Mengunduh Duit dari Internet [intisari]

Penulis: M. Sholekhudin

Bill Gates pernah mengumpamakan, internet saat ini telah menjadi sebuah pusat keramaian di kota global masa depan. Di pusat keramaian itu, orang-orang dari seluruh penjuru dunia berinteraksi, juga berbisnis. Persis seperti masyarakat tradisional yang melakukan jual beli di pasar.

—–

Yang dikatakan Bill Gates ini bukan sebuah ramalan tapi kenyataan. Internet saat ini memang telah menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Lewat internet, kita bisa mencari uang hanya dengan duduk di depan komputer. Di dunia maya ini, kita juga bisa mendirikan perusahaan tanpa harus punya kantor. Internet menyediakan tempat yang luasnya nyaris tak terbatas bagi kita untuk memulai bisnis di sana.

Setidaknya, ada tiga jenis bisnis yang peluangnya bisa kita manfaatkan. Pertama, jual beli produk. Produk di sini bisa berupa barang atau jasa. Jenis bisnis ini sama seperti berdagang dalam pengertian tradisional, hanya saja tempatnya tidak di pasar tapi di internet.

Internet bisa menjadi ladang bisnis karena kecenderungan masyarakat sekarang yang <i>Googleminded</i>. Sangat mungkin, kita sendiri termasuk di dalam kelompok ini. Butuh apa pun, kita terbiasa bertanya kepada mesin pencari semacam Google. “Ini sudah menjadi kultur orang zaman sekarang,” kata Romi Satria Wahono, ahli teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang juga pendiri situs http://ilmukomputer.com (http://ilmukomputer.org).

Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sekitar 28 juta penduduk Indonesia saat ini terhubung ke internet. Sementara menurut pemantau lalu lintas internet www.alexa.com, situs yang paling banyak dikunjungi adalah mesin pencari semacam Google dan Yahoo! Dalam istilah ekonomi, 28 juta orang ini adalah pasar yang sangat besar. Dengan membuka etalase di internet, kita berharap bisa menjaring orang-orang yang bertanya kepada Google itu agar datang ke toko kita.

Di sinilah kita dituntut untuk pandai-pandai membaca peluang. Kalau seorang pengguna internet bertanya kepada Google tentang hotel murah di Bali, maka Google akan mengarahkannya ke www.hotelmurahbali.com. Kalau seseorang bertanya tentang tempat penitipan anjing, Google akan mengarahkan penanya kepada www.anjingkita.com. Terlepas dari seberapa bagus kualitas layanan mereka, yang jelas mereka telah berhasil dengan baik memanfaatkan internet, khususunya Google, untuk menjaring konsumen datang kepada mereka.

Ini memang salah satu karakter internet yang membuat bisnis di dunia ini harus didesain secara berbeda. Internet tidak bisa membedakan perusahaan bonafide atau tidak. Yang tampil di urutan atas mesin pencari, dialah yang akan diuntungkan.

Salah satu kelebihan lain internet adalah sifatnya yang global, mendunia. Karakter ini tentu bisa dimanfaatkan untuk tujuan bisnis. Jika kita punya etalase di internet, semua orang di seluruh penjuru dunia bisa melihat isi toko kita. Ini sudah banyak dilakukan oleh para <i>technopreneur</i> muda Indonesia. Mereka membuat <i>game</i>, program, desain, dan produk-produk kreatif lainnya lalu mereka jual kepada para pembeli di luar negeri lewat internet. Pasarnya luas, biayanya murah.

Untuk punya usaha besar di internet, kita tidak harus punya kantor yang besar pula. If you have a web site, it makes your small business look big,” kata Natalie Sequera, ahli TIK dari Claris Corporation, Amerika Serikat. Internet tidak bisa membedakan perusahaan kecil dan besar. Yang tampilan situsnya paling bagus dan fiturnya paling oke, dialah yang diuntungkan. “Karena karakter inilah, bisnis di internet bisa digunakan oleh pengusaha kecil untuk melawan dominasi pengusaha besar,” kata Dwi Larso, pengajar Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Bandung.

Sebagai media yang punya karakter khas, internet punya kelebihan, murah dan efektif. Biaya membuka “toko” di internet bisa dibilang sangat murah. Kata Romi, dengan modal Rp 250.000 setahun, kita sudah bisa punya situs sendiri di internet. Dengan modal sebesar itu, toko kita punya kesempatan dikunjungi oleh siapa pun dari seluruh penjuru dunia.

