Hakuna Matata ala Meerkat [intisari]

Penulis M. Sholekhudin

Pernah menonton film kartun <i>The Lion King</i> (TLK)? Jika pernah, Anda tentu tahu Timon, tokoh hewan berbadan kecil yang perangainya kocak dan sok pintar. Di alam nyata, hewan ini dikenal dengan nama meerkat (baca: mirket). Tingkah laku aslinya juga mirip dengan karakternya di dalam film kartun itu. Tampang dan perilakunya lucu.

Alkisah, di kerajaan binatang <i>Pride Lands</i>, sedang terjadi kudeta berdarah. Raja Mufasa, seekor singa, dibunuh oleh Scar, saudara kandungnya sendiri. Simba, anak Mufasa yang sekaligus putra mahkota, melarikan diri ke luar wilayah kerajaan ayahnya. Di tempat pelariannya ini, ia diselamatkan oleh seekor babi hutan bernama Pumbaa dan seekor meerkat bernama Timon.

Di tempat baru ini, Simba menghabiskan waktu sampai dewasa. Di sini Simba mengikuti cara hidup Timon dan Pumbaa. Meskipun ia seekor singa, sehari-hari ia makan cacing, kelabang, dan serangga. Persis seperti cara makan Timon. Setelah cukup kuat sebagai singa jantan dewasa, ia kembali ke wilayah kerajaan ayahnya, yang luasnya meliputi “semua tempat yang dijamah oleh cahaya Matahari”. Dengan bantuan Timon dan Pumbaa, Simba akhirnya berhasil merebut tahta dari tangan Scar.

Di dalam film kartun itu, tokoh Timon digambarkan sebagai hewan kecil yang kocak, konyol, sok pintar, dan tak pernah takut. Ketika Simba merasa lapar, ia dengan enteng mengajaknya mencari makanan di balik gelondongan pohon tumbang untuk mencari serangga dan hewan-hewan melata di bawahnya. Sambil bernyanyi riang, ia mengajari anak singa itu makan cacing dan serangga. “<i>Hakuna matata</i>! <i>Hakuna matata</i>!” dendangnya berulang-ulang. Maksudnya, tak usah khawatir, di sini banyak makanan. Ia tidak tahu bahwa singa biasanya makan rusa, zebra, atau hewan-hewan besar lainnya.

Di film kartun itu, Timon menganggap dirinya sebagai anggota keluarga kucing-kucingan. Tapi dalam taksonomi, satwa ini termasuk keluarga musang-musangan. Nama ilmiahnya <i>Suricate suricatta</i>. Hewan ini diyakini berasal dari wilayah selatan benua Afrika, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, hewan ini bisa dijumpai di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.

Di sebagian masyarakat Afrika, misalnya di Zambia dan Zimbabwe, hewan ini dipercaya sebagai penjelmaan Dewa Matahari. Ia bertugas melindungi manusia dari gangguan binatang jadi-jadian yang biasanya menyerang penduduk desa saat bulan purnama.

<b>Membunuh Demi Anaknya</b>

Ukuran badan satwa ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan kebanyakan musang dalam satu famili. Badannya kerempeng. Panjangnya hanya sekitar 30 cm. Ekornya sekitar 20 cm. Total panjang badan dari ekor sampai kepala hanya sekitar 50 cm. Bobot badan meerkat dewasa hanya sekitar 700-an gram alias tidak sampai 1 kilogram.

Di film TLK, meerkat (Timon) digambarkan secara proporsional sebagai hewan yang ukurannya lebih kecil daripada kaki singa (Simba). Saking kecilnya, ia suka tidur dengan menggunakan telapak kaki Simba sebagai selimut.

Seperti umumnya musang dan kucing, meerkat tergolong hewan berkaki empat. Tapi ia juga bisa berdiri, bertumpu pada kedua kaki belakang. Jika sedang berdiri, kedua kaki depannya diangkat sehingga tampak tegak seperti cara manusia berdiri. Ekornya membantu menjaga keseimbangan.

