Mau Operasi Plastik, Jangan Asal [intisari]

Penulis: M. Sholekhudin

Banyak hal yang dulu tabu kini menjadi tidak lagi. Salah satunya, operasi plastik untuk tujuan kecantikan (bedah plastik estetik). Kini bukan hal aneh kalau ada artis yang terus-terang mengaku melakukan operasi plastik supaya tampil lebih lebih cantik. “Setelah menjalani operasi plastik di payudara, saya merasa lebih nyaman dengan tubuh saya. Saya juga makin <i>happy</i>,” kata artis Becky Tumewu tanpa tedeng aling-aling.

Sejak remaja, Becky merasa kurang nyaman dengan payudaranya yang besar sebelah. Perbedaannya cukup siginifikan sampai berbeda ukuran angka <i>cup</i> bra. Meskipun dokter mengatakan perbedaan itu masih normal, tetap saja ia merasa kurang nyaman.

Ketika mulai menjadi artis, ia dituntut untuk sering-sering memakai pakaian yang membuat ketidaksamaan payudaranya itu menjadi masalah. Ia sempat mencoba akupunktur untuk menyamakan ukuran payudaranya. Tapi hasilnya tidak memuaskan. Untuk menyiasatinya, ia selalu memakai bra yang punya sumpal. Tapi bagaimanapun juga itu tetap tidak membuatnya nyaman.

Dari berbagai informasi yang ia kumpulkan, ia berkesimpulan bahwa satu-satunya cara mengatasi masalahnya adalah operasi plastik. Tapi waktu itu, ia masih sulit mendapatkan informasi yang jelas dan terbuka karena operasi ini masih dianggap tabu. Ia terus memendam keinginan itu sampai akhirnya hampir terlupakan setelah menikah, hamil, punya anak, menyusui, punya anak lagi, dan menyusui lagi.

Selesai menyusui anak kedua, ia menimbang lagi kemungkian untuk operasi plastik. Dari salah seorang temannya, ia memperoleh informasi tentang klinik bedah plastik Aibee di Gunung Geulis, Ciawi, Bogor. Setelah mendapat informasi detail dan komplet dari dokter klinik Aibee, ia memutuskan untuk melakukan operasi. Niatnya sudah mantap, keluarganya juga mendukung. Tim yang menanganinya, seorang dokter dari Brasil dan dua orang dokter Indonesia. Semuanya ahli bedah plastik.

Operasi sukses. Tiga bulan setelah itu, Becky sudah bisa beraktivitas seperti semula. Sejak itu, ia membuang semua behanya yang bersumpal dan membeli beha baru dengan ukuran sedikit di atas sebelumnya. “Hidup saya jadi lebih praktis. Ke mana-mana, enggak perlu mikir <i>sumpel</i> lagi,” ucapnya.

Dengan gayanya yang blak-blakan apa adanya, Becky bicara tentang urusan beha dan payudaranya sama seperti kebanyakan orang bicara tentang celana dan sepatu. Bagi dia, operasi plastik yang ia jalani bukanlah sesuatu yang tabu. Itu sebabnya ia mengaku terus terang ke media massa. “Saya sekaligus ingin mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas. Sampai sekarang masih banyak orang yang melakukan pembesaran payudara tapi tidak di dokter bedah plastik. Itu berbahaya,” katanya.

Tak lama setelah itu, dua kawan dekat Becky, Titi DJ dan Ruth Sahanaya, juga melakukan hal yang sama. Sebelum memutuskan operasi, mereka berdua juga “berguru” lebih dulu kepada becky. Setelah operasi, mereka pun mengikuti jejak Becky, berani mengakuinya secara terbuka di media massa. “Sekarang sudah enggak zamannya lagi serba tertutup,” kata Becky.

<b>Jangan asal murah</b>

Bagi kita yang biasa duduk di depan kotak teve, Becky Tumewu, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya adalah artis-artis cantik yang “tidak kurang suatu apa pun”. Kok masih operasi plastik, mungkin begitu pikir kita.

