Sejarah = Ketidaktahuan + Kesalahtangkapan

Ketika berada di Selat Sunda, seorang kapten kapal India bertanya kepada seorang nelayan Banten yang sedang memancing, apa nama gunung yang tampak dari jauh itu. Si nelayan, dengan cuek menjawab, “Kaga tau!”

[Asal-usul nama Krakatau, dari buku Krakatoa, Simon Winchester, berdasarkan sumber yang tidak layak dipercaya]

Advertisements

4 thoughts on “Sejarah = Ketidaktahuan + Kesalahtangkapan

  1. Ketika seorang jabang bayi (laki-laki) baru lahir, seorang bapak bertanya pada suster yang membantu persalinan istrinya: “Suster, kira-kira apa ya nama yang pantas untuk anak saya?”. Suster itu kemudian dengan ketus menjawab: “Emang Gue Pikirin!”.(Asal-usul nama M. Sholehudin (pemilik blog ini), berdasarkan sumber yang direkayasa).

  2. Suatu kali, seorang nenek yang telinganya sudah uzur berkunjung ke rumah tetangganya, sama-sama nenek yang juga sudah uzur. Melihat tetangganya menggendong seorang bayi laki-laki, si nenek pertama berkomentar, ”Ganteng sekali cucumu. Siapa namanya?”“Suratno,” jawab nenek kedua.“Suratno? Bagus sekali namanya!”“Ah, kamu ini benar-benar sudah tuli. Namanya Su-rat-no!” “Oh maaf, saya kira Suratno!” jawabnya sambil terseyum malu. [:Sejarah tersusun dari mata rantai kekeliruan-kekeliruan yang saling menganulir sehingga hasil akhirnya berupa sebuah kebenaran yang sifatnya kebetulan.]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s