NUTRISI: Mitos Soal Makanan

Salah Paham tentang Makanan

Di era informasi seperti sekarang, ketika internet ada di genggaman tangan, kita dengan mudah bisa menerima banyak informasi kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan nutrisi. Tapi tidak semua informasi itu seratus persen benar. Banyak informasi yang harus dipahami dengan lebih kritis. Tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah. Misalnya:

  1. 1.      Cara paling bagus mencegah osteoporosis adalah minum susu.

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Osteoporosis adalah keadaan ketika tulang mengalami keropos. Kondisi ini menyebabkan tulang mudah retak. Biasanya osteoporosis dialami oleh manula terutama wanita. Pandangan ini berangkat dari logika sederhana bahwa komponen utama penyusun tulang adalah kalsium. Kalsium banyak terdapat di dalam susu. Lalu, disimpulkan bahwa untuk mencegah osteoporosis tak ada jalan lain selain minum susu.

Mari kita melihat pandangan ini secara lebih kritis. Susu memang kaya kalsium. Tapi ada banyak fakta lain mengenai osteoporosis. Pertama, osteoprosis tidak semata-mata disebabkan karena kita kekurangan kalsium dari makanan. Sekalipun kita banyak mengonsumsi makanan yang kaya kalsium, kita bisa saja mengalami osteoporosis jika kita, misalnya, jarang melakukan aktivitas fisik dan jarang terkena sinar matahari.

Kalsium yang banyak di dalam makanan akan menjadi sia-sia jika penyerapannya rendah. Faktor-faktor yang meningkatkan penyerapan kalsium antara lain aktivitas fisik, vitamin D, sinar matahari, dan faktor hormonal. Walaupun kita banyak minum susu, kita bisa saja mengalami osteoprosis jika faktor-faktor ini tidak mendukung.

Fakta kedua, sumber kalsium tidak semata-mata susu. Daging, ikan, buah, sayuran, biji-bijian, semua mengandung kalsium. Jadi, andai kata kita tidak minum susu pun sebetulnya kebutuhan kalsium kita sudah bisa tercukupi dari makanan kita sehari-hari. Lagi pula, kalau kita mengonsumsi kalsium secara berlebihan, itu justru tidak baik bagi kesehatan. Sebab, kalsium bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

Penjelasan ini tidak berarti bahwa susu adalah makanan yang tidak begitu bermanfaat. Tidak begitu. Bagaimanapun, susu adalah salah satu makanan bergizi. Susu kaya protein esensial yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, ia bukan makanan segala-galanya.

2.         Kaldu cakar ayam paling bagus dibanding kaldu dari bagian lainnya.

Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, juga tidak sepenuhnya benar. Pandangan ini berangkat dari kenyataan bahwa kaldu dari cakar ayam kental dan gurih. Sebelum kita membuat kesimpulan tentang cakar ayam, mari kita lihat kandungan nutrisinya. Satu buah kaki ayam rata-rata mengandung 73 kalori. Sebagian besar kalori ini (63%) berasal dari kandungan lemak. Sisanya (37%) berasal dari protein. Sebagian besar lemaknya berupa lemak jenuh, sedikit mengandung lemak tak jenuh.

Cakar ayam merupakan bagian yang banyak mengandung jaringan tulang rawan dan gelatin. Gelatin adalah substansi yang bisa membuat air menjadi kental. Mirip larutan kanji. Kandungan gelatin inilah yang menyebabkan kaldu cakar lebih kental dari kaldu bagian lain. Gelatin akan makin banyak masuk ke dalam kaldu kalau cakar ayam diremukkan atau diiris kecil-kecil dulu sebelum direbus.

Selain gelatin, tulang rawan pada cakar ayam mengandung glukosamin dan kondroitin yang diketahui bermanfaat untuk kesehatan sendi. Jaringan ikat pada cakar ayam menyebabkan bagian ini terasa kenyal. Cakar ayam banyak mengandung kolagen, zat yang diperlukan untuk mempertahankan elastisitas kulit. Dalam hal ini, cakar ayam memang sumber nutrisi yang baik.