Di alam bebas, meerkat biasanya berumur 5 – 15 tahun. Saat baru lahir, mata dan telinga bayi meerkat dalam keadaan tertutup. Selama berhari-hari ia tidak bisa membuka mata dan telinganya. Juga tidak bisa kencing dan membuang tinja kecuali dirangsang oleh induknya. Setelah umurnya 10 hari, ia baru bisa membuka mata, melihat wajah emaknya yang monyong. Setelah berumur 14 hari, ia baru bisa membuka telinga.

Sebelum bisa membuka mata dan telinga, meerkat biasanya tinggal terus di dalam sarang, yang berupa liang di dalam tanah. Setelah umur si meerkat anakan sekitar 20-an hari, induknya baru mengajaknya keluar dari sarang.

Seperti umumnya mamalia lain, meerkat kecil menyusu pada ibunya. Kadang juga menyusu kepada meerkat betina dewasa lain yang bukan emak kandungnya tapi masih dalam satu kelompok. Begitu umurnya mencapai 50-an hari, meerkat kecil mulai disapih. Ia tidak lagi terus-terusan disusui dan disuapi induknya. Sejak itu ia boleh ikut mencari makan bersama meerkat dewasa.

Induknya akan melakukan apa saja demi menjaga anaknya tetap hidup sampai dewasa. Meski tampangnya imut, hewan ini tak segan membunuh sesamanya dalam persaingan memperebutkan makanan. Tak jarang induk meerkat membunuh anakan meerkat lain yang bukan anaknya. Tujuannya semata-mata agar anaknya tidak kalah dalam bersaing memperebutkan makanan. Kadang bukan hanya anakan lain yang dibunuh, induk dari para anakan pesaing itu juga dibunuh.

<b>Doyan Kalajengking</b>

Saat masih kecil, meerkat mengandalkan makanan dari hasil buruan meerkat dewasa di dalam kelompoknya. Saat ia sudah dewasa dan matang secara seksual, ia biasanya keluar dari kelompoknya untuk mencari meerkat betina dari kelompok lain.

Umur satu tahun, meerkat jantan maupun betina sudah siap kawin. Selama hidupnya, seekor meerkat betina bisa bunting dan melahirkan setiap tahun. Masa buntingnya sekitar sebelas minggu. Sekali induk melahirkan, jumlah anaknya rata-rata tiga ekor. Di habitatnya, mereka biasanya melahirkan pada bulan Agustus sampai Maret.

Sebagai tempat tinggalnya, satwa ini menyukai daerah lapang seperti padang sabana (padang rumput yang ada pepohonannya). Di film TLK, Timon dan Pumbaa digambarkan hidup bersama di padang dan hutan, tanpa tempat tinggal permanen. Ketika Simba bertanya kepada Timon di mana tempat tinggalnya, si meerkat ini menjawab, “<i>We live wherever we want</i>.” Lalu dengan mantap, Pumbaa menambahkan, “<i>Home is where your rump rests</i>.” (Rumah adalah tempat di mana pantatmu beristirahat.)

Di habitatnya, hewan ini hidup berkelompok. Tidak seperti Timon yang hidup bersama babi, keluyuran tak tentu arah. Satu koloni meerkat biasanya beranggotakan 30-an ekor. Mereka membangun sarang berupa liang-liang yang dihubungkan oleh terowongan-te
rowongan di dalam tanah. Satu koloni biasanya berisi beberapa pasang meerkat jantan dan betina sebagai pemimpin beserta anak-anak mereka. (Kehidupan mereka digambarkan lebih jelas di sekuel TLK 1½, yang kadang disebut TLK 3. Ini sekuel lucu-lucuan TLK yang menempatkan Timon sebagai lakon).

Di kalangan sesama anggota koloni, mereka punya kebiasaan menjilati wajah. Ini terutama dilakukan oleh meerkat betina terhadap meerkat jantan yang berkuasa. Perilaku ini juga mereka lakukan jika bertemu dengan anggota koloni yang baru datang setelah mencari makanan.

Makanan utama mereka adalah serangga. Kadang mereka juga makan reptil kecil seperti kadal, cecak, dan ular. Bukan hanya serangga dan reptil kecil, laba-laba dan kalajengking pun mereka santap jika ketemu. Sebelum makan kalajengking, mereka dengan ahli akan membuang bagian sengatnya lebih dulu. Karena terbiasa berurusan dengan kalajengking, badan mereka sudah separuh kebal terhadap bisa. Sengat kalajengking tidak membuat mereka takut. <i>Hakuna matata</i>!

