Serba Kambing di Depot Al-Mutlik [jajan surabaya]

Surabaya sejak berabad-abad lalu merupakan salah satu kota perdangangan yang penting di Indonesia, khususnya di Jawa. Kota ini menjadi pintu masuk para pedagang, termasuk para pedagang dari Gujarat, India, yang kemudian menjadi penyebar Islam di tanah Jawa lima abad yang lalu. Selain menyebarkan Islam, mereka juga membawa tradisi kuliner bangsa Arab karena memang nenek moyang mereka berasal dari Hadramaut, Yaman.

Warisan kuliner Arab di Surabaya masih bisa kita lihat di kawasan Ampel. Ini merupakan kawasan permukiman Arab yang lokasinya tak jauh dari wisata ziarah makam Sunan Ampel, salah satu dari Walisongo. Masakan arab terbilang cukup populer di kalangan warga Surabaya, dan Ampel termasuk kawasan wisata jajan yang penting di kota ini.

Salah satu menu masakan Arab yang cukup kondang adalah kambing oven. Ada dua depot yang cukup terkenal sebagai penyaji masakan ini, yaitu Depot Madinah dan Depot Al-Mutlik. Keduanya spesialis di bidang masakan Timur Tengah.

Sesuai namanya, hidangan kambing oven adalah daging kambing yang dioven. Proses pengovenan ini dilakukan paling awal sebelum daging kambing dibumbui. Di depot Al-Mutlik, lama pengovenan sekitar lima jam. Tujuannya untuk membuat daging empuk serta menghilangkan bagian gajihnya. Selanjutnya, daging oven ini dibakar seperti sate. Pada saat dibakar, daging juga diberi kecap. Di tahap pembakaran terakhir, daging diolesi rombuter. Sebelum dihidangkan, daging kambing bakar itu ditaburi dengan bubuk kapulaga.

Satu porsi ukurannya akbar. Besar sekali. Bisa dimakan dua orang. Daging kambing ini disajikan di atas <i>hot plate</i>, disertai pisau dan garpu. Daging ini disajikan dengan sambal yang terbuat dari kecap dan kacang tanah. Hanya itu. “Tidak pakai cabai, tidak pakai bawang,” kata Camelia, pengelola Depot Al-Mutlik. Ini yang membedakan dengan sambal sate madura. Karena tidak ada unsur cabai, kambing oven ini pun jauh dari rasa pedas.

Menu favorit ala Timur Tengah lainnya adalah nasi kebuli. Nasi kebuli sebetulnya bukan tradisi masak asli masyarakat Arab karena makanan utama mereka adalah gandum. Sedangkan, nasi kebuli berbahan utama beras, berbumbu pekat dengan aneka rempah yang jumlahnya belasan. Ini pun tidak terlepas dari pengaruh Gujarat (India) yang memang terkenal dengan tradisi masak yang sangat <i>spicy</i>.

Rempah yang dipakai untuk bumbu nasi kebuli antara lain bawang putih, bawang merah, bawang bombai, ketumbar, jintan, cabai, cengkih, kapulaga, dan masih banyak lagi. Banyaknya unsur rempah ini membuat tampilan nasi kebuli seperti nasi goreng yang berwarna cokelat dengan rasa rempah yang sangat pekat, pedas, dan aromatis.

Masih “saudara dekat” nasi kebuli, di Depot Al-Mutlik juga tersedia nasi briyani. Yang ini masakan khas India, bukan Timur Tengah. Tampilannya seperti nasi kebuli tapi warnanya kuning, bukan cokelat. Bumbunya pun pekat rempah, rasanya pedas dan aromatis. Si empunya warung sendiri mengaku tidak tahu persis komposisi bumbu nasi briyani. Ia menggunakan bubuk bumbu siap pakai yang ia beli dari Singapura. Untuk melengkapi bumbu siap pakai ini, Camelia tinggal menambahkan bawang bombai, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan daging kambing. Saat matang, tampilannya seperti nasi goreng kambing. Nasi yang harganya Rp20.000,- seporsi ini disajikan bersama acar, sambal, dan lalapan.

Sekalipun bumbu rempahnya sangat pekat, nasi briyani masih bisa <i>nyambung</i> dengan selera Indonesia. Tak heran, pelanggan warung ini tak hanya warga keturunan Arab, tapi juga para pembeli lokal.

Masakan Timur Tengah lain yang juga sering dipesan adalah roti maryam dan gulai kacang ijo. Roti maryam terbuat dari tepung terigu, susu, dan mentega, dihidangkan bersama gulai kambing. Adapun gulai kacang ijo adalah gulai kambing yang berisi kacang hijau. Ya, masakan Timur Tengah memang tak jauh-jauh dari daging kambing. <i>Ladz-dza…t</i>! (Emshol)

Depot Masakan Timur Tengah

· Depot Al-Mutlik:

Jln. KH Mas Mansyur 94

Telp. (031) 537 80 78

Buka tiap hari pukul 08.00 – 22.00

(Kekurangan: warung bisa dibuat lebih bersih lagi)

· Depot Madinah

Jln. Genteng Kali No. 176 (seberang SIOLA)

Telp. 08165406639

Buka tiap hari pukul 08.00 – 20.00

Advertisements

2 thoughts on “Serba Kambing di Depot Al-Mutlik [jajan surabaya]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s