Ngebloglah Supaya Lebih Bahagia [intisari]


“<i>Your blog is what you say when there is nobody standing over your shoulder telling you what to do</i>.”

(Lorelle VanFossen, blogger ahli WordPress.com)

Ketika internet mulai populer, banyak yang menduga bahwa teknologi ini akan membuat manusia semakin individualistis. Ternyata dugaan ini keliru. Ini setidaknya terbukti ketika teknologi internet menghadirkan fitur yang sekarang kita kenal sebagai blog. Kehadiran blog membuat orang semakin banyak berinteraksi dengan orang lain. Hanya saja, caranya tidak lewat tatap muka langsung. Fitur ini memungkinkan seorang blogger berinteraksi dengan orang lain tanpa ada halangan jarak. Seorang blogger di sudut kota Jakarta bisa <i>curhat</i> kepada kawan-kawannya di kota lain, bahkan di negara lain lewat dunia maya.

Sebagaimana dalam interaksi tatap muka langsung, hubungan lewat dunia <i>cyber</i> ini pun bisa mendatangkan manfaat, bisa pula mendatangkan masalah. Tergantung dari cara kita memanfaatkan blog. Jika dimanfaatkan dengan baik, kegiatan menulis di blog bisa membuat kita merasa lebih bahagia.

Secara awam, ukuran “bahagia” ini bisa kita lihat dari perasaan nyaman yang kita dapat saat <i>ngeblog</i>. “Bagi saya, <i>ngeblog</i> sekarang itu rasanya sudah menjadi sebuah kebutuhan, seperti kebutuhan <i>ngobrol</i> dengan kawan. Saya <i>ngeblog</i> saat senang, sedih, semangat, <i>bete</i>. Pokoknya, tiap kali ada waktu, saya akan <i>mbuka</i> blog,” kata Sifa, seorang blogger yang sudah <i>ngeblog</i> selama lebih dari tiga tahun.

<b>Kebutuhan <i>ngerumpi</i></b>

Dalam tinjauan psikologi, ada dua mekanisme yang membuat aktivitas <i>ngeblog</i> bisa membuat kita bahagia. Pertama, dari kegiatan menulisnya sendiri. Kedua, dari aktivitas berinteraksi dengan blogger lain.

Menulis bisa membahagiakan karena aktivitas ini bisa menjadi katarsis, pelampiasan isi pikiran. “Tapi sebetulnya pada saat proses menulisnya sendiri, kita tidak bahagia,” kata Adi Respati, pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang juga seorang blogger aktif.

Pada saat menulis, otak kita bekerja, memikirkan kata demi kata dan kalimat yang tepat untuk menuangkan pikiran. Otak kita menganalisis dan memilah-milah berbagai informasi yang kita miliki. Di tahap ini, otak harus bekerja keras. Ibaratnya, seperti pemain bola yang sedang mengolah bola untuk menjebol gawang. Tegang. Ketika tulisan selesai, barulah timbul perasaan lega. Plong. Perasaan nyaman inilah yang secara awam kita sebut sebagai bahagia.

Kata Adi, manusia pada dasarnya punya kebutuhan untuk bergosip, <i>curhat</i>, bercerita, <i>ngobrol, ngerumpi</i>. Zaman dulu, kaum perempuan <i>ngerumpi</i> dengan sesama perempuan sambil mencari kutu di rambut. Saat ini, di era teknologi internet, <i>ngerumpi</i> itu bisa dilakukan dengan cara <i>ngeblog</i>. Medianya mungkin lewat Friendster, Blogspot, WordPress, Multiply, Facebook, dan lain-lain.

<b>Membuka ingatan</b>

Saat menulis, kita membuka kembali memori tentang pengalaman kita. Kalau pengalaman itu berupa sebuah kesenangan, sensasi rasa senang itu akan kita alami lagi saat menulis. Begitu pula jika pengalaman itu berupa sesuatu yang tidak menyenangkan. Itu sebabnya Adi menyarankan agar blogger perlu cerdas ketika menulis pengalaman yang tidak menyenangkan. Jika caranya salah, kegiatan <i>ngeblog</i> bisa saja malah memperpanjang perasaan jengkel itu.

Untuk menghindari itu, kita harus menulis dengan tujuan untuk memahami pengalaman. Tidak sekadar bercerita. Ketika kita menulis tentang pengalaman kecopetan di bus kota, misalnya, tulisan itu haruslah bukan sekadar menuangkan kejengkelan, tapi juga introspeksi dan mencari hikmah di baliknya. Untuk menulis seperti ini, kita tidak harus berlagak sok bijaksana. Ini semata-mata supaya tulisan punya manfaat <i>problem solving</i> buat diri sendiri. Tidak sekadar marah-marah di internet.

Jika kita bisa menulis dengan cara ini, tidak diragukan lagi inilah <i>ngeblog</i> yang bisa mendatangkan kebahagiaan. Jika kita sedang jengkel, sangat mungkin kejengkelan itu bisa hilang setelah <i>ngeblog</i>. “Setelah menulis blog, saya kadang-kadang seperti mendapat pencerahan yang tidak saya duga sebelumnya,” kata Sifa. Persis seperti kata Lorelle VanFossen, blog bisa menjadi kawan yang menyenangkan di kala sedih. Kawan yang bisa membuat kita tersenyum ketika tidak ada orang yang bisa menjadi tempat <i>curhat</i>.

