NUTRISI: Buah Naga

Naga yang Kaya Lemak Baik

Dalam urusan nutrisi dan rasa, buah naga mirip denga buah-buah lain yang kaya air, seperti pir, semangka, dan melon. Buah-buah ini banyak mengandung air, di atas 80%, bersifat mendinginkan, juga kaya vitamin, mineral, dan serat. Mineral penting dari buah naga antara lain kalsium, fosfor, dan zat besi.

Buah naga yang berwarna merah banyak mengandung betakaroten (provitamin A) dan likopen. Keduanya merupakan antioksidan yang bisa menurunkan risiko kanker. Likopen adalah senyawa alami yang banyak terdapat di dalam tomat dan semangka merah. Makin merah warna buah naga, makin banyak kandungan likopennya.

Salah satu ciri khas dari buah yang disebut pitaya atau dragon fruit ini adalah bijinya yang kecil-kecil di dalam daging buah. Biji ini biasanya ikut kita makan saat mengonsumsi buah. Seperti biji-bijian tanaman lain, biji buah naga banyak mengandung lemak penting, terutama asam lemak tak jenuh ganda, yang biasanya kita kenal sebagai “lemak baik”. Kandungan lemak terpenting dari biji buah naga adalah asam linoleat dan asam linolenat. Kedunya termasuk jenis lemak esensial yang sangat diperlukan oleh tubuh dan harus didapat dari makanan.

Kandungan lemak biji buah naga:

•             Asam miristat 0,25%

•             Asam palmitat 17,5%

•             Asam stearat 5%

•             Asam palmitoleat 0,75%

•             Asam oleat 22%

•             Asam linoleat 50%

•             Asam linolenat 1%

Buah naga, terutama yang berwarna merah, adalah sumber vitamin C yang bagus. Kandungan vitamin C mencapai 10 – 25 mg per 100 g daging buah. Buah naga juga kaya serat dan mineral, terutama fosfor dan kalsium. Buah naga yang berwarna merah umumnya lebih kaya fosfor. Sementara buah naga yang berwarna kekuningan banyak mengandung kalsium. Selain itu, buah naga juga banyak mengandung fitoalbumin. Fitoalbumin adalah antioksidan alami yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang bisa menjadi penyebab kanker.

Di Taiwan, secara tradisional, buah naga diresepkan buat para penderita diabetes sebagai pengganti nasi untuk mengendalikan kadar gula darah. Buah naga juga dipercaya bisa membantu pengeluaran racun berupa logam berat dari dalam tubuh, menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, serta menurunkan kadar kolesterol.

Yang tak boleh dilupakan, buah naga juga banyak mengandung serat larut. Serat ini, di dalam usus, bisa mengikat asam empedu dan membawanya keluar dari saluran cerna. Asam empedu ini dibuat dari kolesterol. Artinya, makain banyak asam empedu yang diikat oleh serat larut, makin banyak kolesterol yang dibuang dari tubuh. Itu sebabnya buah naga ini secara tradisional banyak diresepkan untuk penderita kelebihan kolesterol.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s