Untuk bisa memahami ini, kita harus kembali kepada hukum: cantik itu relatif. Ya, yang relatif bukan hanya kecepatan benda-benda di dalam ilmu fisika. Yang <i>cuantik</i> menurut kita, mungkin saja masih kurang cantik menurut orang lain. “Mungkin menurut orang lain, mereka itu sudah cantik. Tapi menurut mereka sendiri, masih ada bagian dari tubuh mereka yang kurang mereka sukai,” kata dr. Chaula Luthfia Sukasah, Sp.B, Sp.BP (K), kepala Divisi Bedah Plastik, FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dalam kasus Becky, alasan operasi adalah karena ketidaksimetrisan payudara kiri dan kanan.

Selain bisa membuat bagian tubuh yang asimetris menjadi simetris, operasi plastik estetik memang memungkinkan banyak bagian tubuh bisa dibuat menjadi lebih menarik. Hidung pesek bisa dibuat mancung, kantong mata yang kentara bisa disamarkan, dagu tumpul bisa dibuat bersudut, dada rata bisa dibuat montok, dan seterusnya.

Tak jarang, karena ingin tampil cantik secara instan dan murah, banyak orang pergi ke salon untuk menjalani suntik silikon. Mereka menyamakan urusan permak badan ini dengan <i>creambath</i> atau <i>pedicure-manicure</i>. Padahal, permak tubuh ini hanya boleh dilakukan oleh dokter bedah. Itu pun tidak semua dokter bedah, harus dokter bedah plastik. Secara gampang, kita bisa mengenali dokter ini dari gelar di belakang namanya, Sp.BP (Spesialis Bedah Plastik). Selain itu, <i>no way</i>!

Di seluruh Indonesia, jumlah dokter bedah plastik ini terhitung belum banyak, baru sekitar 70-an. Paling banyak berada di wilayah DKI Jakarta. Biasanya di rumah-rumah sakit besar ada dokter spesialis bedah plastik ini. Kalau sebuah klinik tidak memiliki dokter bedah plastik, maka bisa dipastikan klinik itu tidak berhak melakukan operasi permak badan ini.

Jika sebuah salon menawarkan paket pemancungan hidung atau pembesaran payudara, teknik yang dipakai biasanya suntik silikon, bukan operasi bedah plastik. Umumnya, biaya yang ditawarkan jauh lebih murah daripada operasi bedah plastik. Biayanya murah karena memakai silikon untuk industri, yang kelasnya sama dengan silikon penambal akuarium.

Inilah yang berbahaya. Pada awalnya, hasil suntikan ini kelihatan memuaskan. Hidung bisa mancung, payudara bisa montok. Tapi setelah beberapa tahun, silikon ini akan membuat masalah. Posisinya mulai bergeser sehingga menyebabkan bagian yang dipermak pun ikut rusak. Risiko ini masih belum seberapa sebab ada pula pasien yang bahkan sampai meninggal dunia setelah menjalani suntik “estetik” ini di salon.

“Jangan pernah menjadikan alasan tidak punya cukup uang untuk tergiur dengan penawaran operasi plastik yang sangat murah di salon-salon,” tegas Becky yang harus merogoh kocek beberapa puluh juta untuk operasi yang dia jalani. Sekali seseorang salah memilih tempat operasi, ia harus menanggung akibatnya seumur hidup. Chaula sendiri banyak menangani pasien yang wajah atau payudaranya rusak akibat suntik silikon. Jika sudah begitu, sesal di belakang tiada berguna.

<b>Jangan ikut-ikutan</b>

Menurut tujuannya, bedah plastik ada dua macam: rekonstruksi dan estetik. Bedah plastik reko
nstruksi bertujuan untuk menormalkan bagian tubuh yang mengalami cacat, misalnya karena kecelakaan, tumor, kelainan bawaan sejak lahir, infeksi, dan sebagianya. Sedangkan bedah plastik estetik tujuannya semata-mata untuk keindahan, seperti yang dilakukan oleh Becky, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya. Masyarakat awam biasa menyebutnya dengan istilah operasi plastik “kosmetik”.

