NUTRISI: Hidangan Sehat Hari Lebaran

Pada bulan Puasa, kita umumnya berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan diri dalam urusan makan dan minum. Pola makan kita menjadi lebih disiplin dan teratur. Makan sahur dini hari, berbuka di waktu petang. Makan cemilan di saat malam. Siangnya tidak makan dan tidak minum sama sekali.

Begitu Lebaran tiba, pola makan teratur dan disiplin ini bisa berubah total. Di waktu lebaran, saat pagi hari, yang biasanya kita lewati tanpa makanan, tiba-tiba berubah menjadi pesta. Makanan ada di mana-mana. Aneka hidangan tersedia. Kita tak mungkin menghindarinya karena memang puasa pada hari itu dilarang. Godaan untuk makan tak mungkin dilawan. Itu sebabnya pada saat Lebaran kita mungkin saja justru mengalami gangguan kesehatan.

Di hari Lebaran, kita bisa menjadi tamu, bisa pula menjadi tuan rumah. Saat menjadi tamu, kita bisa saja memperoleh “penyakit lebaran” dari hidangan yang disuguhkan kepada kita. Sebaliknya, pada saat menjadi tuan rumah, kita bisa saja secara tidak sadar menghidangkan makanan yang kurang sehat buat tamu kita.

Agar terhindar dari penyakit lebaran akibat makanan, kita harus tahu lebih dulu masalah-masalah umum yang terkait dengan suguhan lebaran. Dengan begitu kita bisa memilih makanan yang sehat.

Ada beberapa penyakit lebaran yang harus kita waspadai, bukan hanya saat hari Lebaran, tapi sejak akhir bulan Ramadan:

  • Sakit mag (lambung). Gangguan ini terutama perlu diwaspadai oleh mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah lambung. Saat Ramadan, orang yang punya sakit mag ringan kadang justru bisa lebih sehat sebab pola makannya lebih teratur. Namun, segalanya berubah ketika Ramadan usai. Saat lebaran, jam berapa pun selalu tersedia berbagai jenis makanan. Pola makan bisa kembali tidak terkendali. Makanan yang mengiritasi lambung bisa kembali menjadi ancaman. Untuk menghindari timbulnya sakit mag di saat lebaran, kita dituntut untuk mampu menahan diri dari godaan makanan yang bisa mengiritasi lambung, misalnya makanan pedas dan asam, atau minuman bersoda.

Makanan yang tidak pedas dan tidak asam pun bisa saja menjadi pemicu sakit mag jika jumlahnya terlalu banyak. Pada saat bulan Puasa, kita terbiasa dengan makan sedikit. Di siang hari, lambung kita biasa beristirahat. Jika kemudian pada hari Lebaran kita memasukkan apa saja ke dalam lambung, maka kesetimbangan yang sudah tercipta selama sebulan Ramadan itu bisa terganggu. Produksi asam lambung akan kembali meningkat secara berlebihan. Kondisi ini bisa mencetuskan sakit mag justru di hari ketika kita mestinya sehat walafiat.

  • Gangguan cerna. Pada bulan Puasa, kita cenderung makan dengan hati-hati. Tapi pada hari Lebaran, kita sering meninggalkan kebiasaan hati-hati yang sudah kita latih pada bulan Ramadan. Ibaratnya, selama sebulan penuh nafsu makan kita pendam, lalu pada saat lebaran kita balas dendam. Ini jelas bukan tradisi puasa yang baik. Bukan hanya tidak baik dari sisi spritual, tapi juga dari sisi kesehatan.

Pada bulan puasa, tubuh kita terbiasa bekerja efisien. Memanfaatkan makanan yang terbatas untuk sumber energi selama selama sehari berpuasa. Saat berpuasa, organ cerna kita juga terbiasa bekerja efisien, lebih banyak beristirahat dibandingkan pada hari biasa. Ritme ini bisa berantakan jika saat lebaran kita langsung makan banyak-banyak. Organ cerna mungkin akan kewalahan memproduksi enzim-enzim yang digunakan untuk mencerna makanan.

Jika makanan terus masuk ke dalam lambung dan usus, sementara produksi enzim cerna tidak bisa mengimbanginya, maka yang terjadi kemudian adalah timbulnya masalah cerna. Protein dan lemak makanan mungkin akan menumpuk di usus. Ini akan menyebabkan bakteri patogen (bakteri merugikan) akan berkembang biak lebih cepat. Protein dan lemak yang tidak dicerna oleh enzim akan diuraikan oleh bakteri, menghasilkan gas yang akan menyebabkan perut kembung dan diare.

