Berwisata di Kebun Salak Pondoh [jajan jogja]


Berwisata di Kebun Salak Pondoh

Anda tentu kenal dengan salak yang satu ini. Namanya kondang sebagai jenis salak yang enak. Jika Anda sering makan buahnya, kini saatnya Anda berkunjung langsung ke kebun asalnya di Sleman, DI Yogyakarta.

Pondoh bukan nama daerah tapi bahasa setempat untuk calon manggar (mayang kelapa). Salak ini dinamai salak pondoh karena rasanya tidak sepat tapi manis seperti calon mayang kelapa. Salak pondoh berasal dari daerah Turi dan Pakem, Sleman, di sebelah utara kota Yogyakarta. Sebagian besar penduduk daerah ini punya kebun salak. Hasil kebun dijual di sepanjang jalan di kawasan ini. Tapi kalau Anda ingin melakukan wisata kebun, tidak sekadar membeli salak, maka sebaiknya Anda berkunjung ke Agrowisata Salak Pondoh di Desa Bangunkerto, Turi, Sleman.

Agrowisata yang dikelola pemerintah desa ini menempati lahan sekitar 27 hektar. Buka tiap hari pukul 08.00 – 16.00 dengan tiket masuk Rp8.000,- per orang. Di sini setiap rombongan pengunjung, minimal dua orang, akan ditemani oleh pemandu yang akan menjelaskan serba-serbi salak pondoh selama sekitar 30 menit.

Di dalam kebun, kita juga bisa memetik dan makan salak. Satu orang boleh memetik hingga lima buah. Boleh dimakan di tempat tapi tidak boleh dibawa keluar. Sambil menikmatinya, kita bisa mendengarkan pemandu menjelaskan segala hal tentang salak pondoh. “Banyak orang menyangka pohon salak itu kayak mangga. Buahnya di atas kepala kita. Ada juga yang menyangka buah salak itu di dalam tanah,” kata Subiyanto, salah satu pemandu.

Di kebun ini ada dua macam salak, yaitu salak pondoh hitam dan super. Salak pondoh hitam, seperti namanya, kulitnya berwarna cokelat kehitaman. Bagian daging buahnya berwarna putih. Rasanya manis.

Ini varietas awal salak pondoh. Belakangan kemudian ditemukan varietas lebih unggul, yang kemudian diberi nama salak pondok super. Warna kulitnya cokelat terang, dagingnya kekuningan, rasanya lebih enak, perawatan pohonnya juga lebih mudah. Durinya (ada yang menyebut bulu) di kulit buahnya lebih lunak dan lebih mudah rontok sehingga tidak menyulitkan saat dikupas.

Ini juga bagian yang perlu kita ketahui. Buah salak berduri halus di sela-sela sisiknya. Sebelum dijual, duri-duri halus ini dibersihkan lebih dulu. Itu sebabnya kita sebagai konsumen tidak pernah melihat duri halus kulit salak.

Berbeda dengan kebanyakan tumbuhan, pohon salak punya jenis kelamin. Ada salak jantan, ada betina. Pohon jantan berfungsi menghasilkan benang sari yang digunakan untuk membuahi pohon betina. Satu pohon jantan bisa menyerbuki lima belas betina.

Di sini kita juga diajari cara memetik buah salak yang benar dengan cara dipuntir pelan-pelan, bukan ditarik. Jika ditarik, kulit ujung salak akan terbuka sehingga salak menjadi lebih mudah busuk. Jika dipanen dengan cara dipuntir, ujung kulit salak akan tetap utuh sehingga buahnya lebih awet disimpan.

Agrowisata ini hanya menawarkan wisata kebun. Kalau kita mau membeli salak untuk oleh-oleh, kita bisa membelinya di penjual-penjual di sepanjang jalan di dekat agrowisata. Saat <i>Intisari</i> melakukan liputan ini, harga salak hanya Rp5.000,-/kg.

Buah ini tidak mengenal musim. Sejak berumur tiga tahun, pohon salak akan terus berbuah sepanjang bulan, sepanjang tahun. Jadi, kapan pun Anda datang ke sini, buah salak selalu tersedia.

Salak pondoh ini merupakan buah khas dari Sleman, lebih tepatnya di daerah kaki Gunung Merapi. Jika ditanam di tempat lain, rasanya akan berbeda. Ini karena salak pondoh memang membutuhkan unsur-unsur hara tanah Sleman, yang merupakan hasil erupsi Gunung Merapi selama berabad-abad.

Selain salak pondoh, Sleman juga penghasil salak madu. Ini merupakan salak paling mahal. Harganya sekitar Rp25.000 – 40.000,-/kg. Sangat mahal karena memang rasanya juga jauh lebih enak. Anda bisa membeli salak ini di Balerante, Kecamatan Wonokerto, tak jauh dari desa Bengunkerto. Lokasi persisnya, tanyakan saja kepada pemandu agrowisata.

Jika Anda ingin membawa salak sebagai oleh-oleh, pastikan buah tidak busuk dalam perjalanan. Jika mungkin, saat membelinya, pilihlah salak yang masih di tandan, belum dipreteli. Jangan masukkan salak ke dalam wadah yang tertutup rapat. Mintalah kepada penjualnya wadah keranjang anyaman bambu. Jangan sampai jauh-jauh membawa salak, sampai di tujuan sudah busuk. (emshol)

Agrowisata Salak Pondoh

Desa Bangunkerto, Turi, Sleman

Buka tiap hari pukul 08.00 – 16.00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s