TIPS SEHAT: Mulut Sehat Cermin Badan Sehat

Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan pandangan kedokteran holistik yang menyatakan bahwa kesehatan badan berkaitan langsung dengan kesehatan jiwa. Keduanya saling mempengaruhi. Problem di pikiran bisa menyebabkan masalah kesehatan badan. Begitu pula sebaliknya, penyakit di badan pun bisa menyebabkan masalah di pikiran.

Pandangan umum kedokteran holistik ini ternyata juga berlaku di bidang kesehatan mulut dan gigi. Jika para dokter ahli jiwa punya ungkapan ”mind-body connection”, para dokter gigi juga punya ungkapan serupa, ”mouth-body connection”. Problem di badan bisa menyebabkan masalah gigi dan mulut. Begitu pula sebaliknya, masalah gigi dan mulut pun bisa menyebabkan problem di organ-organ lain.

Mau bukti?

Riset yang dilakukan oleh American Academy of of Periodontology (AAP) tahun 1997 menemukan bukti jelas bahwa ada hubungan antara tingkat keparahan penyakit gusi dengan risiko serangan jantung dan stroke. Riset ini menunjukkan bahwa mereka yang menderita periodontitis ternyata memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Periodontitis adalah penyakit yang ditandai dengan radang dan infeksi di jaringan periodontium (penyangga gigi). Gusi dan tulang penyangga termasuk bagian penting dari jaringan periodontium. Dengan bahasa awam, hasil penelitian ini mengatakan bahwa orang yang gusinya bermasalah akan lebih gampang terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang gusinya sehat.

Kok bisa? Apa hubungan gusi dengan jantung?

Eugene Whitaker, profesor penanggung jawab penelitian, memberikan penjelasan. Jika darah manusia terpapar bakteri plak gigi penyebab infeksi, maka darah itu segera membeku. Pembekuan darah inilah yang bisa menjadi biang terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Penjelasan lain diberikan oleh para peneliti dari University of North Carolina-Chapel Hill. Mereka meneliti kadar C-Reactive Protein (CRP) di dalam darah pasien periodontitis. CRP adalah protein yang biasa digunakan parameter risiko penyakit jantung. Jika seseorang memiliki kadar CRP tinggi, maka ia juga punya risiko lebih tinggi terhadap sakit jantung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang menderita penyakit gusi parah mempunyai kadar CRP yang tinggi. ”Makin parah sakit gusinya, makin tinggi kadar CRP-nya,” kata Efthymios N. Deliargyris, dokter ahli jantung yang terlibat dalam penelitian ini.

Dengan hasil berbagai riset ini, AAP sampai berani memasukkan penyakit periodontitis ini ke dalam daftar faktor risiko serangan jantung, di bawah kolesterol, hipertensi, diabetes, dan sejenisnya.

Selama ini kita hanya tahu bahwa faktor risiko serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok. Tapi Deliargyris menandaskan bahwa semua faktor itu hanya menyumbang tak lebih dari dua pertiga dari keseluruhan faktor. ”Sekitar sepertiga penderita serangan jantung tidak memiliki faktor-faktor ini,” katanya. Gangguan gigi dan gusi termasuk dalam sepertiga ini.

Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian di Columbia University yang dipublikasikan di <i>American Journal of Cardiology</i>, November 2008. Para peneliti menemukan bukti adanya hubungan antara penyakit gigi dan mulut dengan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), seperti hipertensi dan hiperkolesterolemia. “Banyak orang tidak menyadari bahwa kesehatan mulut berkaitan langsung dengan kesehatan badan secara umum,” kata John T. Grbic, profesor peneliti dari Columbia University.

Selain berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, masalah gigi dan mulut ternyata juga berkaitan dengan penyakit lain macam diabetes, seperti yang dilaporkan oleh <i>Science Daily</i>, Mei 2010. Para peneliti di University of Edinburgh, Inggris, menemukan bukti bahwa perawatan gigi dan mulut bisa menurunkan kadar gula darah pasien diabetes tipe-2 yang menderita periodontitis.

