TIPS SEHAT: Dapur Ramah Lingkungan

 

Oleh: M. Sholekhudin

Belakangan ini ada dua hal yang masih bakal sering kita baca atau kita dengar lewat media massa, yaitu pemanasan global (perubahan iklim) dan gaya hidup hijau (ramah lingkungan). Maka, jika kita biasanya membuat resolusi tahun baru untuk lebih hemat atau lebih sehat dalam bergaya hidup, di tahun ini tak salah bila kita menambah resolusi untuk bergaya hidup lebih hijau. Dalam urusan sehari-hari, gaya hidup hijau bisa diterapkan mulai dari bagian rumah yang sangat vital, yaitu dapur.

Ya, dapur adalah bagian rumah yang paling penting. Dibandingkan bagian-bagian lain di rumah, dapur menghasilkan sampah paling banyak. Dapur juga biasanya mengonsumsi energi paling banyak. Tak penting apakah kita seorang jago masak atau hanya bisa membuat nasi goreng, pengetahuan tentang pola hidup ramah lingkungan di dapur akan sangat berguna bagi kita sekeluarga. Jika kita bisa menerapkan gaya hidup hijau di dapur, sebetulnya pada saat yang sama kita juga sedang menerapkan gaya hidup hemat dan sehat.

Di dapur, ada beberapa bagian penting yang paling perlu mendapat perhatian agar rumah kita lebih ramah lingkungan, antara lain:

1. Kulkas.

 

Menurut perhitungan organisasi lingkungan internasional Greenpeace, perabotan rumah tangga modern yang paling banyak mengonsumsi listrik adalah kulkas. Agar konsumsi listrik alat ini optimal, kita bisa melakukan beberapa tindakan di bawah:

  • Jika mungkin, atur suhu pada bagian refrigerator (pendingin untuk menyimpan buah dan sayur) pada suhu 3-5°C. Sementara bagian freezer (pembeku untuk menyiman daging dan es batu) pada suhu -17 sampai -15°C. Ini adalah suhu  optimal di mana kulkas bisa bekerja paling efisien.
  • Jangan terlalu sering dan terlalu lama membuka pintu kulkas. Kulkas didesain untuk tidak terlalu sering dan terlalu lama dibuka. Jika anda membukanya, usahan seperlunya saja dan sesingkat mungkin. Makin lama kita membuka pintu kulkas, maka udara dingin di dalam kulkas akan bertukar dengan udara hangat dari luar kulkas. Akibatnya suhu bagian dalam kulkas akan naik. Hal ini akan memaksa kulkas bekerja keras dan mengonsumsi energi lebih banyak.
  • Jangan letakkan kulkas di ruangan yang hangat, misalnya dekat kompor, dekat jendela yang terkena sinar Matahari, atau dekat dengan alat lain yang menghasilkan panas.
  • Agar  konsumsi listrik tetap efisien, bersihkan kumparan kondensor setahun sekali.
  • Jaga karet pintu kulkas tetap bersih. Karet ini berfungsi untuk menjaga agar kulkas kedap udara. Jika bagian ini rusak misalnya karena terlapisi oleh sisa makanan yang mengering, maka kemampuannya untuk menjaga kulkas kedap udara akan berkurang. Akibatnya kulkas akan menyedot lebih banyak listrik.
  • Pilih kulkas yang hemat listrik. Pada saat kita membelinya, kulkas jenis ini biasanya memang relatif lebih mahal ketimbang kulkas yang tidak hemat listrik. Tapi pada saat dipakai, kulkas ini akan mengemat listrik dan tentu saja lebih menghemat biaya bulanan. Lebih dari itu, kulkas hemat listik biasanya juga lebih awet dan tahan lama, tak gampang rusak. Jadi, kalau dihitung biaya totalnya, kulkas jenis ini sebetulnya lebih hemat.
  • Jangan isi kulkas terlalu penuh. Biasakan mengelola isi kulkas dengan perencanaan yang baik. Lebih baik memasak dengan sayuran yangg baru dibeli, daripada sayuran yang sudah dibeli seminggu sebelumnya.
  • Jangan masukkan makanan panas atau hangat ke dalam kulkas. Suhu panas makanan akan memaksa kulkas bekerja lebih keras dan menyedot listrik lebih banyak. Biasakan menyiman makanan yang sudah mencapai suhu ruangan. Begitu diangkat dari tungku, biarkan makanan sampai mencapai suhu kamar, baru masukkan ke dalam kulkas.

