NUTRISI: Pisang

Pisang: Mengenyangkan dan Menyehatkan

Di Indonesia, pisang adalah salah satu buah favorit yang biasanya tersedia di meja makan. Salah satu kelebihannya dibanding kebanyakan buah, pisang bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Bisa dimakan langsung, dibuat bubur (seperti buat balita), direbus, digoreng, dikolak, dibuat getuk, dan lain-lain.

Masyarakat Indonesia mengenal banyak jenis pisang seperti pisang ambon, pisang mas, pisang raja, pisang susu, pisang kepok, pisang hijau, dan masih banyak lagi. Semuanya punya kekhasan rasa sendiri-sendiri. Soal rasa, aneka jenis pisang itu mungkin berbeda. Tapi dalam urusan nutrisi, kebanyakan pisang mempunyai nilai gizi yang setara.

Secara umum, pisang, apa pun jenisnya, memiliki keunggulan berikut:

  • Pisang memiliki serat yang mudah dicerna, dalam pengertian tidak memberatkan kerja organ cerna. Itu sebabnya pisang lumat bisa diberikan buat balita di atas 6 bulan sebagai makanan pendamping ASI. Tiap 100 g pisang mengandung rata-rata 2-3 g serat. Sebagaimana serat buah lainnya, serat pisang juga bisa membantu urusan ke belakang. Meski begitu, pisang bisa saja justru menyebabkan sembelit jika dikonsumsi banyak tapi tidak disertai minum banyak air putih. Itu sebabnya anak-anak yang kebanyakan makan pisang bisa saja mengalami sembelit. Kandungan air pisang tidak sebanyak pada pepaya, yang punya manfaat antisembelit lebih baik.

Serat lembut pada pisang juga membuat buah ini cocok dikonsumsi penderita sakit mag (lambung). Pisang bisa dijadikan sebagai makanan untuk “pertolongan pertama” saat lambung terasa perih, misalnya karena telat makan. Di dalam lambung, pisang yang telah terkunyah lembut bisa menetralkan asam penyebab rasa perih.

  • Pisang mengandung karbohidrat yang mudah diserap oleh tubuh menjadi energi. Karbohidrat utama pada pisang berupa sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Begitu dimakan, karbohidrat ini bisa dengan cepat diserap. Itu sebabnya pisang juga cocok dimakan saat lapar atau sehabis beraktivitas berat, misalnya berolahraga. Kombinasi antara serat yang lembut dan karbohidrat yang mudah diserap membuat pisang juga cocok dikonsumsi ketika tubuh dalam kondisi sakit atau lemah. Seratnya tidak memperberat kerja pencernaan, karbohidratnya bisa langsung menjadi energi. Karbohidrat pada pisang lebih cepat diserap oleh tubuh daripada nasi atau mi instan, yang biasa menjadi santapan penghilang lapar di kalangan orang Indonesia.
  • Pisang, seperti air kelapa, banyak mengandung kalium (potasium). Kalium adalah mineral penting yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan elektrolit otot. Tiap 100 g pisang mengadung sekitar lebih dari 300 mg kalium. Kalium juga berfungsi menyehatkan mekanisme pengendalian tekanan darah. Itu sebabnya pisang cocok dikonsumsi orang yang punya kecenderungan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pisang banyak mengandung vitamin, terutama vitamin C dan B-6. Namun manfaat vitamin pada pisang ini akan berkurang jika buah ini dikonsumsi dengan cara diolah menggunakan pemanasan tinggi dalam waktu lama, misalnya digoreng.

Kandungan nutrisi penting dalam tiap 100 g pisang:

Energi 90 kkal

Karbohidrat 23 g

Gula 12 g

Serat 2,5 g

Protein 1 g

Vit B-2 0,073 mg (6% dari kebutuhan harian)

Vit B-3 0,665 mg (4% dari kebutuhan harian)

Vit B-6 0,4 mg (31% dari kebutuhan harian)

Vitamin C 9 mg (10% dari kebutuhan harian)

Kalium 360 mg (8% dari kebutuhan harian)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s