[*]

Ingin ia membekukan waktu, membingkainya, dan mengirimkannya kepada orang-orang tercinta. Ingin ia menghentikan masa dan mengabadikannya seperti ia memotret seorang bocah yang sedang berlari tergesa dengan peci miring dan sarung kedodoran, berangkat mengaji di sore hari. Ingin ia membagikan perasaan damai yang ia alami malam itu kepada semua orang yang ia jumpai. Ingin ia berseru: Tuhan, di sinilah aku, apa adanya diriku baik buruknya, tak lebih tak kurang, dan Kau lebih tahu timbangan. Ingin ia mengulang-ulang puisi selawat yang ia tulis ketika jiwanya sedang dipenuhi lagu-lagu senandung rindu. Ingin ia berbuat baik kepada semua orang yang ia jumpai di pasar malam di kepalanya.

[*] Bila Waktu T’lah Berakhir, Opick

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s