Sate Lembut Bu Atikah

Makanan ini sebetulnya bukan masakan khas Betawi tapi sudah telanjur dikenal sebagai salah satu warisan kuliner di Betawi yang layak dilestarikan. Di Jakarta dan sekitarnya, tidak gampang menjumpai makanan ini. “Mungkin warung ini satu-satunya yang menjual sate lembut di Jakarta,” kata Atikah, pemilik warung sate lembut di daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Atikah adalah generasi ketiga yang sekarang mengelola rumah makan yang sudah berdiri sejak tahun 1948 ini. Menu utama di warung ini pun masih sama dengan menu utama saat kakek dan neneknya mulai berjualan di Pasar Tanah Abang lebih dari 60 tahun yang lalu, yaitu sate lembut.

Sate ini berbahan daging sapi. Disebut sate lembut karena memang sebelum dibakar, daging sapi ini dihaluskan sampai benar-benar lembut. Pertama-tama daging sapi digiling dengan menggunakan gilingan manual. Setelah itu, hasil gilingan daging yang masih agak kasar dicincang lagi menjadi lebih halus. Daging cincang ini masih ditumbuk lagi dengan menggunakan alu kayu sampai benar-benar lembut.

Setelah itu, daging dicampur dengan bumbu. Ini perbedaan lain sate lembut dengan sate kebanyakan. Bumbu yang oleh Atikah disebut sebagai bumbu rempah ini berisi lengkuas, ketumbar, cabai, kemiri, serai, dan gula merah. Sama seperti dagingnya, semua bumbu rempah ini juga dulek sampai benar-benar halus lalu ditumis, baru dicampur dengan daging.

Setelah dibumbui, daging ini kemudian dibentuk menyerupai gada kecil di sepotong tusukan bambu lalu dibakar setengah matang. Ini tahap yang paling sulit dalam pembuatan sate lembut. Salah sedikit saja selama proses pengolahan daging, sate ini akan buyar. “Karena itu saya selalu pakai daging sapi <i>murni</i>,” kata Atikah.

Yang dimaksud daging sapi murni oleh Atikah adalah daging sapi segar. Pantang menggunakan daging sapi yang sudah di-es. Jika daging sudah di-es, maka bisa dipastikan sate akan buyar, tidak bisa menempel di tusukan bambu. Untuk memastikan mendapat daging segar yang memenuhi syarat, Atikah sampai mengaku agak cerewet saat berbelanja daging.

Lucunya, kata Atikah, tidak semua orang bisa membentuk daging yang lengket di tusukan bambu. Yang bisa melakukannya hanya Atikah. Bagian yang paling sulit dari pembuatan sate ini memang menjaga agar daging tetap menempel di tusukan bambu. Itu sebabnya, sate ini dibakar setengah matang dulu supaya dagingnya tidak lepas dari tusukan. Jika ada pembeli, sate setengah matang ini baru dibakar hingga matang di atas bara batok kelapa.

Selama pembakaran, sate ini juga beberapa kali dilumuri minyak goreng. Tujuannya supaya daging tidak menempel di besi panggangan. Bagian inilah yang membedakan sate lembut dengan sate buntel. Pada sate buntel, daging juga digiling lebih dulu sebelum dibakar. Bedanya, daging sate buntel dibungkus (misalnya dengan lemak) saat dibakar sehingga daging tidak buyar saat dibakar. Pada sate lembut, daging lumat tidak dibungkus apa-apa sehingga daging lebih sulit dijaga tetap utuh.

Karena dagingnya berbumbu, sate ini sudah berasa gurih. Bisa dimakan tanpa sambal kacang atau kecap. Rasa gurihnya bukan hanya berasal dari gurih daging sapi tapi juga dari bumbu rempah. Meski begitu, sate ini tetap dihidangkan dengan sambal kacang, seperti pada sate kebanyakan.

Sesuai namanya, sate ini benar-benar lembut sehingga orang yang tidak punya gigi pun bisa menikmatinya. Daging cukup dilmuat dengan gusi. Maklum saja, daging sudah dilumat tiga tahap sebelum dibakar.

Sate yang seprosi berisi sepuluh tusuk ini (Rp 20.000,-) bisa dimakan dengan nasi putih atau ketupat. Tapi jika Anda ingin mencoba pasangan sate ini, Anda bisa memesan semangkuk ketupat laksa (Rp 12.000,-). Ini juga makanan khas Betawi yang layak dicoba di warung Bu Atikah. Jika Anda datang ke warung ini berdua, seporsi sate ini bisa dinikmati berdua karena dagingnya cukup banyak dan mengenyangkan.

Selain satel lembut, warung ini juga menyediakan sate manis. Bahannya juga daging sapi tapi dipotong seperti sate biasa, tidak dihaluskan. Disebut sate manis karena rasanya manis asam. Sebelum dibakar, daging sapi ini dibumbui dengan lengkuas, ketumbar, cabai, kemiri, serai, gula merah, dan asam. (<b>Emshol</b>)

Sate Lembut Bu Atikah (Hj. Rohmah)
Jl. Kebon Kacang V/ 44
Telp. 021- 3915882
Buka tiap hari
Pukul 10.00-17.00
Tutup hari Minggu, hari besar, dan Bulan Puasa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s