NUTRISI: Superfood

Plih Superfood Alami Saja

Anda mungkin pernah mendengar istilah “superfood”. Istilah ini banyak digunakan oleh penjual suplemen yang diklaim bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan. Harap dicatat, superfood adalah istilah populer. Kita tidak akan menemukan istilah ini di buku-buku kedokteran dan buku gizi yang ilmiah.

Istilah superfood biasanya digunakan untuk makanan atau minuman yang bergizi tinggi: vitamin tinggi, mineral tinggi, protein tinggi, atau asam amino tinggi. Kalau suatu makanan mengandung karbohidrat tinggi atau lemak tinggi, makanan itu tidak disebut sebagai superfood. Kenapa dibedakan? Bukankah lemak dan karbohidrat juga termasuk nutrisi? Jawaban atas pertanyaan ini terkait dengan efek makanan tersebut bagi kesehatan.

Makanan yang mengandung banyak vitamin, mineral, asam amino, atau protein bisa membuat tubuh lebih sehat jika dikonsumsi dalam kadar yang tepat. Sebaliknya, karbohidrat tinggi mungkin justru akan memicu kegemukan. Begitu pula lemak tinggi mungkin justru akan menyebabkan penebalan pembuluh darah.

Sebetulnya dari jajaran makanan yang kita konsumsi sehari-hari banyak makanan bergisi tinggi yang layak disebut superfood (dalam pengertian bergizi tinggi), misalnya:

  1. Tempe. Ini makanan khas Indonesia yang sudah diakui oleh para ahli gizi sebagai makanan sehat. Bahan baku tempe adalah kedelai. Kedelai termasuk polong-polongan yang banyak mengandung asam lemak tak jenuh (lemak baik) dan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Tempe juga punya kelebihan dibandingkan kacang-kacangan lain yang dikonsumsi dalam bentuk utuh. Tempe dibuat melewati proses peragian. Proses ini bisa membuat protein menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh.
  1. Ikan laut. Ikan laut layak disebut superfood karena makanan ini banyak mengandung protein dan asam lemak tak jenuh seperti omega-3 dan omega-6. Sebetulnya, baik ikan laut maupun ikan tawar bisa dikategorikan sebagai makanan super bergizi tinggi. Namun, secara umum ikan laut lebih kaya lemak tak jenuh. Agar kita tidak kehilangan manfaat superfood ini, ikan laut lebih bagus dikonsumsi dalam bentuk tidak digoreng dengan panas tinggi.
  1. 3.      Madu. Madu banyak mengandung gula (karbohidrat). Bukankah makanan yang tinggi karbohidrat bukan tergolong makanan super? Ya, madu memang banyak mengandung gula. Tapi madu asli, yang memang berasal dari nektar bunga alami, mengandung jenis gula yang berbeda dari gula tebu atau makanan manis lainnya. Gula dari tebu banyak mengandung sukrosa yang bisa meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat. Efek ini justru tidak dikehendaki karena tidak bersahabat buat penderita diabetes. Madu tidak demikian. Gula pada madu sedikit berbeda. Madu banyak mengandung gula buah, yaitu fruktosa. Gula jenis ini tidak secara cepat meningkatkan kadar glukosa darah sehingga relatif aman buat penderita diabetes. Meski begitu, madu tetap mengandung glukosa sehingga tetap saja tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, madu layak dikategorikan sebagai superfood karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang berasal saripati nektar bunga.
  1. Buah warna-warni. Kandungan utama buah yang paling sehat adalah mineral, vitamin (terutama vitamin C), antioksidan, dan serat. Pada umumnya, buah yang berwarna mengandung antioksidan lebih banyak daripada yang tidak berwarna kuat. Sebab, semua warna pada buah (hitam, merah, biru, oranye, dll) adalah senyawa fitokimia yang umumnya berkhasiat antioksidan. Apel, anggur, mangga, jeruk, jambu, dan hampir semua buah adalah makanan yang banyak mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat.

Makanan-makanan di atas layak disebut superfood alami yang sebenarnya. Lupakan soal klaim suplemen yang sering diiklankan sebagai superfood hanya karena makanan itu banyak mengandung zat gizi tertentu. Gizi adalah kebutuhan manusia yang kadarnya harus tepat. Vitamin, mineral, protein pun tidak terkecuali. Zat-zat gizi ini diperlukan dalam kadar tertentu. Jika kebanyakan, bisa saja efeknya justru merugikan kesehatan.

Sebagai contoh, jika suatu makanan banyak mengandung provitamin A, lalu kita mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan, maka kelebihan provitamin A itu bukan hanya tidak berguna tapi justru akan menyebabkan tubuh terpaksa menimbunnya di bawah kulit dan menyebabkan kulit menjadi berwarna kekuningan. Begitu pula jika tubuh kelebihan vitamin yang larut air, seperti vitamin B dan C, maka kelebihan vitamin ini akan dibuang lewat air seni dan justru akan memperberat kerja ginjal. Secara umum, superfood alami lebih sehat karena makanan-makanan itu mengandung banyak nutrisi penting yang kalau kita makan secara wajar tidak akan menyebabkan kelebihan gizi tertentu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s