Ikan Bakar Chi Met Sambelnya Nempeleng [jajan bandung]

Di kota Bandung, ada banyak sekali rumah makan <i>seafood</i> atau ikan bakar. Dari sekian banyak itu, tak berlebihan jika Ikan Bakar Pak Chi Met masuk dalam daftar rumah makan seafood yang layak dikunjungi. Rumah makan yang buka tiap hari ini buka di tiga tempat. Pusatnya di Jalan Sukajadi No. 157. Dibandingkan dua cabangnya, pilihan menu di sini paling komplet. Ruangannya luas dan adem.

Nama rumah makan ini Ikan Bakar Pak Chi Met. Melihat namanya, banyak pengunjung menyangka Chi Met adalah nama pemiliknya. Ternyata bukan. Pemiliknya Hendri Firmansyah, pengusaha muda yang membuka rumah makan empat tahun lalu. “Chi Met itu bahasa Thailand. Artinya ketumbar,” kata Yantie Husen, manajer rumah makan.

Rumah makan ini diberi nama Chi Met karena memang ketumbar merupakan komponen penting yang terdapat di dalam bumbunya. Ini yang menjadi ciri khas yang membedakan rumah makan ini dengan restoran <i>seafood</i> kebanyakan.

Tentu saja tidak semua menu bumbunya mengandung ketumbar. Tapi jumlahnya cukup banyak dan tidak lazim untuk kebanyakan rumah makan <i>seafood</i>. Jumlah menu yang menggunakan ketumbar dalam bumbunya sekitar 60 – 70 persen. Bisa dibayangkan rasanya. Semuanya bercitarasa ketumbar. Tapi jangan bayangkan citarasa ketumbarnya begitu dominan sampai mengalahkan rempah lainnya. Sama sekali tidak. Rempah lainnya tetap menonjol sesuai dengan jenis masakannya.

Untuk mengetahui seberapa kentara ketumbar di dalam bumbunya, kita bisa mencoba cumi lada hitam. Ladanya tetap dominan. Benar-benar terasa. Sejak gigitan pertama, kita langsung bisa merasakan pedas lada yang menggigit.

Di sini menu tersedia dalam bentuk paket-paket, tapi kita juga bisa pesan dalam bentuk satuan. Sebut saja paket ikan komplet (Rp30.000,-), atau paket ulam ikan (Rp35.000,-). Satu paket sudah termasuk nasi, ikan, sayur, lalapan, sambal, dan minuman.

Ulam ikan termasuk paket yang banyak dipesan pembeli. Di telinga orang Jawa, nama paket ini mungkin terasa aneh. Ulam, dalam bahasa Jawa halus, berarti ikan. Jadi, ulam ikan berarti ikan ikan. Di sini, yang dimaksud ulam ikan adalah satu menu yang isinya bermacam-macam ikan. Isi lengkapnya, ikan bakar, cumi, dan udang. Ikannya terserah kita. Yang suka kakap boleh pilih kakap, yang gemar gurami bisa pilih gurami.

Jika tak mau paket, kita bisa pesan dalam bentuk satuan. Tersedia sekitar sepuluhan jenis ikan-ikanan dan sebangsanya, mulai dari ikan gurami, bawal, kakap, kuwe, udang, cumi, kerang, kepting, juga ayam. Pilihan bumbunya macam-macam. Rata-rata harganya sekitar 20 – 30-an ribu rupaih. Semua harga itu sudah termasuk nasi dan lalapan.

Begitu pesanan datang di meja, dijamin kita tak akan sanggup berlama-lama menunggu untuk segera cuci tangan. Setiap pesanan selalu disertai dengan sambal tiga macam, yaitu sambal kecap, sambal terasi mangga muda, dan sambal dabu-dabu (isinya cabe rawit, tomat, bawang merah, dan air jeruk nipis). Semua pesanan diberi satu set sambel ini. “<i>Sambelnya nempeleng</i>,” kata seorang artis yang menulis kesan di buku tamu. (Nempeleng! <i>Aya aya wae</i> istilahnya).

Selain ikan-ikanan, di sini juga tersedia cah beberapa macam sayur. Cah memang bukan sesuatu yang istimewa. Standar rumah makan <i>seafood</i> di mana-mana. Tapi di sini, ada satu jenis cah yang mungkin sulit kita temui di rumah makan lain, yaitu cah pucuk daun waluh. Daun waluh tidak lazim dipakai sebagai cah dalam tradisi restoran <i>seafood</i>. Daun ini permukaannya kasar.

Di rumah makan Pak Chi Met ini, daun waluh yang dipakai hanya bagian pupusnya. Bagian daun yang tua tidak dipakai karena tekturnya terlalu kasar. Saat matang pun, tektur kasar pucuk daun masih sedikit terasa. Waktu digigit, masih ada sedikit <i>kres kres</i>-nya. Tapi justru itulah yang membuat cah ini berbeda dengan cah kangkung yang biasa kita temui di rumah makan <i>seafood</i> kebanyakan.

Sebagai minumnya, kita bisa pesan jus Chi Met. Ini hanya nama. Tak ada ketumbarnya. Isinya campuran antara sawi hijau, nanas, dan lemon. Rasanya campuran manis nanas, asam lemon, dan rasa tawar sawi. Cocok sebagai penyegar mulut setelah makan ikan bakar yang berbumbu.

Karena semua menu Chi Met mantap <i>pisan</i>, saat membayar di kasir, uang Rp30.000,- dijamin akan terasa murah. (emshol)

Alamat Rumah Makan Pak Chi Met:

· Jln. Sukajadi No. 157

· Jln. Buah Batu No. 162

· Pasar Baru Food Court B-46, Jln. Otto Iskandar Dinata No. 30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s