Antioksidan Banyak Terdapat di Makanan [Sedap Sekejap]

Selama ini kita mungkin cukup sering mendengar istilah antioksidan dan manfaatnya buat kesehatan. Sebetulnya apa sih antioksidan itu dan bagaimana kerjanya di dalam tubuh?

Sesuai namanya, antioksidan adalah bahan yang menghambat proses oksidasi. Dalam bahasa gampang, oksidasi merupakan proses perusakan sel-sel tubuh. Contohnya, proses penuaan kulit. Yang awalnya mulus, pelan-pelan menjadi berkeriput.

Proses perusakan sel-sel ini akan menjadi semakin cepat kalau tubuh sering terpapar oksidan yang disebut radikal bebas. Nah, apa lagi tuh radikal bebas? Zat ini sebetulnya bahan yang secara alami ada di dalam tubuh kita. Tapi jika kadarnya berlebihan, ia bisa menjadi musuh bagi tubuh. Radikal bebas ini bisa terbentuk kalau kita, misalnya, bekerja terlalu capek, kurang istirahat, sering stres, sering terpapar polusi, merokok, atau menderita penyakit kronis.

Tingginya radikal bebas membuat proses perusakan sel-sel tubuh menjadi lebih cepat. Nah, di sinilah fungsi antioksidan. Zat ini akan menangkal aksi radikal bebas sehingga proses perusakan sel-sel tubuh bisa dihambat. Dengan kata lain, jika kita banyak mengonsumsi antioksidan, kita bisa menghambat proses rusaknya sel-sel di dalam tubuh.

Bahan antioksidan ini bisa kita dapatkan dari makanan sehari-hari. Ada banyak sekali contoh antioksidan. Sebagian termasuk golongan vitamin, sebagian lainnya nonvitamin. Beberapa contoh antioksidan yang utama antara lain:

Tabel Jenis Antioksidan dan Sumbernya

No

Antioksidan

Sumber

1

Betakaroten, prekursor (bahan pembuat) vitamin A

Banyak terdapat di dalam wortel, ketela rambat (biasa disebut ubi atau ubi rambat), dan buah atau sayur-sayuran yang berwarna cerah.

2

Vitamin A

Banyak terdapat di dalam ikan, susu, hati.

3

Vitamin C

Banyak terdapat di dalam jeruk, anggur, pepaya, tomat, brokoli, sebagian besar buah-buahan dan sayur berwarna hijau.

4

Vitamin E

Banyak terdapat di kacang-kacangan (polong-polongan), minyak sayur, dan hati.

5

Selenium

Banyak terdapat di dalam ikan, kerang-kerangan, biji-bijian, bawang putih.

6

Flavonoid & polifenol

Banyak terdapat di dalam kedelai dan produk-produk turunannya (misalnya tahu dan tempe), teh, cokelat hitam, anggur.

7

Likopen

Banyak terdapat di dalam tomat, semangka, anggur yang berwana pink atau merah.

8

Lutein

Banyak terdapat di dalam sayuran yang berwarna hijau tua, misalnya bayam dan brokoli.

Tabel di atas hanya contoh dari beberapa jenis antioksidan utama berikut beberapa sumbernya dari makanan. Selain yang disebut di atas, masih banyak jenis makanan lain yang bisa menjadi sumber antioksidan. Dari daftar di atas kita bisa melihat bahwa sebagian besar bahan ini terdapat di dalam produk nabati misalnya buah, sayur, dan biji-bijian. Itu sebabnya kita sangat disarankan mengonsumsi makanan jenis ini jika ingin mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari antioksidan.

Satu jenis buah atau sayuran bisa berisi beberapa macam antioksidan. Sebagai contoh, tomat mengandung vitamin C, likopen, betakaroten, dan flavonoid. Satu jenis buah atau sayuran punya komposisi yang berbeda-beda. Namun, tidak ada satu pun buah atau sayuran yang mengandung semua jenis antioksidan di atas secara lengkap.

Makan Secara Variatif

Jika kita ingin memperoleh manfaat optimal dari antioksidan, sebisa mungkin kita harus mengonsumsi semua jenis antioksidan. Caranya, tentu saja dengan mengonsumsi berbagai macam sayuran dan buah. Dengan kata lain, makanlah jenis makanan yang variatif. Ini aturan umum agar kebutuhan kita terhadap nutrisi tercukupi. Bukan hanya dalam urusan buah dan sayuran, tapi juga dalam urusan makanan secara umum. Jangan biasakan makan jenis makanan yang monoton.

Jika kita mengonsumsi makanan secara variatif, kandungan antioksidan dari aneka makanan itu akan saling melengkapi. Dalam hal buah dan sayuran, kita bisa memakai aturan sederhana berdasarkan variasi warna. Makanlah buah atau sayuran dari berbagai warna.

Secara natural, warna buah atau sayuran ternyata memang berhubungan dengan kandungannya. Sebagai contoh, betakaroten biasa terdapat di dalam buah atau sayuran yang berwarna kuning kemerahan cerah seperti wortel. Begitu pula likopen banyak terdapat di dalam buah atau sayuran dengan warna merah seperti tomat, semangka, dan anggur yang berwarna merah atau pink.

Selain banyak terdapat di dalam daging buah, zat antioksidan ini juga banyak terdapat di kulitnya. Misalnya pada apel, stroberi, anggur, dan buah-buahan yang kulitnya berwarna. Karena itu, supaya kita tidak kehilangan manfaat antioksidan, sebisa mungkin makanlah buah bersama kulitnya, jika memang kulitnya bisa dimakan.

Saat ini di pasaran terdapat banyak produk suplemen yang berisi antioksidan. Namun, cara yang paling disarankan tetaplah mengonsuminya dari makanan yang bervariasi. Persis seperti saran Hippocrates, Bapak Kedokteran, “Let your food be your medicine.” (Emshol)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s