BBM Awalnya Obat Kutu [usul-asal]

BBM Awalnya Obat Kutu

Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) pada akhir Bulan Mei lalu membuat negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, kelimpungan. Padahal di masa mendatang, harga BBM diyakini akan terus melambung seiring dengan makin habisnya deposit minyak di dalam perut Bumi.

Sejarah pemakaian bahan bakar bisa dikatakan sama tua dengan sejarah penemuan api oleh manusia. Sherwood L. Washburn, di dalam bukunya <i>Social Life of Early Man</i>, memperkirakan penemuan api terjadi pada satu juta tahun sebelum Masehi (SM). Bahan bakar yang dipakai saat itu masih sederhana, yaitu kayu-kayuan dan dedaunan. Api itu membantu nenek moyang kita memanggang biji-bijian dan daging hewan buruan. Juga menghangatkan tempat tinggal mereka di musim dingin.

Seiring dengan perkembangan kecerdasan manusia, bahan bakar yang dipakai tidak hanya dari kayu. Menurut ensiklopedia Britannica, penggunaan bahan bakar minyak bumi pertama kali diperkirakan sekitar 5.000 tahun SM oleh bangsa Sumeria, Asyiria, dan Babilonia kuno. Mereka mengumpulkan minyak bumi bukan dari pertambangan seperti yang lazim di zaman sekarang tapi dari rembesan minyak bumi di permukaan tanah.

Tapi pada masa itu, fungsi utama minyak bumi bukan sebagai bahan bakar tetapi sebagai obat luka, pencahar, atau pembasmi kutu. Seiring dengan perkembangan peradaban, minyak bumi kemudian dipakai untuk keperluan perang. Pada abad pertama Masehi, bangsa Arab dan Persia berhasil menemukan teknologi destilasi sederhana minyak bumi. Destilasi ini menghasilkan minyak yang mudah terbakar. Minyak ini kemudian dipakai untuk tujuan militer.

Ekspansi bangsa Arab ke Spanyol merupakan awal lahirnya teknologi destilasi di kalangan masyarakat Eropa Barat pada abad ke-12. Tapi sampai di sini, minyak bumi masih belum menjadi bahan bakar utama. Saat itu belum ada teknologi mesin yang bisa menggerakkan motor.

Beberapa abad kemudian, bangsa Spanyol melakukan eksplorasi sumber minyak bumi di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Kuba, Meksiko, dan Bolivia, dan Peru. Pada pertengahan abad ke-19, masyarakat Eropa dan Amerika Utara mulai menggunakan minyak tanah atau minyak dari batubara untuk lampu-lampu penerangan.

Pada awalnya, yang dipakai untuk menggerakkan mesin adalah tenaga otot manusia, hewan, atau bahan bakar kayu. Setelah James Watt menemukan mesin uap yang memicu revolusi industri, masyarakat dunia terus menerus mencari sumber energi yang lebih murah dan praktis.

Lalu ditemukanlah minyak cair dari dalam perut Bumi. Minyak ini berasal dari sisa fosil yang terpendam di perut Bumi selama berabad-abad. Minyak ini memenuhi semua kriteria bahan bakar yang murah dan gampang digunakan. Pengeboran minyak bumi pertama yang tercatat sejarah dilakukian di Pennsylvania, Amerika Serikat, pada tahun 1859, di tambang milik Edwin L. Drake, pelopor industri minyak bumi dunia. Sejak itu kemudian ditemukan ladang-ladang minyak baru di seluruh penjuru dunia.

Sebelum ada stasiun pengisi bahan bakar umum seperti sekarang, pemilik kendaraan bermotor pada zaman dulu membeli minyak bumi untuk kendaraan mereka menggunakan jerigen.

Dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan bermotor, jenis bahan bakar minyak pun menjadi semakin beragam. Minyak mentah (<i>crude oil</i>) hasil penambangan didestilasi menjadi beberapa fraksi bahan bakar seperti minyak tanah, solar, dan bensin.

Bahan-bahan bakar ini berisi rantai hidrokarbon (hidrogen dan karbon). Ketika dibakar dengan oksigen, rantai hidrokarbon ini menghasilkan energi dan karbon doksida. Energi ini dipakai untuk menggerakkan mesin untuk berbagai keperluan, mulai dari kendaraan bermotor, industri, sampai urusan dapur. Sementara karbon dioksida di atmosfer yang menumpuk sejak revolusi industri pada abad ke-19 itu kini dikambinghitamkan sebagai biang keladi pemanasan global.

Di abad ke-20, dunia boleh dikatakan benar-benar tergantung kepada BBM. Padahal BBM ini merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. Deposit minyak di perut Bumi makin lama makin berkurang. Karena itu para ilmuwan kemudian mengembangkan jenis bahan bakar terbarukan yang berasal dari minyak atau alkohol nabati, seperti yang sekarang sedang dikembangkan di Indonesia. (emshol)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s