Ini mungkin terdengar aneh. Apa hubungannya sakit gigi dengan sakit gula? Para peneliti menduga, bakteri penyebab infeksi mulut dan gigi menghasilkan senyawa kimia yang menyebabkan kerja insulin menjadi kurang efektif sehingga kadar gula darah meningkat.

<i>Journal of Obstetrics & Gynecology</i> edisi Februari 2010 punya data lain. Yiping Han, peneliti dari Case Western Reserve University,  AS, melaporkan penemuannya tentang kasus keguguran yang dialami oleh seorang ibu hamil yang menderita infeksi di gusi.

Apa hubugan antara penyakit gusi dengan keguguran janin? Penjelasannya agak berbeda dengan hubungan antara penyakit gusi dengan risiko serangan jantung. Si ibu, yang gusinya terinfeksi oleh kuman <i>Fusobacterium nucleatum</i>, ternyata menularkan infeksi ini kepada janin di perutnya lewat aliran darah plasenta. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap janin menunjukkan bahwa ia terinfeksi oleh kuman yang menginfeksi gusi ibunya. Data-data penelitian ini adalah bukti kuat bahwa kesehatan mulut sangat mempengaruhi kesehatan badan secara umum.

Selain sebagai jalan masuk makanan, mulut juga merupakan pintu masuk utama bagi bakteri. Ini tidak bisa dihindari karena memang makanan dan minuman kita tidak mungkin terbebas dari bakteri. Keberadaan bakteri di mulut sebetulnya hal yang normal asalkan kita rajin membersihkannya secara benar.

Jika tidak dibersihkan secara benar, isi rongga mulut ini akan menjadi sumber masalah. Bukan hanya masalah kesehatan gigi dan mulut, tapi juga problem kesehatan badan secara umum karena mulut adalah jendela tubuh.

Secara garis besar ada delapan masalah umum kesehatan mulut dan gigi, antara lain gigi berlubang, email terkikis, masalah warna gigi, nafas bau, gusi berdarah, plak, karang gigi, dan infeksi bakteri.

Jika gigi tidak dibersihkan secara benar, sisa makanan di permukaan dan sela-sela gigi bisa menjadi sarang kuman. Sisa makanan beserta kuman-kuman ini kemudian menjadi lapisan plak di permukaan gigi. Jika terus dibiarkan, plak lama-lama akan mengeras menjadi karang gigi. Selain menyebabkan warna gigi menjadi kusam, plak dan karang gigi ini bisa menjadi pemicu masalah kesehatan gigi lainnya.

Kuman yang ada di permukaan gigi akan menguraikan sisa makanan menjadi asam. Zat asam kemudian akan melarutkan lapisan email yang melindungi gigi. Terkikisnya lapisan email membuat gigi menjadi sensitif dan mudah terasa ngilu. Sementara itu celah pada lapisan email yang terkikis bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri untuk kemudian menggerogoti gigi lebih dalam lagi. Jika pengeroposan gigi mencapai bagian yang bersaraf, maka sakit gigi yang nyerinya tak tertahankan itu tinggal menunggu waktu.

Selain menghasilkan asam, penguraian sisa makanan oleh bakteri juga akan menghasilkan gas yang akan menyebabkan nafas bau. Tak hanya itu, karang gigi juga bisa mengiritasi gusi dan jaringan penyangga gigi sehingga bagian ini mudah terinfeksi. Sekali terinfeksi, jaringan penyangga gigi akan berubah menjadi sumber masalah. Jika terus dibiarkan, maka masalah di mulut ini bisa menyebabkan masalah kesehatan badan secara umum melalui mekanisme ”mouth-body connection”.

Untuk mencegah timbulnya masalah-masalah itu, kita harus membersihkan gigi secara benar. Benar dalam pengertian caranya tepat, di waktu yang tepat, dengan sikat dan pasta gigi yang tepat. Gosok gigi minimal dua kali sehari, pagi hari setelah sarapan dan malam hari menjelang tidur. Agar hasilnya optimal, gosok gigi sebaiknya dilakukan selama kira-kira dua menit dengan sikat gigi yang bisa menjangkau semua permukaan gigi, menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride. (M. Sholekhudin)

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s