TIPS SEHAT: Agar Gigi Tetap Sehat

  • Biasakan menggosok gigi menjelang tidur. Kenapa harus menjelang tidur? Sebab, pada saat tidur, gigi tidak melakukan aktivitas. Pada saat itulah bakteri akan bekerja menguraikan sisa makanan menghasilkan asam dan plak. Pada saat yang sama, ketika kita tidur, produksi air ludah akan berkurang. Ini akan menyebabkan konsentrasi asam dan plak akan menjadi lebih pekat. Kondisi ini harus dicegah dengan cara menghilangkan sisa makanan sehingga bakteri tidak akan menghasilkan banyak asam dan plak saat kita tidur.
  • Biasakan menyikat gigi di pagi hari. Boleh setelah bangun tidur atau sesudah sarapan asalkan jam sarapan tidak terlalu siang. Kenapa sikat gigi di pagi hari hukumnya wajib? Sebab, sekalipun menjelang tidur kita sudah sikat gigi, selama kita tidur bakteri tetap bekerja menghasilkan plak. Karena itu ketika kita bangun, plak itu harus dibersihkan.

Lalu apa bedanya menyikat gigi setelah bangun tidur dengan sesudah sarapan? Jika kita biasa tidak sarapan atau biasa sarapan menjelang jam makan siang, maka kita dianjurkan menyikat gigi setelah bangun tidur. Tidak perlu menunggu setelah sarapan sebab dikhawatirkan plak yang terbentuk saat kita tidur telanjur melekat dan mengeras di permukaan gigi. Namun, jika kita biasa sarapan di pagi hari sebelum beraktivitas, maka menyikat setelah sarapan bisa memberi keuntungan ganda. Selain bisa membersihkan plak gigi semalam sebelumnya, kita juga bisa memastikan bahwa gigi tetap bersih sampai jam makan siang.

  • Agar hasilnya optimal, gosok gigi sebaiknya dilakukan selama kira-kira dua menit. Kebanyakan orang menggosok gigi kurang dari dua menit. Menurut kesepakatan di kalangan dokter gigi, lamanya waktu menyikat yang paling direkomendasikan adalah dua menit. Tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Yang paling penting dari gosok gigi adalah bisa menjangkau semua permukaan dan sela-sela gigi.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung flouride. Flouride berfungsi membantu meremineralisasi gigi. Ia akan mengganti mineral gigi yang hilang sehingga gigi tidak mudah keropos. Sebagian besar pasta gigi di pasaran sudah mengandung flouride. Jumlah pasta gigi secukupnya saja. Tidak perlu sebanyak seperti di dalam iklan. Yang terpenting dari menyikat gigi adalah teknik penyikatan, bukan jumlah pasta gigi. Sekalipun jumlah pasta giginya banyak, hasilnya bisa saja kurang bersih jika teknik sikat gigi kurang tepat.
  • Gogok gigi dengan lembut. Tidak perlu keras-keras. Sebagian dari kita beranggapan bahwa hasil sikat gigi akan lebih bersih jika dilakukan dengan penuh tenaga. Anggapan ini tidak benar. Menyikat gigi dengan keras tidak memberikan hasil yang lebih bersih daripada menyikat dengan lembut. Plak bisa hilang dengan cara gosok gigi secara lembut. Jika plak sudah menempel dan mengeras di permukaan gigi menjadi karang gigi, maka ia tidak bisa lagi dibersihkan dengan penyikatan gigi, melainkan harus melewati prosedur khusus yang dilakukan oleh dokter gigi.
  • Hindari rokok. Merokok bukan hanya merugikan kesehatan paru-paru, tapi juga merugikan kesehatan mulut dan gigi. Selain menyebabkan bau mulut, asap rokok juga mengandung zat yang bisa menempel di gigi dan menyebabkan warna gigi menjadi kusam. Warna kusam ini menempel kuat di gigi sehingga sulit untuk dibersihkan dengan sikat gigi. Akibat buruk lainnya, merokok juga bisa menyebabkan gusi mudah terkena infeksi.
  • Jika gigi kita sensitif, hindari penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan pemutih atau bahan abrasif. Pasta gigi jenis ini biasanya dipakai oleh mereka yang giginya kusam. Bagi orang yang giginya sensitif, pasta gigi macam ini justru malah bisa menimbulkan masalah. Gosok gigi dengan lembut, tidak perlu keras-keras. Pilih pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pilih sikat gigi yang bulunya lembut. Hindari makanan yang panas, dingin, atau asam.
  • Cukupi kebutuhan kalsium dari makanan. Sama dengan tulang-tulang di bagian tubuh yang lain, gigi tersusun atas mineral utama kalsium. Jika kita kekurangan kalsium, maka gigi akan mudah keropos dan rapuh. Sumber kalsium dari makanan misalnya susu dan segala turunannnya.
  • Jangan membiasakan diri mengunyah makanan hanya di salah satu sisi, misalnya di kiri saja atau di kanan saja. Kebiasaan ini kadang kita lakukan pada saat gigi dan mulut kita mengalami masalah, misalnya sariawan, sakit gigi, atau gigi berlubang di salah satu sisi. Kita mengunyah makanan di satu sisi untuk menghindari rasa nyeri yang timbul jika kita mengunyah di dua sisi. Namun, kebiasaan ini akan berakibat buruk jika dilakukan dalam jangka lama.