Tidak semua dokter ahli bedah plastik melayani permintaan bedah estetik. Ada yang sengaja membatasi diri pada bedah plastik rekonstruksi saja karena menganggap operasi plastik estetik betentangan dengan nilai yang ia anut. Ini jelas perkara pilihan.

Operasi plastik pun adalah sebuah pilihan. Setiap orang punya hak atas tubuhnya sendiri. Meski begitu, sebelum seseorang memilih operasi ini, ia harus betul-betul mantap dengan pilihan yang ia ambil. “Operasi plastik adalah proyek egois. Jangan melakukannya karena untuk menyenangkan orang lain,” kata Becky. Keinginan bedah plastik harus datang dari diri sendiri. Bukan karena tuntutan dari suami atau orangtua, misalnya.

“Saya melakukan operasi karena memang saya ingin melakukannya,” kata Becky. Alasannya bukan karena disuruh suami atau karena terintimidasi oleh kehendak orang lain yang menuntutnya untuk selalu tampil cantik dan seksi, yang lazim terjadi di dunia artis.

Alasan operasi merupakan faktor yang paling penting. Sebelum seseorang memutuskan operasi, dia harus benar-benar punya alasan yang memang kuat. Bukan hanya dokternya yang harus tepat, alasannya pun tidak boleh asal. Jika semuanya tepat, operasi plastik bisa membuat yang bersangkutan menjadi lebih percaya diri, lebih bahagia, semangat hidupnya juga meningkat.

Keinginan operasi plastik sangat berkaitan erat dengan konsep diri yang dianut seseorang. Memang, cantik itu relatif. Tapi ada kalanya, alasan ini dipakai secara keliru. “Pasien bedah plastik estetik itu unik-unik,” ucap Chaula yang sudah hampir tiga dekade menjadi ahli bedah plastik.

Chaula beberapa kali menjumpai klien bedah plastik estetik yang “sulit”. Ada yang ingin kelopak matanya dikoreksi, hidungnya dimancungkan, atau payudaranya dibesarkan. Setelah operasi, walaupun hasilnya sesuai dengan permintaan, mereka masih saja mengeluh dan mengatakan operasi itu tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Tak jarang, ada yang minta bagian tubuh yang dioperasi itu dikoreksi lagi.

Dari penelusuran lebih lanjut, ternyata pangkal persoalan adalah masalah pribadi si klien. Ada yang karena ditinggal pacarnya, ada yang karena suaminya selingkuh. Operasi plastik hanya merupakan bentuk pelarian dari masalah yang mereka hadapi. Persoalan seperti ini mestinya tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan operasi plastik.

Ada pula klien perempuan yang minta hidungnya dibuat lebih bangir. Selesai operasi, dia datang lagi untuk dikembalikan ke bentuk semula. Mulanya Chaula menolak karena operasi ini jelas bukan tindakan main-main. Tapi akhirnya ia terpaksa mengabulkan permintaan itu karena si perempuan mengaku akan diceraikan oleh suaminya kalau hidungnya tidak dikembalikan ke bentuk semula. “Itu sebabnya dokter bedah plastik juga sekaligus bertindak sebagai ‘psikiater’,” katanya.

Tak jarang ia menolak permintaan klien jika memang alasan operasi tidak kuat. Kadang ia juga tidak bersedia mengoperasi kalau memang bagian tubuh tersebut sudah ideal, sudah bagus. “Kalau sudah cantik, ya enggak usah dioperasi. Sebisa mungkin jangan merusak yang asli. Kecantikan yang alami itu jauh lebih baik daripada yang buatan,” kata Chaula. Setuju, kan?

