Kiat Sehat Selama Ibadah Haji [advertorial]

Ibadah haji, sebagai rukun Islam kelima, merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mampu berangkat ke Tanah Suci. Berbeda dengan ibadah lain, seperti puasa atau salat, haji melibatkan aktivitas fisik yang cukup berat. Buku panduan <i>Pelatihan Tim Kesehatan Haji Indonesia, 2008, Departemen Kesehatan RI</i> mencatat, setidaknya ada lima ritus haji yang berpotensi membuat jamaah mengalami kelelahan fisik, yaitu tawaf, sai, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan lontar jumroh.

Pada saat tawaf, jamaah haji harus mengelilingi kakbah sebanyak tujuh kali, berdesak-desakan dengan para jamaah haji lain dari seluruh penjuru dunia. Ketika sai, jamaah harus berjalan sambil berlari kecil pulang balik sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwah, yang jaraknya sekitar 500 m sekali jalan. Sehari sebelum wukuf di Arafah, jamaah harus berangkat dari Mekah ke Arafah, lalu malamnya tidur di dalam tenda.

Saat bermalam di Muzdalifah, jamaah haji harus tidur di ruang terbuka, beratapkan langit, berlantai tanah, di tengah udara dingin yang berdebu, berjejal dengan para jamaah lain. Belum lagi perjalanan dari pemondokah menuju tempat lontar jumroh yang jaraknya 2 – 5 km, berdesak-desakan dengan para jamaah lain. Kegiatan-kegiatan di atas diperkirakan menghasilkan 5 liter keringat. Jelas, ini adalah aktivitas fisik yang cukup berat.

Ini masih ditambah oleh iklim negara Arab Saudi yang berbeda dengan iklim di Indonesia . Pada saat musim dingin, tubuh bisa sampai menggigil. Udara cenderung kering, tidak seperti Indonesia yang lembap.

Padahal, banyak di antara jamaah yang baru mampu berangkat haji pada saat usia tidak lagi muda, kondisi fisik tidak lagi prima. Sebagian malah sudah lansia. Semua faktor ini menyebabkan jamaah haji rentan mengalami gangguan kesehatan selama di Tanah Suci.

Pada saat musim haji, jutaan manusia dari berbagai negara dan bermacam warna kulit tumpah ruah di Tanah Suci. Campur-baur jutaan manusia ini tentu mempermudah penularan penyakit. Gangguan kesehatan yang paling sering dialami oleh jamaah antara lain flu, pilek, radang tenggorokan, dan batuk. Sampai ada sebuah guyonan di kalangan jamaah, hanya onta yang tidak sakit.

Kekhusyukan ibadah tentu akan terganggu jika selama di sana jamaah jatuh sakit. Karena alasan inilah, setiap jamaah haji harus mempersiapkan diri dengan baik dalam perkara kesehatan.

1. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, di samping melakukan manasik haji, lakukan juga latihan fisik, misalnya senam haji. Tujuannya agar tubuh terbiasa dengan aktivitas fisik yang berat saat berhaji.

2. Periksa kesehatan secara menyeluruh sebelum berangkat ke Tanah Suci.

3. Persiapkan pakaian pelindung diri, seperti baju hangat untuk melawan suhu dingin, masker untuk melindungi saluran napas dari debu, dan kacamata hitam untuk mengurangi paparan sinar matahari.

4. Sekalipun tidak berselera makan, tetap konsumsilah makanan dengan cukup dan gizi seimbang. Aktivitas fisik yang berat membutuhkan banyak kalori. Perbanyak makanan yang mengadung vitamin seperti buah dan sayuran.

5. Untuk menghindari dehidrasi, minumlah dalam jumlah cukup, baik air mineral biasa, air zamzam, maupun susu. Kelembapan udara yang rendah ditambah kondisi panas maupun dingin di Arab Saudi berisiko membuat jamaah mengalami dehidrasi tanpa disadari.

6. Hindari melakukan hal-hal yang tidak perlu dan menguras energi karena tujuan ke Tanah Suci adalah untuk beribadah.

7. Selama ibadah haji, jaga kebersihan diri. Sebisa mungkin gunakan masker, terutama saat berada di tempat ramai, untuk mengurangi kemungkinan tertular kuman lewat pernapasan.

8. Bekali diri dengan obat-obatan yang sekiranya akan diperlukan di Tanah Suci. Pilihlah obat yang halal dengan sertifikat dari MUI, praktis dibawa, tidak membuat kantuk, dan aman.

9. Jika mengalami gangguan kesehatan saat menunaikan ibadah, segera berobat ke dokter kloter.

Dengan bekal niat yang kuat dan fisik yang sehat, ibadah haji tentu akan terasa lebih khusyuk sehingga kita benar-benar bisa meresapi kalimat talbiyah: <i>Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu</i>.

Advertisements

2 thoughts on “Kiat Sehat Selama Ibadah Haji [advertorial]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s