PENYAKIT: Nyeri Sendi Tak Selalu Asam Urat

 

Penulis: M. Sholekhudin

Penyakit rematik, bagi sebagian kalangan awam, sering dipahami secara keliru. Banyak yang menyangka rematik identik dengan asam urat. Dalam anggapan mereka, kalau ada rasa nyeri di sendi, itu dianggap sebagai asam urat. Padahal, rematik tak selalu asam urat. Pengobatannya pun berbeda.
—–

Istilah di kalangan awam pun bermacam-macam dan sulit dibedakan satu sama lain. Lihat saja, selain rematik dan asam urat, masih ada encok, pegel linu, dan sakit pinggang. Istilah-istilah ini digunakan untuk semua bentuk penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri di bagian sendi dan tulang. Banyak merek jamu atau obat bebas yang beredar di pasaran dan “diindikasikan” untuk semua penyakit di atas. Secara medis, tentu saja ini layak dipertanyakan.

Rematik adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada banyak sekali penyakit. Jenisnya lebih dari seratus. Salah satu contohnya adalah osteoartritis (pengapuran sendi, bukan osteoporosis atau pengeroposan tulang). Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri di sendi karena kerusakan jaringan sendi, biasanya terjadi di lutut. Orang awam sering menganggap penyakit ini sebagai asam urat. Padahal, keduanya sama sekali berbeda.

Osteoartritis adalah kerusakan bantalan sendi yang umumnya karena pengaruh beban yang terus-menerus. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang lanjut usia atau penderita obesitas. Penyebab utamanya bukan berasal dari makanan. Rasa nyeri timbul karena bantalan sendi yang melindungi saraf sudah aus.

Sedangkan penyakit asam urat disebabkan oleh menumpuknya kristal asam urat di sendi tulang, terutama di ruas jari kaki. Penumpukan asam urat ini disebabkan oleh makanan dan gangguan metabolisme tubuh. Rasa nyeri timbul karena kristal asam uratnya sendiri maupun karena proses inflamasinya. Adanya asam urat ini menyebabkan terjadinya peradangan (inflamasi) yang menyebabkan nyeri hebat pada sendi yang terkena. Nyeri akibat asasm urat memang juga bisa terjadi di lutut, tapi pada umumnya organ yang pertama diserang adalah ruas jari kaki, utamanya jempol.

Ini berbeda dengan osteoartritis. Penyakit ini sering timbul pada mereka yang melakukan aktivitas fisik yang berkaitan dengan beban terlalu berat dalam jangka lama. Contohnya, mereka yang pekerjaannya mengangkat atau menanggung beban berat setiap hari. Beban berat ini akan menyebabkan sendi di lututnya aus sehingga bagian saraf di tulang akan tertekan saat sendi dipakai beraktivitas. Kadang sendi sampai mengeluarkan suara gemeretak saat tulang digerakkan.

Adapaun penyakit asam urat lebih disebabkan karena gangguan metabolsime dan pengaruh makanan yang banyak mengandung bahan pembentuk asam urat. Jelas sekali kedua penyakit ini berbeda. Penyebabnya berbeda, pengobatannya pun berbeda. Persamaan keduanya adalah timbulnya rasa nyeri di sendi. Kedua jenis nyeri ini memang bisa saja diobati dengan antinyeri yang sama. Tapi pengobatan lain di luar nyeri itu sama sekali berbeda.

Obat antiasam urat bekerja dengan cara mengurangi produksi atau meningkatkan pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Jika seorang penderita osteoartritis minum obat ini, maka ia tidak akan memperoleh manfaat apa-apa dari obatnya. Ini wajar karena memang penyakitnya tidak berkaitan sama sekali dengan asam urat.

Selain nyeri lutut, nyeri pinggang (yang dalam bahasa awam disebut sakit pinggang) juga sering dianggap sebagai asam urat. Sebagaimana nyeri di sendi tungkai, nyeri di tulang belakang bagian bawah (lower back pain) juga bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit selain asam urat. Mungkin saja itu adalah gejala osteoartritis atau bahkan gejala penyakit lain seperti herniated nucleus pulposus (HNP).

Dalam bahasa awam, HNP ini biasa disebut saraf kejepit. Rasa nyerinya disebabkan karena adanya saraf di tulang belakang bagian pinggang tertekan oleh bantalan tulang belakang. Rasa nyeri yang ditimbulkan juga tak kalah hebat dari nyeri sendi atau tulang jenis lain. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh trauma (misalnya kecelakaan) atau kebiasaan dan postur tubuh yang salah (misalnya terlalu banyak duduk) dalam jangka panjang. Jadi, penyebabnya bukan ausnya bantalan sendi seperti pada osteoartritis, bukan pula karena penumpukan kristal asam urat di cairan sendi.

Penyakit nyeri tulang dan sendi memang jenisnya cukup banyak. Sebagian mungkin sulit diketahui penyebabnya dengan jelas. Gejalanya memang bisa sama-sama nyeri, tapi yang jelas, satu sama lain beda penyebabnya, beda manifestasinya, beda pula pengobatannya. Jadi, kalau ada yang mengaku kena rematik, tentu saja ia tidak pasti menderita asam urat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s