Antioksidan Banyak Sumbernya, Banyak Manfaatnya [Sedap sekejap]

Sama seperti kolesterol, radikal bebas sebetulnya juga bahan yang secara alami ada di dalam sel tubuh kita. Bahan ini dihasilkan dari proses pembakaran karbohidrat (gula) menjadi energi. Salah satu manfaatnya, ia bisa membunuh sel-sel kuman di dalam tubuh.

Namun, jika jumlahnya di dalam tubuh terlalu banyak, ia bisa menjadi berbahaya karena menyerang sel-sel yang sehat. Jumlah radikal bebas akan makin banyak kalau kita melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, stres, merokok, minum alkohol, terpapar polusi, atau berada terlalu lama di bawah sinar matahari. Berbagai jenis penyakit dan gangguan kesehatan bisa muncul akibat ulah radikal bebas.

1. Penuaan dini kulit
Radikal bebas menyerang sel kulit yang sehat sehingga menyebabkan kulit yang mestinya masih mulus dan kecang menjadi berkeriput dan kusam. Dengan banyak mengonsumsi antioksidan lewat makanan, kita bisa menunda proses penuaan kulit sehingga kulit lebih awet muda.

2. Hipertensi
Jika seseorang memiliki kelebihan kolseterol dan lemak, kedua zat ini bisa tertimbun di dinding pembuluh darah menyebabkan timbulnya “kerak”. Proses pengerakan dinding pembuluh darah ini biasa disebut aterosklerosis. Kalau jumlah radikal bebas juga terlalu banyak, aterosklerosis ini akan terjadi lebih cepat. Radikal bebas akan mengoksidasi lemak dan kolesterol itu menjadi kerak yang menempel di dinding pembuluh darah.

Aterosklerosis yang kronis menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan menyempit sehingga tekanan darah pun meningkat (hipertensi). Jika kita banyak mengonsumi makanan yang kaya antioksidan, berarti kita telah mengurangi kemungkinan menderita hipertensi.

3. Jantung koroner
Lokasi pembuluh darah yang menyempit bisa berada di seluruh tubuh. Jika lokasinya di pembuluh koroner (jantung), maka risikonya lebih fatal dari sekadar darah tinggi. Sewaktu-waktu pembuluh darah koroner ini bisa buntu menyebabkan serangan jantung. Kalau sampai ini terjadi, tentu korbannya bisa wassalam, meningga dunia. Dengan banyak mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan, berarti kita memperkecil peluang terkena serangan jantung.

4. Stroke
Selain di pembuluh darah jantung, aterosklerosis juga bisa terjadi di pembuluh darah otak. Penyempitan pembuluh darah di otak ini sewaktu-waktu bisa menyebabkan terjadinya serangan stroke. Artinya, kalau kita banyak mengonsumsi antioksidan, risiko stroke pun bisa kita minimalkan.

5. Kanker
Radikal bebas bisa juga menyerang sel-sel sehat dan memicunya menjadi sel kanker. Banyak penelitian membuktikan, konsumi makanan yang kaya antioksidan bisa secara signifikan menurunkan risiko kanker. Contohnya, likopen. Antioksidan yang banyak terdapat di dalam tomat ini terbukti bisa menurunkan risiko kanker prostat.

Selain beberapa contoh di atas, antioksidan masih punya banyak manfaat lain. Satu jenis antioksidan mungkin memiliki banyak manfaat selain menangkal radikal bebas. Sebagai contoh, vitamin A dan betakaroten, selain sebagai antioksidan, juga punya fungsi menjaga kesehatan mata. Begitu pula vitamin C. Selain sebagai antioksidan, vitamin ini juga berfungsi menjaga daya tahan tubuh serta mempercepat proses regenerasi sel-sel yang rusak.

Masing-masing antioksidan punya sifat yang khas. Sebagian sangat dipengaruhi oleh cara penyajian. Sebagai contoh, vitamin C relatif tidak stabil di dalam suhu tinggi. Itu sebabnya kandungan vitamin ini bisa berkurang kalau sayuran kita masak dengan suhu tinggi.

Contoh lain, betakaroten di dalam wortel. Antioksidan jenis ini punya sifat yang khas, ia lebih mudah diserap jika wortel dikonsumsi dalam bentuk masakan, bukan wortel segar, misalnya jus wortel.

Begitu pula likopen pada tomat. Ia juga lebih mudah diserap dalam bentuk tomat yang sudah diolah, bukan dalam bentuk tomat segar. Jadi, dalam jumlah yang sama, tomat di dalam masakan memberikan lebih banyak likopen daripada jus tomat. Di sinilah perlunya kita menyiasati konsumsi antioksidan.

Kalau tomat dimasak lebih dulu, likopennya lebih mudah diserap tubuh. Ini menguntungkan, tapi kandungan vitamin C-nya mungkin akan turun. Itu sebabnya kita disarankan mencukupi kebutuhan vitamin C dari buah lain yang bisa dikonsumsi dalam keadaan segar. Kucinya tetap: makanlah jenis makanan yang bervariasi.

Badan Kesehatan Dunia menyarankan kita mengonsumsi sayur dan buah 3 – 5 porsi sehari. Ukuran “porsi” di sini bisa mengikuti aturan umum saja. Untuk buah berukuran sedang seperti jeruk atau apel, satu buah dianggap sebagai satu porsi. Kalau buahnya kecil-kecil seperti anggur, beberapa biji (misalnya lima) dihitung sebagai satu porsi. Kalau buahnya besar, seperti semangka, satu iris dianggap satu porsi.

Dengan banyak mengonsumsi buah dan sayuran, kita tidak hanya mendapatkan manfaat dari antioksidan, tapi juga manfaat dari vitamin lain, mineral, dan tentu saja serat. (Emshol)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s