2. Memasak

  • Tiap kali membeli alat masak elektrik, selalu perhatikan kebutuhan listriknya. Pilihlah alat masak yang awet sekalipun sedikit lebih mahal. Jangan terlalu sering bergonta-ganti alat masak yang baru. Makin cepat kita membuang sisa alat masak, makin banyak sampah yang kita hasilkan.
  • Sebisa mungkin gunakan kompor gas daripada kompor listrik. Secara umum, alat masak elektrik lebih boros energi dua kali lipat daripada alat masak kompor gas. Dari sudut pandang ilmu memasak, kompor gas juga lebih baik daripada kompor elektrik karena lebih mudah diatur panasnya untuk menghasilkan makanan sesuai resep aslinya. Di Indonesia, sebagian besar pembangkit listrik menggunakan bahan bakar batu bara yang melepaskan gas rumah kaca secara kolosal ke atomsfer Bumi. Pada saat menggunakan kompor listrik, dapur memang tidak menghasilkan asap, tapi sebetulnya alat ini menghasilkan asap tidak langsung yang lebih banyak daripada kompor gas.
  • Saat memasak air, gunakan penutup pada panci. Air akan lebih cepat mendidih kalau wadahnya ditutup. Jika kita membiarkan wadahnya terbuka. Jika kita membiarkan panci tidak tertutup, sebetulnya kita telah membuang energi panas sia-sia.
  • Gunakan kompor dan alat memasak yang ukurannya sesuai dengan jumlah makanan yang dimasak. Jika nyala kompornya atau wadahnya terlalu besar, maka proses memasak ini akan membuang energi lebih banyak.
  • Jika mungkin, gunakan panci bertekanan tinggi. Alat ini bisa menghemat kebutuhan energi karena membuat proses memasak menjadi lebih singkat.
  • Untuk kebanyakan jenis makanan, matikan oven sekitar 10-15 menit lebih awal. Biarkan makanan tetap di dalam oven yang masih panas itu, jangan langsung dikeluarkan. Sisa panas di dalam oven akan mematangkan makanan tanpa menyedot energi.
  • Saat hendak memasak makanan yang baru keluar dari freezer (pembeku), biarkan bahan makanan itu sampai mencapai suhu ruangan lebih dulu baru dimasak. Cara ini, selain akan menghasilkan masakan yang yang lebih matang sempurna, juga lebih menghemat energi pada kompor.
  • Jangan memasak sampai matangnya berlebihan. Jika memang masakan sudah matang, segera matikan kompor. Jika kita memasak makanan yang mengandung banyak vitamin, maka terlalu lama pemanasan akan menyebabkan makin banyak vitamin yang rusak. Ini adalah bukti bahwa gaya hidup hijau di dapur bisa sejalan dengan gaya hidup sehat.

3. Berbelanja

 

