PENYAKIT: Cara Mengatasi Kelelahan

Rasa lelah sebetulnya adalah mekanisme alami agar tubuh terhindar dari penyakit. Mirip batuk yang juga merupakan mekanisme alami untuk mengeluarkan kuman atau penyebab alergi dari tenggorok. Rasa lelah juga demikian. Ia merupakan sinyal alami agar tubuh beristirahat.

Beristirahat adalah bagian dari siklus hidup manusia yang sifatnya wajib. Pada saat beraktivitas, sel-sel tubuh kita mengalami aus dan kerusakan. Sel-sel tubuh yang rusak ini harus diperbaiki. Proses perbaikan ini terjadi pada saat kita beristirahat, terutama saat tidur nyenyak. Jika sel-sel itu tidak diperbaiki, maka tubuh akan gampang menjadi sakit.

Justru rasa lelah amat kita butuhkan, seperti kita membutuhkan rasa mengantuk. Dengan adanya rasa lelah, kita bisa beristirahat di saat yang tepat. Kalau kita tidak bisa merasa lelah, sama artinya kita tidak punya sinyal alami untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Namun, jika kelelahan sudah sampai mengganggu kualitas hidup kita sehari-hari, tentu ini adalah masalah yang harus diselesaikan. Kita tidak mungkin bisa bekerja dengan baik kalau sebentar-sebenar kita mengantuk, tidak bisa berkonsentrasi, kehilangan gairah untuk aktif, apalgi jika sampai sakit-sakitan. Jika kelelahan sudah sampai pada tahap ini, maka ia harus diatasi.

Prinsip utama dalam mengatasi apa pun masalah kesehatan adalah pertama-tama dengan menghilangkan penyebabnya. Jika pengobatan tidak dilakukan sampai ke akarnya, maka masalah kelelahan bisa mudah muncul kembali, berulang-ulang.

  • Tidur yang cukup. Sebagian besar orang membutuhkan istirahat 7-8 jam sehari. Sebagian kecil orang memang membutuhkan jam istirahat lebih sedikit dari angka ini. Kualitas istirahat sangat menentukan. Sebagain orang cukup tidur sehari kurang dari 7 jam. Tapi golongan ini persentasenya tidak banyak. Jika kita bukan termasuk sebagain kecil itu, saran dokter: istirahatlah 7-8 jam sehari. Jika kelelahan yang kita alami disebabkan oleh jam kerja kita yang terlalu panjang, maka solusinya tentu saja adalah mengatur ulang jadwal harian kita.
  • Istirahat yang cukup. Istirahat tidak selalu bermakna tidur. Tidur adalah salah satu bentuk istirahat fisik dan psikis. Namun, selain tidur, istirahat bisa juga berarti tetap beraktivitas. Misalnya, jika kita mengalami stres akibat pekerjaan yang seperti tak ada habis-habisnya, bisa saja bentuk istirahat yang tepat adalah dengan mengambil jeda dari pekerjaan dan menikmati hal-hal yang kita sukai.

Tubuh punya mekanisme kesetimbangan yang unik. Jika dipaksa melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, maka tubuh cepat merasa lelah. Ini merupakan sinyal alami agar tubuh berhenti beraktivitas. Namun, jika digunakan melakukan sesuatu yang kita sukai, tubuh tidak cepat merasa lelah.

  • Lakukan relaksasi. Kadang kita sudah tidur cukup lama, tapi kita bangun tidak dalam keadan segar. Masih mengantuk dan loyo. Itu tandanya kualitas tidur kita masih kurang baik. Jika itu masalahnya, kita bisa mengatasinya dengan melakukan olahraga relaksasi, misalnya yoga. Bisa juga dengan relaksasi semacam berendam atau mandi air hangat.
  • Barengi dengan pola makan yang tepat. Seperti yang dijelaskan di tulisan sebelumnya, kelelahan bisa disebabkan oleh banyak hal. Jika penyebabnya adalah kurang darah, maka kita harus banyak mengonsumsi makanan penambah darah seperti kacang hijau, bayam, brokoli, dan daging merah.