Ini jenis kebahagiaan pertama, yang diperoleh dari kegiatan menulis saja, tanpa memperhatikan apakah tulisan di blog itu dikomentari oleh orang lain atau tidak. Kebahagiaan ini bersifat mandiri, tidak tergantung komentar orang lain. “Jangan berhenti menulis hanya karena tulisan kita tidak dikomentari orang lain,” kata Adi. Kalau kita berhenti, maka kita akan kehilangan manfaat yang mestinya kita peroleh. Itu menunjukkan bahwa kita belum bisa menikmati proses menulis untuk memperoleh pemahaman atas pengalaman kita.

Jika tulisan itu dikomentari oleh blogger lain, ini bisa menjadi kebahagiaan kedua. Interaksi di dunia maya tak lain adalah bentuk “<i>ngerumpi</i>” yang merupakan kebutuhan primitif manusia. Meskipun hanya lewat blog, berinteraksi dengan orang lain tetap penting. Sama pentingnya dengan berinteraksi dengan orang lain dalam hubungan tatap muka langsung.

Kata Adi, sejak awal perkembangannya, blog memang dibuat dengan tujuan agar isinya dibaca orang lain, bukan sekadar catatan harian yang bersifat pribadi. Tak penting apakah si blogger kenal dengan pembaca itu ataukah tidak. Yang penting, ia tahu ada orang yang membac
a dan mengomentarinya.

Saat ini tersedia bermacam-macam penyedia layanan <i>ngeblog</i> secara gratis di internet. Semuanya menyediakan fitur komentar dari sesama blogger. Ada yang anonim (boleh memberi komentar tanpa identitas), ada pula yang hanya membolehkan komentar dengan identitas. <i>Provider</i> tertentu bakan menyediakan fitur yang memungkinkan blogger mengetahui seberapa banyak dan siapa saja yang mengunjungi blog tersebut.

Saran Adi, kalau kita ingin mendapatkan manfaat dari interaksi dengan blogger lain, pilihlah <i>provider</i> yang punya strategi <i>networking</i> yang memungkinkan tulisan kita dibaca lebih banyak orang. Ciri sederhana <i>provider</i> ini, jika kita memasukkan tulisan, para blogger lain di jaringan kita akan diberi tahu bahwa kita baru saja memuat tulisan baru.

Fungsi interaksi ini merupakan salah satu manfaat blog yang bisa sangat berguna buat orang-orang yang punya hambatan dalam pergaulan langsung. Misalnya, orang yang sangat pemalu. Bentuk komunikasi lewat internet memungkinkan mereka bisa berkawan tanpa halangan dari sifat pemalu mereka.

Di luar semua itu, blog saat ini bukan sekadar tempat untuk <i>curhat</i>, tapi juga bisa berfungsi untuk tujuan produktif, bekerja, menghasilkan uang, menyebarkan gagasan, mencari pekerjaan, dan sebagianya. Ini adalah bentuk interaksi manusia di zaman sekarang. “<i>Blog will change your business</i>,” kata majalah BusinessWeek. Sudah banyak yang membuktikan hal ini. Dengan pendekatan psikologi, blog bisa membuat kita lebih bahagia. (M. Sholekhudin)

Boks: Tips <I>Ngeblog</i> Efektif

· Pilihlah <i>provider</i> yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda hanya menikmati proses menulisnya, semua <i>provider</i> blog hampir sama saja. Tapi jika Anda menikmati perkawanan dengan blogger lain, pilihlah provider yang punya strategi <i>networking</i> yang baik.

· Selektiflah memilih kawan dalam membentuk jaringan. Jangan asal mengundang dan menerima undangan dari blogger lain. Salah memilih kawan bisa membuat Anda hanya buang-buang waktu di internet.

· Aturlah waktu <i>ngeblog</i> sehingga tidak mengganggu tugas sehari-hari. Jangan sampai <i>ngeblog</i> membuat kita lalai terhadap tugas kantor dan urusan keluarga. Jangan sampai Anda mendapat surat peringatan dari bos karena terlalu banyak <i>ngeblog</i> di kantor.

· Tak usah risau dengan kemampuan menulis yang masih belum bagus. Tulis saja isi hati Anda. Tak masalah jika susunan subjek-predikat-objek masih kacau. Dengan membiasakan diri terus menulis, lambat laun kemampuan menulis akan meningkat.

· Jangan berhenti menulis hanya karena blog jarang dikomentari orang lain. Sebab, kegiatan menulis sendiri bisa mendatangkan kebahagiaan.

· Manfaatkan blog sebaik-baiknya untuk menyelesaikan masalah, mencari kawan, dan semua tujuan produktif lainnya.

[Dimuat di Intisari: Mind, Body, & Soul, Oktober 2008]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s