Kebiasaan mengunyah di satu sisi bisa menyebabkan timbulnya dua masalah sekaligus. Pertama, tekanan yang dialami oleh gigi menjadi tidak merata dan tidak seimbang. Ini akan menyebabkan kelainan pada sendi rahang. Akibat lainnya, bagian gigi yang jarang dipakai mengunyah biasanya juga akan menjadi lebih kotor. Sebab, jika gigi tidak dipakai mengunyah, maka kotoran akan lebih lama tersimpan di sana. Jika gigi dipakai aktif mengunyah makanan, maka makanan tersebut bisa secara sementara menghilangkan sisa kotoran dari sisa makanan sebelumnya. Jika kita menderita sakit gigi sebelah, segara periksakan ke dokter supaya kita tidak berlama-lama membiasakan diri mengunyah di satu sisi.

  • Untuk menjaga kekuatan gigi dan sendi rahang, gunakan gigi untuk mengunyah makanan dengan tingkat kekerasan yang bervariasi, mulai dari makanan yang lembut sampai makanan yang kasar. Makanan lembut misalnya jus atau bubur. Makanan kasar misalnya buah dalam bentuk utuh, sayur yang berserat, daging, dan sejenisnya. Makanan yang lembut tidak melatih gigi melakukan gerakan mengunyah. Sebaliknya, makanan yang masih kasar akan melatih gigi melakukan gerakan mengunyah.

Mengunyah adalah salah satu fungsi penting dari gigi. Proses mengunyah akan membuat geraham berkembang dengan sempurna. Gerakan mengunyah akan membuat gigi dan otot rahang menjadi lebih kuat. Jika sejak kecil kita tidak terbiasa mengunyah makanan yang keras, maka bisa saja ini akan menyebabkan geraham tidak tumbuh optimal. Salah satu masalah yang bisa terjadi dari kebiasaan hanya makan makanan lembut adalah gangguan pertumbuan gigi bungsu. Namun, itu tidak berarti kita disarankan membiasakan diri mengigit benda yang terlalu keras seperti tusuk gigi atau makanan yang terlalu keras seperti daging yang alot. Ini sudah di luar batas kemampuan rata-rata gigi manusia.

  • Lakukan olahraga yang cukup. Apa hubungan olahraga dengan kesehatan gigi? Pertama, olahraga dan aktivitas fisik yang cukup akan membuat badan lebih bugar sehingga peredaran darah di wilayah gusi dan mulut juga menjadi lebih baik. Bukan hanya itu, olahraga yang baik juga bisa membantu meningkatkan penyerapan kalsium dari makanan. Kalsium ini diperlukan untuk pembentukan gigi yang kuat. Tanpa aktivitas fisik, kalsium dari makanan akan lebih sulit diserap oleh tubuh.
  • Kunjungi dokter gigi setidaknya enam bulan sekali. Sekalipun tidak sedang sakit gigi, kita dianjurkan untuk memeriksakan kesehatan gigi ke dokter secara berkala. Nasihat lama masih berlaku di sini: mencegah lebih baik daripada mengobati. (M. Sholekhudin)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s