Kita juga tidak harus punya toko fisik. Di internet, kita bisa menjual furnitur tanpa harus punya toko fisik furnitur. Biarkan pihak lain yang memproduksi furniturnya, kita bertindak sebagai pemasar saja. Buat situs toko <i>online</i>, pasang foto-foto furnitur di sana, lengkap dengan spesifikasi dan harganya. Kita bertindak sebagai penghubung antara pembeli dan penjual.

<b>Ongkang-ongkang dapat uang</b>

Jenis bisnis internet kedua adalah menjadi <i>publisher</i> iklan. Sejak beberapa tahun yang lalu, bisnis ini cukup populer di kalangan internet mania. Caranya, kita membuka situs di internet. Situs ini harus unik, isinya gratis, dan dikunjungi banyak orang. Jika pengunjungnya banyak, kita bisa mendapatkan pemasukan dari iklan. Romi sendiri termasuk salah satu pelaku bisnis ini yang cukup berhasil. Dari situsnya ilmukomputer.com, ia bisa mendapatkan penghasilan dari iklan sekitar Rp 25 juta dalam sebulan. Ini benar-benar ongkang-ongkang dapat uang!

Bisnis internet jenis kedua ini biasanya identik dengan Google Adsense. Padahal, kata Romi, sebetulnya ada beberapa agen iklan lokal yang bisa dimanfaatkan, misalnya Adbrite atau Admaxasia.

Selain iklan jenis Google Adsense, kita juga bisa memasang iklan afiliasi. Ini jenis iklan baru yang kini sedang berkembang, contohnya Amazon Affiliate (affiliate-program.amazon.com). Bentuknya seperti iklan baris biasa, yang mengiklankan produk yang dijual Amazon, toko buku <i>online</i> yang kondang sejagat itu. Jika seseoran
g mengeklik dan membeli produk itu, kita akan mendapatan komisi dari Amazon.

<b>Menjual diri</b>

Selain dua jenis bisnis di atas, internet juga bisa menjadi media yang efektif dan efisien bagi siapa pun untuk memasarkan diri. Istilah kerennya, <i>personal branding</i>. Ini seperti yang dilakukan oleh Matt Mullenweg, pendiri situs blog yang cukup laris di Indonesia, WordPress.com. Dia membuat situs WordPress dan menggratiskan semuanya. Dia juga sama sekali tidak memasang iklan di WordPress. Lalu, ia hidup dari mana? Apa keuntungan yang ia peroleh? Jawabannya adalah <i>personal branding</i>.

Dia tidak mendapat keuntungan dari iklan, tapi ia hidup dari “efek samping” punya situs yang terkenal. Karena semua orang tahu dia adalah pembuat situs WordPress, dia akhirnya menjadi terkenal sebagai ahli TIK. Selanjutnya, ia banyak mendapatkan proyek dari perusahaan-perusahaan besar dengan bendera perusahaan yang ia dirikan, Automatic.

Hal serupa juga dilakukan secara tidak sengaja oleh Romi. Tahu 2003 ia membuat situs ilmukomputer.com saat masih menempuh studi di Jepang. Awalnya ia tidak menyangka situs yang ia buat menjadi sangat laris dan dikunjungi oleh banyak pengguna internet. Setelah situsnya terkenal, ia pun menjadi ikut terkenal. Namanya menjadi identik dengan <i>E-learning</i>. Setelah terkenal, ia banyak menerima proyek dari perusahaan-perusahaan besar lewat bendera perusahaan yang ia dirikan, Brainmatics.

Sejak menjadi terkenal, Romi pun banyak menerima undangan pelatihan TIK dari perusahaan-perusahaan besar. Secara terbuka, ia mengaku bahwa pendapatan dari bisnis jenis ketiga ini (<i>personal branding</i>) jauh lebih besar daripada pendapatan dari bisnis jenis kedua (iklan).

Bisnis jenis ketiga inilah yang juga menjelaskan kenapa banyak programer <i>open source</i> bisa mengambil keuntungan dari program yang ia buat. Mereka tidak mengambil keuntungan langsung dari produk yang mereka buat karena sifatnya yang gratis. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan keuntungan dari <i>personal branding</i>.

Pendek kata, internet memberi banyak pilihan buat kita untuk mencari uang di sana. Di abad ke-21 ini, cara manusia berinteraksi sudah berubah. Internet telah mengubah segalanya. Media ini, seperti kata Bill Gates, telah menjadi “pusat keramaian kota” tempat orang-orang berinteraksi dan berbisnis. Tinggal bagaimana kita kreatif memanfaatkan peluang. Jika selama ini kita lebih banyak menggunakan internet untuk urusan yang tidak produktif, inilah saatnya kita pindah haluan dan menjadikan internet untuk tujuan produktif.