  • Saat berbelanja kebutuhan dapur, baik ke pasar swalayan, pasar tradisional, ataupun penjual keliling, jangan lupa membawa tas atau wadah sendiri dari rumah. Cara ini akan membuat kita bisa meminimalkan jumlah sampah yang akan kita buang.
  • Sebisa mungkin, kurangi pemakaian plastik dari penjual sayuran. Makin banyak kita minta bungkus plastik dari tukang sayur, makin banyak sampah yang kita hasilkan.
  • Jangan membiasakan diri menyimpan terlalu banyak makanan stok di rumah. Biasakan berbelanja secara rutin dan memasak dengan bahan makanan yang segar. Cara ini, selain lebih baik bagi kesehatan, juga lebih ramah lingkungan. Makanan yang dihasilkan dari bahan segar juga lebih nikmat daripada makanan yang dihasilkan dari bahan yang tidak segar.
  • Batasi makanan hewani, sebagai gantinya perbanyak makanan nabati. Secara umum, peternakan menghasilkan gas buang yang tidak ramah lingkungan lebih banyak daripada pertanian atau perkebunan. Selama proses produksi, makanan hewani menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca daripada makanan nabati. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menerapkan pola makan organik. Makanan organik yang menggunakan pupuk alami jelas lebih ramah lingkunghan daripada makanan yang berasal dari budi daya non-organik, yang diberi pestisida dan pupuk kimia.
  • Sebisa mungkin pilihlah makanan lokal daripada makanan impor. Makanan impor membutuhakan proses pengiriman yang menghasilkan gas buang. Makin jauh jaraknya dari tempat tinggal kita, makin banyak gas rumah kaca yang dihasilkan pada saat proses pengiriman. Bahkan, andai kata kita makan makanan organik yang diimpor, bisa saja nilai organik itu tidak lagi bermakna karena selama proses pengiriman makanan ini menghasilkan banyak gas buang kendaraan. Dengan membeli bahan makanan lokal, selain lebih ramah lingkungan, kita juga bisa lebih memberdayakan petani lokal.
  • Jika membeli makanan dalam kemasan plastik, utamakan memilih makanan yang kemasannya memiliki tanda segitiga daur ulang. Sebisa mungkin hindai bahan yang sulit terurai dan tidak ramah lingkungan, seperti styrofoam.
  • Biasakan makan makanan yang dimasak sendiri daripada makanan awetan. Makanan awetan umumnya mengalami proses memasak berulang. Di pabrik, makanan ini sudah diolah lalu diawetkan dan dimasak lagi sebelum dimakan. Banyaknya proses ini membuat makanan itu membutuhkan lebih banyak energi. Biasakan memasak sendiri untuk membuat masakan yang segar. Selain lebih segar dan lebih ramah lingkungan, memasak sendiri juga membuat kita bisa menjamin mutu dan nilai gizinya.
  • Hematlah air, terutama saat mencuci sisa makanan atau peralatan masak yang kotor.
  • Biasakan memasak dengan alat masak yang pas. Misalnya, jika tipa hari kita hanya butuh sedikit nasi, maka biasakan memasak dengan rice cooker yang kecil saja.
  • Aturlah desain dapur sehingga hemat energi. Misalnya, saat memasak di siang hari kita tidak perlu menyalakan lampu karena ada jendela masuk sinar Matahari.

4. Sampah

  • Masaklah secukupnya, jangan berlebihan sampai banyak bersisa. Makin banyak sisanya, makin banyak sampah yang kita hasilkan.
  • Pisahkan sampah organik dan non-organik. Berikan sampah yang bisa didaur ulang kepada pemulung, misalnya botol plastik, beling, atau kemasan logam.
  • Olah sampah organik menjadi kompos, misalnya dengan keranjang takakura. Ini adalah keranjang pengolah kompos yang mudah digunakan. Sampah tinggal dimasukkan ke dalamnya dan diperam menjadi kompos. Anda bisa membuat sendiri keranjang ini. Saat ini juga banyak penjual keranjang takakura di internet. Selain dengan keranjang takakura, Anda juga bisa mengolah sampah menjadi kompos dengan lubang biopori. Jika Anda belum tahu keranjang takakura atau lubang biopori, Anda bisa mencari informasi di internet. Keranjang takakura maupun lubang biopori tidak membutuhkan rumah dengan pekarangan yang luas. Kebanyakan rumah di perkotaan pun bisa mempraktikkannya.
  • Beli produk dalam keasan isi ulang. Jangan terlalu banyak membuang sampah kemasan. Manfaatkan wadah bekas jika memang masih bisa digunakan lagi.
  • Jika mungkin, lebih baik gunakan kain lap yang bisa dicuci dan dipakai lagi  daripada menggunakan kertas tisu.

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s