PENYAKIT: Penyebab Kelelahan

Setiap orang tanpa terkecuali pasti pernah, atau bahkan sering, mengalami kelelahan. Seperti flu dan pilek, kelelahan adalah masalah umum, baik pada laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Dalam dunia medis, istilah “kelelahan” (fatigue) digunakan untuk menggambarkan kondisi melemahnya fisik dan mental. Dalam bahasa sehari-hari, kita biasa menyebutnya dengan istilah 5L: lelah, letih, lesu, lemah, loyo. Gejalanya mulai perasaan mengantuk terus, konsetrasi menurun, mudah lupa, hingga kehilangan energi dan gairah untuk beraktivitas dan berpikir seperti biasa.

Berdasakan lama dan frekuensinya, kelelahan bisa dibedakan menjadi dua: kelelahan sementara dan kelelahan kronis. Contoh kelelahan sementara adalah rasa capek setelah bekerja keras. Kelelahan ini bisa hilang dengan sendirinya setelah kita beristirahat. Adapun kelelahan yang kronis berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan sering berulang. Kelelahan jenis ini tidak hilang meskipun kita sudah beristirahat secara cukup. Dalam medis, kelelahan sementara belum dianggap sebagai penyakit. Namun, kelelahan yang kronis dianggap sebagai sebuah penyakit, dikenal dengan nama chronic fatigue syndroms. Sindrom kelelahan yang kronis.

Kelelahan tidak hanya masalah fisik. Gangguan kesehatan ini juga bisa menyerang mental. Dengan kata lain, capek bisa berupa capek fisik, bisa juga capek mental. Kelelahan fisik disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara kelelahan mental disebabkan oleh beban pikiran yang terlalu berat dan lama. Kedua jenis kelelahan ini harus diwaspadai. Terutama jika keduanya bergabung menjadi satu: capek fisik plus capek psikis. Urusannya bisa menjadi lebih rumit.

Kelelahan berbeda dari kondisi mengantuk. Mengantuk mungkin bisa merupakan salah satu gejala dari kelelahan. Namun, kelelahan lebih kompleks dari sekadar mengantuk. Kelelahan bisa menyebabkan masalah kesehatan lain, bisa juga disebabkan oleh penyakit lain. Ia bisa merupakan sebab, bisa juga akibat.

Kelelahan pada umumnya mudah diketahui penyebabnya. Kelelahan pada umumnya tidak jauh-jauh dari tiga hal, yaitu gaya hidup sehari-hari, masalah psikis, dan penyakit medis.

Kelelahan yang disebabkan oleh gaya hidup sehari-hari biasanya bersifat sementara, yang bisa hilang setelah kita beristirahat. Contoh gampang adalah kelelahan akibat jam kerja yang panjang dan beban kerja yang menumpuk terlalu banyak. Ini contoh umum yang dialami oleh banyak orang. Di luar itu masih ada penyebab-penyebab lain yang kadang tidak kita sadari.

  • Kebiasan minum kopi berlebihan. Kopi mengandung kafein yang memacu kerja jantung. Pada saat kafein bekerja, kita merasa segar dan tidak mudah capek saat melakukan aktivitas. Di bawah pengaruh kafein, bisa saja kita melakukan aktivitas berat padahal pada saat itu sebetulnya kita butuh beristirahat. Ketika pengaruh kafein itu hilang, badan kita baru memberi sinyal rasa lelah yang berat. Jika kita terlalu banyak minum kopi, maka kebugaran kita akan sangat tergantung pada konsumsi kafein. Sehari saja tidak minum kopi, kita bisa merasa seperti orang yang lelah seperti sehabis bekerja berat.
  • Kebiasan merokok berat. Sama seperti pada kopi, kandungan nikotin pada rokok membuat otak bisa menjadi lebih aktif. Di bawah kendali nikotin, bisa saja kita melakukan aktivitas otak yang berat padahal pada saat itu sebetulnya kita butuh beristirahat. Ketika pengaruh nikotin itu hilang, otak kita baru memberi sinyal rasa lelah yang berat. Itu sebabnya kebugaran otak pecandu nikotin sangat dipengaruhi oleh  rokok. Sehari saja tidak merokok, ia bisa menjadi malas dan cepat lelah.
  • Olahraga terlalu berat atau memaksakan diri melakukan aktivitas fisik di luar batas kemampuan wajar. Pada saat berolahraga, terutama jenis olahraga permainan dan pertandingan, kita kadang terlalu asyik sampai mengabaikan sinyal lelah dari tubuh. Setelah olahraga selesai, kita baru merasakan efeknya. Bukan badan yang bugar tapi tubuh yang lelah.