Meski begitu, dalam urusan kandungan gizi, kaldu cakar ayam sebetulnya hanya salah satu pilihan membuat kaldu. Dalam urusan protein, kaldunya tidak lebih hebat daripada kaldu dari bagian lain. Bagian dada, misalnya, mengandung protein lebih banyak daripada bagian cakar. Itu sebabnya kalau kita mengharapkan kandungan gizi yang lebih lengkap, misalnya untuk makanan pendamping ASI buat bayi, kaldu sebaiknya tidak hanya dibuat dari saripati cakar, tapi juga dari bagian lainnya yang lebih kaya protein, misalnya dada.

3.         Semua jenis buah bisa dikonsumsi saat berdiet.

Pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Secara umum, konsumsi buah (dan sayuran) memang lebih dianjurkan untuk program diet. Namun, pola konsumsinya tetap harus memperhatikan kalkulasi gizi.

Secara umum, buah mengandung banyak serat dan sedikit kalori sehingga dianjurkan untuk program diet. Kalorinya lebih kecil daripada sumber karbohidrat seperti nasi, juga lebih kecil daripada sumber protein seperti daging. Namun, buah-buah tertentu memiliki kalori yang cukup tinggi sehingga konsumsinya pun harus dibatasi saat program diet.

Kalori buah berasal terutama dari kandungan gulanya. Buah berkalori tinggi bisa dikenali, salah satunya, dari rasanya yang manis. Makin manis, makin banyak kandungan gulanya. Jadi, kalau kita dalam program mengurangi kalori, sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi buah yang sangat manis. Sawo, kurma, kelengkeng, semangka, rambutan, nanas (jenis yang sangat manis), bisa masuk ke dalam kategori ini. Ini tidak berarti bahwa buah-buah yang sangat manis tidak boleh dimakan saat berdiet. Boleh-oleh saja asalkan nilai kalorinya diperhitungkan.

Pisang dan mangga yang sangat manis juga bisa termasuk dalam kategori ini karena kandungan kalorinya tergolong tinggi. Sumber kalorinya tidak hanya berasal dari gula tapi juga dari kandungan pati di dalamnya.

Buah yang lebih dianjurkan dalam program diet adalah buah yang kaya serat dan rendah kalori, misalnya apel, bengkuang, pir, mentimun, atau buah kering semacam kismis. Serat dari buah ini diperlukan agar tubuh merasa kenyang dalam jangka lama. Secara umum, buah yang rendah kalori bisa dikenali dari rasanya yang tidak begitu manis.

Selain masalah kalori, hal lain yang perlu diperhatikan adalah keasaman. Saat berdiet, kita mengurangi konsumsi nasi. Lambung biasanya dalam keadaan lebih kosong daripada biasanya. Dalam keadaan seperti ini, kita harus berhati-hati mengonsumsi buah yang asam, misalnya jeruk, nanas, atau apel (jenis yang asam). Buah yang asam biasanya rendah kalori. Tapi kandungan asamnya bisa membuat lambung bermasalah, terutama bagi orang yang punya gangguan mag.

Selain masalah kalori dan asam, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan zat yang mengiritasi, seperti alkohol. Contoh gampang adalah durian. Buah ini, selain manis dan berkalori cukup tinggi, juga mengandung alkohol yang bisa mempengaruhi tekanan darah. Dari beberapa contoh di atas, kita bisa melihat bahwa ada banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis buah saat berdiet. Buah termasuk makanan sehat, tapi pola konsumsi dan pemilihan yang kurang tepat bisa saja mengurangi manfaatnya.

4.         Penyebab kegemukan adalah karbohidrat atau lemak.

Pandangan ini banyak dijadikan dasar metode diet. Makanya kita mengenal diet karbohidrat atau diet lemak. Fakta yang sesungguhnya, penyebab kegemukan bukanlah karbohidrat atau lemak, melainkan kondisi di mana kalori masuk lebih tinggi dari kalori keluar. Kalori masuk bisa berupa karbohidrat, lemak, atau protein. Kalori keluar terutama untuk aktivitas fisik yang kita lakukan. Jadi, tidak penting apa jenis kalori yang masuk. Yang penting adalah berapa jumlahnya. Karbohidrat maupun lemak sama-sama bisa menyebabkan kegemukan kalau masuknya lebih banyak daripada keluarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s