NUTRISI: Sayuran Hijau

 

Dari daftar sayur-sayuran yang biasa kita bawa ke dapur, sebagian besar berwarna hijau. Sebut saja bayam hijau, kangkung, sawi hijau, kacang panjang, daun singkong, brokoli, dan sebagainya. Warna non-hijau boleh dibilang kelompok minoritas, seperti merah (bayam merah, tomat), putih (sawi putih, kubis), biru (terong), oranye (wortel), dan lainnya.

Warna hijau pada sayuran, dan juga pada daun-daunan non-sayur, merupakan pertanda bahwa bagian tanaman itu kaya klorofil, zat warna hijau tanaman. Di dalam klorofil inilah tanaman mengolah air, unsur hara, dan karbon dioksida menjadi gula (karbohidrat) dengan bantuan sinar matahari.

Secara umum, tanaman hijau tua biasanya lebih kaya nutrisi daripada yang berwarna cerah pucat. Penelitian yang dipublikasikan di Oxford Journals menyatakan bahwa klorofil juga bisa berfungsi sebagai antioksidan, yang menurunkan risiko kanker.

Ini kita baru membandingkan antara sayuran hijau dan sayuran yang berwarna cerah-pucat. Bagaimana dengan sayuran yang berwarna merah pekat, misalnya bayam merah atau tomat?

Sama seperti pada buah, warna pekat pada sayuran juga berfungsi antioksidan. Jadi, secara umum, bayam hijau punya nilai gizi yang sama dengan bayam merah. Kalau begitu, mana sebaiknya yang kita pilih: sayuran hijau atau sayuran berwarna lain?

Sama seperti pada buah-buahan, anjuran umum mengonsumsi sayur adalah memilih secara variatif dengan memperhatikan jenis dan warnanya. Jangan hanya mengonsumsi sayuran dengan satu jenis atau warna saja. Pilih yang variatif.

Ketika kita bicara tentang sayuran, klorofil hanya salah satu bagian gizi. Bagian penting lainnya adalah vitamin, mineral, antioksidan, dan zat-zat mikronutrien lainnya. Bayam, baik bayam hijau maupun merah, mengandung zat gizi yang sepadan. Wortel yang berwarna oranye itu banyak mengandung betakaroten, zat pembentuk vitamin A. Tomat yang berwarna merah banyak mengandung likopen, antioksidan. Begitu pula sayur-sayuran yang berwarna pekat lainnya.

Yang tak boleh dilupakan, kalau kita ingin mendapat manfaat maksimal dari klorofil, hindari memasak sayuran terlalu panas dan terlalu lama. Pasalnya, klorofil mudah rusak oleh panas tinggi dan lama. Itu sebabnya sayuran yang berwarna hijau segar akan berubah menjadi hijau abu-abu saat kita rebus terlalu lama. Perubahan warna ini terjadi pada klorofil. Jadi, kalau memasak sayuran hijau, usahakan tak terlalu lama. Proses pemanasan yang tak lama akan membantu klorofil lebih mudah diserap oleh tubuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s