumbu pecel komplet, plus kemangi dan biji lamtoro.
2. Nyusul, kalau ketemu lagi.

Directions:
Pecel Madiun Mbak Ira, Jln. Margonda Raya, seberang Mal Depok

Advertisements

2 thoughts on “Rasa Madiun Selera Nusantara [jajan nusantara]

  1. Di dekat kantor saya (Jakbar) ada rumah makan Pecel Pincuk Madiun, tepatnya di Jl. Pesanggrahan, dekat perempatan (bekas) Hero, sederetan dengan Bank Windu, di seberang English First. Tapi saya sendiri belum pernah mencoba soalnya kayaknya mahal… (:p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s