Dalah hal belajar-mengajar, meerkat punya sedikit kemiripan dengan manusia. Meerkat senior punya kebiasaan mengajari meerkat yunior cara membuang sengat kalajengking. Persis seperti Timon yang berlagak seperti guru saat ia mengajari Simba cara makan serangga.

Tubuh hewan mungil ini tidak bisa menyimpan lemak dari makanan sebagai timbunan energi. Karena itu, mereka berburu mangsa setiap hari. Persis seperti kebiasaan Timon. Ketika lapar, ia tinggal mengorek-ngorek bagian bawah kayu atau daun yang busuk untuk mencari serangga. Di hutan dan padang sabana, serangga selalu tersedia setiap hari. <i>Hakuna matata</i>!

Satwa ini tergolong hewan diurnal, aktif di siang hari. Biasanya mereka lebih suka berburu makanan ketika cuaca sedang cerah. Jika cuaca sedang mendung, hujan, atau terlalu terik, mereka lebih suka menghabiskan waktu di dalam sarang mereka di dalam tanah. Di Taman Safari, mereka suka <i>ngumpet</i> dan hanya akan menemui pengunjung jika dipancing lebih dulu.

<b>Giliran Piket Jaga</b>

Di alam, mereka menjadi mata rantai makanan di bawah burung elang, serigala, atau mamalia karnivor lain yang lebih besar. Pumbaa dan Simba tidak termasuk dalam daftar predator mereka. Pumbaa tidak doyan makan meerkat. Simba tidak sudi makan karena badan meerkat terlalu kecil, hanya membuat <i>slilitan</i>.

Saat berhadapan dengan predator, meerkat punya perilaku pertahanan diri yang unik. Mereka langsung berdiri tegak dengan dua kaki belakang. Jika berdiri dengan empat kaki, meerkat akan melengkungkan punggungnya sehingga ia tampak lebih tinggi. Badannya juga kelihatan lebih besar dari yang sebenarnya karena semua rambutnya ikut berdiri, ekornya juga ikut tegang. Ia menggertak lawan dengan cara menggeram dan menggetarkan badan. Mirip kelakuan Timon yang sok pemberani.

Jika sedang berkelompok, mereka menakut-nakuti predator dengan cara mengepungnya. Jika kebetulan mereka sedang bersama anak-anak, mereka menjadikan badan mereka sebagai tameng yang menutupi badan anak-anaknya. Seolah-olah mereka hendak berkata kepada anak-anaknya, “<i>Hakuna matata</i>!”

Jika sedang mencari makan bersama kelompoknya, meerkat bekerja sama dengan penuh setia kawan. Di antara mereka, selalu ada satu atau beberapa ekor meerkat yang dengan sukarela menjadi penjaga. Selagi anggota koloni mencari serangga, para penjaga ini bertugas mengawasi keadaan sekeliling. Berjaga-berjaga mengantisipasi datangnya bahaya.

Petugas jaga digilir di antara anggota kelompok. Dalam satu periode perburuan makanan, masa piket ini lamanya sekitar satu jam. Selama masa jaga itu, meerkat pengawas tidak boleh ikut makan. Sebelum tiba giliran, mereka harus tetap siaga sementara para meerkat lainnya berpesta makan serangga.

Jika bahaya datang, misalnya predator mendekat, meerkat penjaga ini memberi isyarat suara kepada kelompoknya untuk bersembunyi, masuk ke dalam liang. Ia masuk liang persembunyian belakangan. Setelah dirasa cukup aman, meerkat penjaga akan keluar dari liang paling awal lalu mengamati sekeliling sambil terus memberi isyarat suara. Jika ia tidak mengeluarkan suara lagi, berarti kondisi di luar sudah aman. Meerkat yang bersembunyi bisa keluar lagi, mencari mangsa lagi. Tak perlu khawatir karena bahaya sudah pergi.

Dalam semua keadaan, motto mereka tetap sama: <i>Hakuna matata</i>!

[gambar dari dinosoria.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s