Itu sebabnya pada saat Lebaran kita harus mengatur pola makan kita agar tidak membuat organ cerna bekerja terlalu keras. Setelah bulan Puasa lewat, pola makan kita memang akan kembali ke ritme normal. Namun, perubahan pola makan ini tidak boleh dilakukan dengan drastis, harus dikondisikan sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, silakan makan lebih banyak di hari Lebaran tapi jangan seketika di hari pertama Idul Fitri. Saat bertamu ke banyak tempat, kita akan kesulitan menghindari makan berkali-kali. Yang bisa kita lakukan adalah membatasi jumlahnya tiap kali makan agar tidak berlebihan.

Sebagai pertolongan pertama untuk masalah cerna ini kita bisa mempersiapkan suplemen yang membantu pencernaan, biasanya berisi beberapa jenis vitamin dan enzim cerna, seperti lipase, protease, dan amilase.

Gangguan cerna bisa juga terjadi karena infeksi akibat makan atau minum yang tidak higienis. Saat lebaran, ketika kita banyak makan di luar rumah, hal itu mungkin saja terjadi. Gangguan cerna ini sedikit berbeda dengan salah cerna akibat kebanyakan makan. Mungkin gejalanya sama-sama perut kembung dan diare, tapi pengobatannya berbeda. Infeksi tidak bisa diatasi dengan minum suplemen berisi enzim cerna dan vitamin. Untuk menghindari masalah ini, kita harus memilih makanan secara berhati-hati.

  • Gula darah tinggi. Pada orang sehat yang tidak menyandang diabetes, masalah ini mungkin tak perlu dikhawatirkan. Tapi pada penyandang diabetes, masalah ini harus sangat diwaspadai. Saat Lebaran, kita akan disuguhi banyak makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat tinggi. Jika semua suguhan itu kita makan habis tanpa kendali, besar kemungkinan gula darah menjadi tak terkendali.

 

Jika kita menjadi tuan rumah dari tamu yang menyandang diabetes, kita harus sangat berhati-hati memilih suguhan. Hindari suguhan yang banyak mengandung gula, seperti sirup atau makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Saat menyuguhkan hidangan pun, usahakan berupa hidangan yang bisa dinikmati dalam satuan kecil.

  • Alergi. Lebaran adalah saat kita bertemu aneka jenis makanan. Sebagian jenis makanan itu mungkin saja terbuat dari bahan yang membuat kita alergi. Bahan alergen yang umum antara lain udang, seafood, telur, dan kacang-kacangan. Jika kita atau tamu kita alergi terhadap salah satu makanan ini, maka pastikan lebih dulu bahwa makanan itu tidak dibuat dari bahan-bahan alergen tersebut.
  • Asam urat. Saat Lebaran semua orang berlomba-lomba menyajikan makanan enak. Sangat mungkin makanan yang disuguhkan kepada kita terbuat dari bahan-bahan yang bisa meningkatkan kadar asam urat, seperti melinjo, daging, jeroan, kacang-kacangan, dan sebagainya. Jika kita atau tamu kita sudah memiliki masalah asam urat sebelumnya, kita harus berhati-hati memilih makanan. Bahan-bahan asam urat bisa bersembunyi di balik makanan-makanan enak.
  • Lemak dan kolesterol tinggi. Masalah ini sifatnya tidak langsung. Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan kolseterol di hari Lebaran tidak otomatis akan membuat kita langsung menderita gejala sakit. Efeknya bersifat jangka panjang karena lemak dan kolesterol darah baru akan menimbulkan masalah jika terakumulasi dalam jangka lama. Meski begitu, kita tetap perlu mewaspadainya karena pesta Lebaran bisa berlangsung beberapa hari. Jika sebelumnya seseorang sudah pernah terkena masalah kardiovaskular, misalnya pernah mengalami serangan stroke, walaupun ringan, maka ia harus ekstra waspada terhadap ancaman penyakit lebaran.
  • Radang tenggorokan. Banyaknya aneka jenis makanan berati banyak pula aneka kemungkinan penyebab sakit, termasuk radang tenggorokan. Jenis makanan yang perlu diwaspadai dalam kaitan ini adalah makanan gorengan, minuman yang mengandung banyak gula (misalnya sirup kental), serta minuman yang mengandung banyak bahan-bahan tambahan makanan, seperti pemanis buatan atau penguat rasa. Ini terutama perlu diwaspadai pada makanan anak-anak. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak akan mengalami masalah ini. Siapa pun bisa mengalaminya, tapi yang lebih utama adalah anak-anak.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s