Jamu Ginggang untuk Semua Orang [jajan jogja]


Jamu Ginggang untuk Semua Orang

Jamu biasanya identik dengan rasa pahit dan tidak enak diminum. Tapi di Yogya, jamu bisa menjadi “minuman rekreasi” yang dapat dinikmati semua orang. Anda bisa mencicipinya di Warung Jamu Ginggang yang berada di Jln. Masjid No. 32, Pakualaman.

Jamu di sini seolah-olah bentuk pelesetan dari jamu pada umumnya yang pahit. Inlah Yogya. Di kota ini, bukan hanya masakan yang bercitarasa manis, jamu pun manis. Jamu Ginggang adalah perpaduan antara tradisi jamu dan seni kuliner. Rasanya manis menyegarkan karena banyak mengadung gula jawa. Pahitnya memang masih ada tapi tidak terlalu kuat.

Meski tidak terlalu pahit, Jamu Ginggang tetaplah jamu yang berkhasiat obat. Bukan hanya minuman ringan yang dinikmati segarnya. Riwayat jamu ini jelas bisa menjadi buktinya. Puspomadio (alm.), seorang mantan abdi dalem (pelayan) keraton, memperkenalkan jamu segar ini kepada masyarakat Yogya pada tahun 1925. Artinya, jamu ini sudah ada sejak masa Keraton Ngayogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII.

Berbekal pengalamannya sebagai pembuat jamu untuk keluarga keraton, Puspomadio kemudian berjualan sendiri jamu gendong. Ternyata racikan jamunya yang segar tapi tetap berkhasiat itu bisa diterima oleh banyak orang. Sejak itulah Jamu Ginggang mulai dikenal luas. “Sejak dulu rasanya ya begini ini. Sampai sekarang, resepnya tetap,” kata Yayuk, pemilik toko, yang juga cucu Mbah Puspomadio.

Di toko ini, jamu bisa dinikmati di tempat, bisa juga dibawa pulang. Mirip warung makan, di sini terdapat meja kursi untuk minum. Tempatnya adem dan nyaman. Biasanya yang datang ke sini adalah para pelanggan yang rumahnya di kota Yogya. Tapi tak jarang pula para wisatawan mampir ke sini untuk mencoba. Tak terkecuali para wisatawan mancanegara yang ingin menikmati minuman tradisional ini.

Di sini jamu tersedia dalam paket biasa dan paket komplet. Paket komplet isinya paket biasa plus telur ayam kampung, madu, dan anggur. Rasanya lebih segar daripada paket biasa. Jika masih kurang segar, Anda juga bisa mencoba paket dingin: jamu plus es batu. Rasanya dingin menyegarkan. Saat minum jamu ini, kita akan lupa bahwa yang kita nikmati itu adalah jamu.

Pilihan “menu” jamu seabrek. Sebagian namanya mungkin sudah akrab di telinga. Sebagian lainnya mungkin terdengar asing, terutama bagi mereka yang jarang minum jamu. Sekadar menyebut beberapa contoh: kunir asem, temulawak, lempuyang, paitan, parem cuwer, galian singset, galian putri, galian parem, galian sawangan, kencur keras, watukan, sehat lelaki, dan masih banyak lagi.

Kalau yang datang pelanggan lama, urusan pesan menu biasanya cepat. Begitu datang, pelanggan langsung duduk dan menyebut nama jamu yang diinginkan. Tapi kalau yang datang pembeli baru, urusan pesan menu bisa sedikit lama. Pembeli biasanya bingung memilih menu. Tapi Anda tak usah khawatir. Ada cara sederhana memesan jamu yang kita perlukan. Cukup katakan saja khasiat yang Anda inginkan. Misalnya, kalau fisik Anda capek, pesan saja, “Jamu untuk menghilangkan capek.” Kalau Anda akan menempuh perjalanan pulang yang jauh, pesan saja, “Jamu supaya kuat <i>nyetir</i> ke Jakarta.” Pelayan akan menyiapkan jamu yang Anda maksud.

Jamu dihidangkan dalam dua gelas. Gelas pertama berisi jamu yang kita pesan. Gelas kedua, lebih kecil, berisi parem cuwer yang warnanya kuning. Fungsinya sebagai penyegar dan penghilang sisa rasa pahit di lidah. Satu paket ini rata-rata harganya di bawah Rp10.000,-.

Dari sekian banyak pilihan, yang paling sering dipesan pembeli adalah jamu pegel linu, sehat lelaki, beras kencur, dan kunir asem. Kunir asem terutama dipesan pembeli wanita karena khasiatnya untuk mengatasi masalah menstruasi.

Secara umum, rasa jamu di sini memang tidak terlalu pahit. Tapi Anda yang penggemar sejati jamu tetap bisa memesan jamu super pahit. Jangan khawatir, di sini juga ada paitan yang terbuat dari sari brotowali, tanaman yang pahitnya nauzubillah itu. Jamu ini biasa dipakai untuk meningkatkan nafsu makan.

Semua jamu ini diolah secara tradidional dengan bahan empon-empon dan rempah yang dibeli dari Pasar Beringharjo. Tempat pembuatan jamu ada di belakang warung. Di sini setiap hari karyawan Jamu Ginggang membersihkan bahan-bahan, lalu menumbuknya dengan lumpang dan alu, memipis (menghaluskan), dan memasaknya menjadi jamu.

Warung jamu ini buka tiap hari pukul 08.30 – 20.30. Jamu Ginggang juga bisa dijadikan oleh-oleh. Selain dalam bentuk segar, Jamu Ginggang juga tersedia dalam bentuk puyer dan jamu godok dalam kemasan. Hanya saja, jamu kemasan ini tidak berisi gula jawa seperti jamu segarnya. Jadi, kalau Anda membeli jamu bungkusan dan menyeduhnya di rumah, jangan heran kalau rasanya akan benar-benar pahit! Harap maklum, Anda sudah tidak berada di Yogya. (emshol).

Jamu Ginggang

Jln. Masjid No. 32, Pakualaman

Telp. 0274- 511724

Buka tiap hari pukul 08.30 – 20.30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s