Boks-1

<b>Tips Memulai Bisnis di Internet</b>

· Tentukan jenis bisnis

Sebelum memulai, tentukan dulu jenis bisnis yang hendak digeluti. Apakah sekadar ingin menjadi “tengkulak” seperti bisnis forex, membuka toko <i>online</i> sendiri, menjaring iklan, atau <i>personal branding</i>. Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, pertama-tama kita harus bertanya kepada diri kita, apa yang bisa kita jual; berapa banyak modal yang kita punya. Jika modal pas-pasan, tak usah khawatir. Bisnis di internet bisa dilakukan dengan modal yang minimal, bahkan di kisaran beberapa juta rupiah. Yang penting, ide kreatif.

· Lakukan riset

Pahami budaya target pasar. Bisnis internet yang sukses di luar negeri belum tentu sukses di Indonesia. Dwi Larso memberi contoh, toko buku <i>online</i> Amazon, bisa sangat berhasil di tingkat dunia, tapi hal serupa tidak terjadi di toko-toko buku <i>online</i> di Indonesia. Soalnya, budaya konsumsi di masyarakat kita berbeda dengan budaya di negara maju.

· Tetap ikuti aturan umum berbisnis di dunia nyata

Bisnis jenis apa pun selalu menuntut kreativitas, keuletan, kerja keras, dan pelayanan yang bagus. Pilihlah jenis bisnis yang unik dan belum banyak dilakukan orang lain. Jangan ikut-ikutan. Kreatif, kreatif, kreatif.

· <i>Just do it</i>!

Ide yang bagus saja bisa tidak cukup. Ekseskusi harus dilakukan cepat dan tepat. Jika kita adalah pemula di bisnis ini dan masih buta dalam banyak hal, tak usah khawatir. Jika Anda tak paham apa itu valuta, iklan afiliasi, Google Adsense, Googel Trends, tanyakan semua persoalan kepada Google, semua akan terjawab.

Boks-2

<b>Trik Bersahabat dengan Google</b>

Tak bisa diingkari, mesin pencari sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis di internet. Agar kita bisa memperoleh manfaat sebesar-besarnya, kita harus cerdik memanfaatkan <i>search engine optimization</i> supaya kita selalu tampil di urutan atas hasil pencarian <i>Paman</i> Google.

· Pastikan Google mengindeks situs kita.

Dulu, agar bisa terindeks oleh Google, sebuah situs anyar harus didaftarkan lebih dulu. Tapi sekarang, kita tidak perlu mendaftarkannya. Cara paling sederhana, masuklah ke sebuah forum yang sudah diindeks oleh Google (misanya Detik.com), lalu tulislah sebuah komentar diskusi (bukan iklan), dan gunakan signature situs kita. Otomatis, saat Google berkunjung ke situs itu, alamat situs kita pun akan diindeks oleh Google.

· Lakukan <i>update</i> harian.

Meskipun produk yang kita jual tidak berubah, lakukan <i>update</i> harian di situs kita. Caranya, isilah situs dengan artikel yang terkait. Kalau kita berjualan ukiran jepara, masukkan artikel-artikel tentang ukiran jepara. Makin sering sebuah situs di-<i>update</i>, makin rajin Google menyambangi situs kita, dan makin besar peluang situs kita tampil di urutan atas hasil pencarian.

· Pilihlah kata kunci yang tepat.

Kata kunci ini akan menjadi panduan Google saat membuat urutan hasil pencarian. Saat memuat sebuah tulisan, gunakan kata kunci yang paling banyak digunakan oleh pengguna mesin pencari. Untuk mengetahuinya, kita bisa bertanya ke Google Trends.

· Tampilkan diri secara meyakinkan.

Cara komunikasi di internet sangat dipengaruhi oleh kemampuan meyakinkan orang lain lewat tulisan. Ini harus disadari. Situs bisnis yang berisi artikel-artikel yang memikat akan tampak lebih meyakinkan walaupun, katakanlah, bisnis itu tidak punya kantor. “Perception is more than reality,” kata para ahli pemasaran.

· Hindari jebakan di internet.

Selain memberi banyak peluang, internet juga penuh perangkap. Jangan terjebak. Jika memasarkan produk bisnis kita, jangan melakukannya secara vulgar, misalnya sampai mengganggu sebuah milis. Jika tertangkap oleh Google, iklan kita itu akan dianggap sebagai sampah (spam). Jika ingin memasarkan diri di sebuah milis, ikutlah berdiskusi sebagai anggota biasa. Kirim artikel atau komentar jujur untuk membantu dan memberi solusi, lalu gunakan signature situs bisnis kita. Itu adalah bentuk iklan yang efektif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s