Selain gaya hidup sehari-hari, kelelahan juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, misalnya:

  • Anemia (kurang darah). Orang yang kurang darah memiliki hemoglobin (sel darah merah) lebih rendah dari batas normal. Sel darah ini diperlukan oleh tubuh untuk mengakut oksigen yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Karena kekurangan oksigen, tubuh mudah mengalami kelelahan sekalipun hanya melakukan aktivitas ringan. Kurang darah bisa disebabkan oleh kurang zat besi, vitamin B12, dan asam folat.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi). Tekanan darah rendah berbeda dari kurang darah. Orang awam sering mengacaukan keduanya dengan istilah yang tidak jelas: “darah rendah”. Kurang darah (anemia) adalah kondisi kekurangan sel darah merah. Sementara tekanan darah redah (hipotensi) adalah lawan kata dari hipertensi. Pada hipotensi, tekanan darah lebih rendah dari batas normal. Mungkin sel darah merah cukup, tapi tekanannya yang kurang.

Kedua jenis penyakit ini, yakni hipotensi dan anemia, sama-sama bisa menyebabkan kita gampang mengalami kelelahan. Pada penderita hipotensi, tubuh juga kekurangan oksigen sehingga mudah mengalami kecapekan. Selain gampang lelah, gejala lain hipotensi adalah mudah pusing, kurang konsetrasi, mengantuk, napas cepat, dan pandangan mata berkunang-kunang, terutama saat bangun dari tidur atau duduk.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya, antihistamin. Obat ini biasa kita minum kalau kita mengalami alergi atau pilek. Antihistamin juga biasa ditambahkan di dalam obat batuk, obat flu, dan obat sakit kepala. Makanya, saat kita minum obat-obat ini, kadang kita mudah mengantuk dan mudah lelah beraktivitas. Sebagian obat penuruan tekanan darah dan obat antidepresi juga bisa menyebabkan peminumnya mudah merasa lelah.
  • Mengorok berat. Istilah medisnya, sleep apnea, bukan mengorok ringan yang dialami oleh kebanyakan orang. Biasanya terjadi pada orang yang mengalami kegemukan. Orang yang mengorok berat bisa sampai mengalami henti napas saat tidur karena jalan napasnya tertutup oleh bagian organ tenggorok. Karena napasnya sering tersumbat, kualitas tidurnya menjadi tidak nyenyak. Sebentar-sebentar ia terbangun. Ini menyebabkan proses istirahatnya tidak optimal sekalipun ia sudah tidur berjam-jam dan bahkan lebih dari delapan jam sehari.
  • Beban psikis yang berat, misalnya cemas, depresi, sedih, stres, dan sebagainya. Sama seperti otot, otak juga bekerja dengan memanfaatkan pasokan glukosa dan oksigen. Bahkan kebutuhan otak sebetulnya lebih besar daripada kebutuhan otot. Jadi, sekalipun pekerjaan sehari-hari kita “hanya” duduk di depan komputer, kita bisa saja mengalami kelelahan fisik dan mental tingkat berat jika otak kita bekerja keras.
  • Kehamilan. Pada ibu hamil, sistem perdarahan bertambah banyak dengan hadirnya janin di perutnya. Pembuluh darah menjadi lebih banyak dan lebih panjang dari biasanya. Ini menyebabkan tekanan darah menjadi berkurang. Pasokan oksigen juga menurun sehingga tubuh bisa mudah mengalami kelelahan.
  • Kelelahan kronis juga bisa disebabkan penyakit seperti hipertioridisme dan hipotiroidisme (gangguan kelenjar tiroid), diabetes, penyakit liver, ginjal, kanker, gangguan jantung, dan rendahnya kadar testosteron (pada laki-laki). Daftar panjang penyakit ini adalah bukti bahwa masalah kelelahan tidak berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang terkait.

Selain bisa disebabkan oleh penyakit lain, kelelahan juga bisa menyebabkan penyakit lain. Namun, mekanisme tidak langsung. Contoh gampang, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai orang yang sakit, misalnya tifus, karena kecapekan. Sebetulnya kelelahan tidak langsung menyebabkan penyakit tufus. Hubungannya tidak langsung. Kelelahan menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu. Daya tahan tubuh juga menjadi lemah. Saat daya tahan melemah, tubuh mudah terkena serangan kuman, termasuk kuman tifus.

Sebetulnya di dalam makanan kita sehari-hari terdapat banyak bakteri yang merugikan (bakteri patogen), termasuk kuman tifus. Namun, bakteri jahat ini tidak otomatis membuat badan kita sakit karena memang tubuh punya mekanisme pertahanan. Mekanisme pertahanan ini menjadi lemah ketika tubuh mengalami kelelahan. Saat itu, tubuh tak hanya rentan terkena tifus, tapi juga hampir semua penyakit lain. Itu sebabnya, kelelahan tidak boleh dibiarkan saja. Jika dibiarkan, masalah yang kelihatan sepele ini bisa merembet menjadi banyak penyakit. (M. Sholekhudin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s