NUTRISI: Kacang Hijau

Kacang hijau masih satu keluarga tapi beda nasib dengan kedelai. Kedelai mungkin merupakan anggota polong-polongan yang paling populer menjadi menu harian di dapur Indonesia, dalam bentuk tempe dan tahu. Kita mungkin saja makan tahu atau tempe setiap hari. Tapi rasanya jarang dari kita yang makan kacang hijau setiap hari. Padahal, sebetulnya nilai gizi kacang hijau tidak kalah dibandingkan dengan gizi kedelai. Beruntung, kita masih biasa menikmati kacang hijau dalam bentuk kecambah atau taoge. Ada banyak alasan yang membuat kacang hijau mestinya masuk ke dalam daftar bahan favorit di dapur:

  • Kacang hijau banyak mengandung protein. Selain kedelai, kacang hijau adalah sumber protein nabati yang sangat dianjurkan. Dalam bentuk kacang hijau yang masih mentah, kandung proteinnya sekitar 7%. Selain sumber energi, protein ini sangat diperlukan untuk membangun sel-sel tubuh.
  • Kacang hijau banyak mengandung lemak esensial. Kandungan lemak jenuhnya tidak banyak, kacang ini justru kaya lemak tak jenuh (lemak baik) seperti omega-3 dan omega-6. Lemak-lemak baik ini bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah.
  • Kacang hijau banyak mengandung serat. Serat ini berfungsi membantu pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Kacang hijau mengandung karbohidrat, sekitar 19%. Komposisi kandungan lemak-protein-karbohidrat yang seimbang ini membuat kacang hijau bisa dimanfaatkan untuk program diet tanpa kita harus takut kekurangan kalori.
  • Kacang hijau juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, dan asam folat. Vitamin-vitamin ini diperlukan untuk membantu metabolisme tubuh.
  • Kacang hijau juga kaya mineral, seperti kalsium, magnesium, kalium, fosfor, mangan, besi, seng, dan selenium. Seperti vitamin, mineral-mineral ini juga diperlukan untuk metabolisme tubuh.
  • Dalam bentuk kecambah, kacang hijau masih tetap punya nilai gizi yang tinggi. Ketika kacang hijau dikecambahkan, kandungan proteinnya berkurang, menjadi tinggal sekitar 3%. Sebagian protein di dalam biji kacang hijau akan berubah menjadi tunas. Namun, kecambah punya kelebihan dibandingkan biji kacang hijau karena mengandung enzim amilase yang membantu memecah karbohidrat. Selain itu, kecambah juga banyak mengandung vitamin E. Vitamin ini diperlukan untuk meremajakan kulit serta meningkatkan kesuburan (reproduksi).
  • Dalam bentuk kecambah, kacang hijau juga banyak mengadung antioksidan. Sama seperti vitamin E, antioksidan diperlukan tubuh untuk mencegah meremajakan kulit.

Begitu banyak gizi di dalam kacang hijau, tak berlebihan jika kacang hijau mestinya menjadi makanan favorit di dapur. Kacang hijau mestinya hadir di dalam menu makanan kita lebih sering, seperti kedelai.

Kacang ini bisa diolah menjadi berbagai macam masakan. Paling gampang tentunya adalah bubur. Namun, kalau kacang hijau selalu hadir dalam bentuk bubur, mungkin saja kita mudah merasa bosan. Di sinilah perlunya kita lebih kreatif mengolahnya menjadi berbagai makanan.

Kacang hijau memiliki bagian kulit yang keras. Saat direbus, untuk dibuat bubur misalnya, kacang hijau biasanya membutuhkan waktu lama sampai ia lunak. Untuk menyiasati masalah ini, kita bisa menerapkan trik yang mungkin sudah umum diketahui. Sebelum direbus, rendam dulu kacang hijau selama beberapa jam. Perendaman ini untuk membuat bagian kulit kacang hijau menjadi lebih lunak dan mudah ditembus oleh air.

Saat direbus, masukkan kacang hijau ke dalam air mendidih yang belum ditambah gula. Penambahan gula sebaiknya dilakukan setelah kacang hijau lunak. Jika gula ditambahkan di awal, maka air rebus akan memiliki kekentalan yang tinggi. Akibatnya, air akan lebih sulit menembus kulit kacang hijau.

Makin lama kita merebus kacang hijau dengan suhu tinggi, maka makin banyak vitamin yang rusak. Bagian protein dan lemak esensial mungkin tidak rusak. Tapi bagian vitamin dan senyawa antioksidan mungkin sekali rusak dalam pemanasan. Itu sebabnya kita sebaiknya mempercepat waktu pemanasan agar kacang hijau matang dan vitamin tidak hilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s