Einstein Vs Mr. Bean

Saya sungguh terlambat baru mengetahui lelucon ini pada hari Senin, 30 November 2009 alias 54 tahun setelah kematian Albert Einstein (dan kelahiran Rowan Atkinson).

Saya punya metode sederhana dalam menilai sebuah lelucon. Saya akan menganggap lelucon itu layak dianalisis jika saya membacanya empat kali sehari selama empat hari berturut-turut dan saya masih selalu bisa tersenyum tiap kali membacanya. Hari ini baru hari kedua saya membaca ulang, tapi saya sudah bisa membuat dugaan kuat bahwa saya masih akan tersenyum sampai seminggu lagi.

Alkisah, Einstein dan Mr. Bean duduk berdampingan di sebuah penerbangan yang panjang

(Sekadar mengingatkan kembali, Einstein adalah ilmuwan yang sering dianggap sebagai manusia paling jenius di abad ke-20. Ia bisa menemukan hukum-hukum fisika yang tidak terlihat oleh kebanyakan fisikawan. Hanya dengan menggunakan formula-formula matematika dan imajinasi, ia bisa membuktikan bahwa “waktu” ternyata relatif. Ia juga bisa melihat bahwa lintasan berkas cahaya ternyata tidak selalu lurus, ia bisa dibengkokkan oleh gravitasi dari sebuah materi yang sangat besar dan masif.)

Untuk mengusir jenuh selama penerbangan, Einstein menantang Bean bermain tebak-tebakan. Jika Bean tidak bisa menjawab, dia harus membayar 5 dolar kepada Einstein. Tapi jika Einstein tidak bisa menjawab, ia harus membayar 500 dolar kepada Bean. Ini tantangan yang adil karena Einstein adalah seorang jenius sementara Bean orang yang dungu. Bean menerima tantangan itu.

Enstein mendapat giliran pertama,” Berapa kilometer jarak Bumi ke Bulan?”

Mendapat pertanyaan fisika itu, Bean tentu saja tak bisa menjawab. Tanpa berpikir panjang, ia langsung merogoh kantung, mengambil uang 5 dolar dan ia berikan kepada Einstein sambil menggumam dengan suara tidak jelas seperti sedang menggerutu.

Giliran Bean mengajukan pertanyaan—juga dengan suara gumam yang kurang jelas, “Hewan apa yang naik ke bukit dengan tiga kaki dan turun dengan empat kaki?”

Setelah berpikir sejenak, Einstein menjawab, “Anjing yang naik bukit sambil kencing!”

Bean hanya menggeleng-gelengkan kepala, tak mengucapkan sepatah kata pun. Tapi ia memberi isyarat bahwa Einstein boleh mencoba memberikan jawaban lagi.

Einstein pun lalu mencari jawabannya di internet dengan bantuan mesin pencari Google, tapi tidak juga menemukan jawabannya. Akhirnya ia menyerah lalu dengan terpaksa memberikan 500 dolar kepada Bean.

Karena masih penasaran dengan jawaban teka-teki itu, Einstein bertanya kepada Bean, “Jadi, hewan apakah itu, Mr. Bean?”

Bean tidak menjawab. Ia merogoh kantung celana, mengambil uang 5 dolar dan memberikannya kepada Einstein!

Advertisements

7 thoughts on “Einstein Vs Mr. Bean

  1. dilihat dari tipe humornya, kayaknye ini memang anekdot nasruddin hoja alias juha yg diadaptasi. tapi saya ternyata penasaran juga sama hewan teka-teki di atas. sepertinya ada jawabannya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s