Brambang Asem & Cabuk Rambak Yu Ngatmini

Dari sekian banyak makanan khas Solo yang pernah saya coba, ternyata yang paling enak (menurut lidah saya yang sangat menyukai sambal) adalah brambang asem. Ini makanan tradisional Solo yang penjualnya sangat jarang dijumpai, bahkan di Kota Solo sekalipun. Saya menemukan penjual makanan ini, namanya Yu Ngatmini, di dalam Pasar Gede, pasar tradisional yang letaknya tak jauh dari Keraton.

Makanan ini terbilang sangat sederhana. Bahan utamanya hanya daun ubi jalar alias ubi rambat alias ketela rambat alias Ipomoea batatas. Daun ubi jalar ini direbus setelah itu dihidangkan dengan cara disiram sambal yang pedasnya sampai membuat saya megap-megap. Kata orang Betawi, pedasnya naujubile. “Soalnya, yang membuat sambal memang orangnya galak,” ledek penjual bumbu dapur yang lapaknya persis di sebelah Yu Ngatmini.

Sambalnya agak encer, berwarna cokelat, dibuat dari bawang merah (di Solo disebut brambang), asam, cabai rawit, gula jawa, dan terasi. Sebelum dibuat menjadi sambal, bawang merah ini dibakar lebih dulu sehingga menghasilkan aroma yang khas. Karena komponen brambang dan asam, makanan ini kemudian disebut brambang asem. Isi brambang asem memang cuma rebusan daun ubi jalar dan sambal. Tidak pakai nasi maupun lontong. Kalaupun ada tambahan lauk, biasanya hanya tempe gembus, yang dibuat dari ampas tahu. Buat orang kota, makanan ini nyaris “tidak berharga”—sebab sepincuk hanya Rp 1.500,-.

Selain menjual brambang asem, Yu Ngatmini juga menjual makanan tradisional lainnya yang juga sangat sulit djiumpai, yaitu cabuk rambak. Sama seperti brambang asem, makanan ini juga sederhana sekali. Cabuk rambak hanya terdiri dari dua komponen yaitu ketupat, cabuk, dan rambak. Cabuk adalah sejenis sambal yang terbuat dari wijen putih. Sedangkan rambak adalah kerupuk gendar yang terbuat dari nasi yang ditumbuk kemudian diiris, dijemur, lalu digoreng.

Disajikan di atas pincuk, setiap irisan ketupat disusun berbaris kemudian ditaburi cabuk yang rasanya gurih asin. Di atasnya kemudian ditutupi kerupuk gendar. Itu saja. Sangat sederhana. Sesederhana falsafah hidup orang Jawa, sakmadyo. Hidup sederhana, makan juga seadanya.

Brambang Asem & Cabuk Rambak Yu Ngatmini
Di dalam Pasar Gedhe, Solo
Buka tiap hari pukul 07.00 – 17.00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s