Boks-1

Bukan Monopoli Perempuan

Jika cantik itu relatif, maka tampan juga relatif. Keinginan untuk tampil secara perfek, tidak hanya dimonopoli kaum wanita. Itu sebabnya, operasi plastik estetik ini juga banyak dilakukan pria. Contoh yang sering, kata Chaula, operasi sedot lemak pada pria yang perutnya gendut atau pengecilan payudara pada pria yang susunya besar. Ada pula operasi kantong mata supaya kelihatan lebih muda. Biasanya ini dilakukan oleh pria yang sangat peduli dengan detail penampilan.

Boks-2

<b>Biaya Bervariasi</b>

Operasi jenis ini masih tergolong mahal di ongkos. Rentang besarnya biaya mulai dari beberapa juta sampai belasan hingga puluhan juta rupiah. Besarnya biaya ini dipengaruhi oleh sedikit banyaknya operasi yang dilakukan. Ambil contoh, operasi kelopak mata. Jika operasinya sekadar membuang jaringan lemak dan kulitnya saja, biayanya bisa lebih murah daripada jika klien menghendaki hasil yang lebih bagus. Chaula memberi contoh, operasi kantong mata akan memberikan hasil yang lebih bagus kalau operasinya tidak hanya membuang jaringan lemak dan kulit, tapi juga mengencangkan ototnya dan membuang sedikit tulang rawan kelopak mata. Konsekuensinya, operasi menjadi lebih lama, biaya juga lebih besar.

Sekalipun metode operasi sudah baku di buku kedokteran, masing-masing dokter bedah bisa menggunakan teknik yang berbeda-beda. Misalnya, untuk membuat hidung mancung, bisa dig
unakan sumpal silikon, bisa juga tulang rawan dari bagian organ tubuh yang lain, seperti bagian belakang pangkal cuping telinga. Jika yang dipakai adalah tulang rawan sendiri, risiko penolakan tubuh menjadi minimal. Tapi, konsekuensinya, bagian yang dioperasi menjadi lebih banyak.

Pemilihan jenis silikon pun bisa mempengaruhi besarnya biaya. Ada silikon yang standar, ada pula silikon yang kualitasnya lebih bagus dan lebih mahal. Perbedaan harganya bisa dalam hitungan beberapa juta rupiah. Karena itu, sebelum menjalani operasi ini, pastikan untuk memperoleh informasi selengkap-lengkapnya dari dokter. “Jadilah konsumen kesehatan yang cerdas,” kata Becky, “Jangan tergiur oleh harga yang sangat murah tapi tidak aman.”

Boks-3 (ditaruh di halaman terakhir)

<b>Tips Sehat Operasi Plastik</b>

1.Pertama-tama, tekankan bahwa perubahan fisik lewat operasi plastik bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan <i>self esteem</i>.

2.Jika memang sudah mantap, pastikan motivasinya benar. Keinginan operasi harus datang dari diri sendiri. Bukan ikut-ikutan atau karena tuntutan dari orang lain.

3.Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan sedetail mungkin sebelum melakukannya.

4.Pastikan untuk pergi ke tempat operasi yang legal dan tepercaya. Rumah-rumah sakit besar biasanya punya spesialis dokter bedah plastik.

5.Kalau memang uang belum cukup, kumpulkan dulu tabungan sampai cukup.

6.Jangan pernah tergiur dengan harga murah tapi tidak legal. Taruhannya bisa nyawa. Operasi plastik estetik hanya boleh dikerjakan oleh dokter spesialis bedah plastik.

[Dimuat di INTISARI, Oktober 2008]

Advertisements

One thought on “Mau Operasi Plastik, Jangan Asal [intisari]

  1. Maaf, numpang promo. …Kami menawarkan korset2 : hamil, paska melahirkan, paska operasi plastik/kecantikan, menlangsingkan badan dan melancarkan peredaran darah dengan teknologi far infrared. Kunjungi bonitocorset.multiply.com. thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s