Eufoni [*]


Ada tilgram tiba senja

Dari pusat kota yang gila

Disemat di dada bunda

BUNDA LETIHKU TANDAS KE TULANG

ANANDA KEMBALI PULANG

Kapuk randu! Kapuk randu!

selembut tudung cendawan

kuncup-kuncup di hatiku

pada mengembang bermekaran

Dulu ketika pamit mengembara

kuberi ia kuda bapaknya

berwarna sawo muda

cepat larinya

jauh perginya

Dulu masanya rontok asam jawa

untuk apa kurontokkan air mata

Lelaki yang kuat biarlah menuruti darahnya

menghunjam ke rimba dan pusat kota

tinggal bunda di rumah menepuki dada

melepas hari tua melepas doa-doa

Elang yang gugur tergeletak

elang yang gugur terebah

satu harapku pada anak

ingat ‘ kan pulang pabila lelah

Kecilnya dulu meremasi susuku

kini letih pulang ke ibu

hatiku tersedu

hatiku tersedu

Bunga randu! Bunga randu!

Anakku lanang kembali kupangku

Darah, o, darah

ia pun lelah

dan mengerti artinya rumah

Rumah mungil berjendela dua

serta bunga di bendulnya

bukankah itu mesra

Ada podang pulang ke sarang

tembangnya panjang berulang-ulang

Pulang ya pulang hai petualang

Ketapang. Ketapang yang kembang

berumpun di perigi tua

anakku datang anakku pulang

kembali kucium kembali kuriba

[*] Ada Tilgram Tiba Senja, Rendra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s