Makanan mungkin bukan jawaban pertama atas masalah kelelahan. Kelelalahan sangat terkait dengan faktor lain nonmakanan. Namun, zat gizi yang tepat bisa sangat membantu proses pemulihan sel-sel yang rusak. Ada kalanya kelelahan fisik terjadi bukan karena kita terlalu banyak melakukan aktivitas fisik tapi karena kita kurang gizi. “Kurang gizi? Saya kan makan sehari tiga kali. Dengan sayur, lauk, buah, bahkan minum susu,” mungkin begitu kita berkilah.

Maaf, istilah “kurang gizi” bukanlah bermakna kita kurang makan. Gizi adalah zat yang kita butuhkan, yang ada di dalam makanan. Jenisnya bermacam-macam. Ada karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan sebagainya. Mungkin saja kita sudah makan dalam jumlah cukup. Mungkin kita tidak kekurangan protein atau lemak esensial dan sebagian besar vitamin. Tapi mungkin saja kita kekurangan vitamin atau mineral tertentu. Ini bisa terjadi jika kita berpantang makanan tertentu, katakanlah daging merah. Jika kita berpantang satu jenis makanan, biasanya kita juga kekurangan salah satu jenis zat gizi yang banyak terdapat di dalam makanan itu. Kondisi ini sudah bisa disebut “kurang gizi”.

Tak ada aturan khusus pola makan saat badan mengalami kelelahan. Patokannya sama dengan panduan gizi seimbang seperti biasa. Prinsip utama dalam pola makan gizi seimbang adalah mengonsumsi zat-zat gizi yang dibutuhkan.

Bagaimana dengan minum suplemen multivitamin? Jika kelelahan yang kita alami bersifat sementara, suplemen multivitamin mungkin bisa sangat berguna. Kandungan multivitamin di dalam suplemen memang bisa membantu memacu metabolisme tubuh dan membangun kembali sel-sel tubuh yang rusak. Namun, jika kelelahan yang kita alami bersifat kronis atau sering berulang, maka suplemen multivitamin bukan jawaban yang tepat. Solusi utama adalah dengan menghilangkan akar masalahnya. Sekali lagi, urusan gizi dan makanan memang penting. Tapi dalam urusan kelelahan, gizi semata-mata bukan jawabannya.

Kalaupun kita kekurangan vitamin, yang lebih dianjurkan adalah memperoleh vitamin dari makanan, bukan dari suplemen. Ambil contoh kita kekurangan darah dan vitamin C. Jika kita minum suplemen tambah darah dan vitamin C, maka kita mungkin hanya akan mendapatkan mineral dan vitamin pembentuk darah. Ini berbeda jika kita makan kacang hijau, bayam, brokoli, buah, dan daging merah. Selain bisa mendapatkan zat-zat pembuat sel darah merah, kita juga bisa memperoleh protein, lemak esensial, vitamin, mineral, antioksidan, serat, dan lain-lain.

  • Lakukan olahraga yang cukup. Olahraga dan aktivitas fisik akan melatih metabolisme tubuh kita bisa aktif tanpa cepat menjadi lelah.

Jika semua cara sudah dicoba dan kita tetap saja mengalami kelelahan yang kronis, maka sebaiknya kita segera mengunjungi dokter. Sekali lagi, agar bisa mengatasi masalah kelelahan, pertama-tama kita harus tahu penyebabnya. Kelelahan bisa berkaitan dengan penyakit-penyakit berat seperti gangguan tiroid, diabetes, dan lain-lain.

Jika penyebabnya adalah gangguan kelenjar tiroid, tentu istirahat, olahraga, dan makan bergizi saja tidak cukup. Masalah di kelenjar tiroid juga harus diselesaikan. Dengan mengidentifikasi akar masalahnya, kita bisa mengatasi kelelahan dengan cara yang tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s